http://politik.kompasiana.com/2013/01/01/akhir-tahun-yang-merusak-jakarta-521424.html
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Rabu, 27 Februari 2013
Akhir Tahun yang Merusak Jakarta
http://politik.kompasiana.com/2013/01/01/akhir-tahun-yang-merusak-jakarta-521424.html
Peringatan Tahun Baru Merusak Sendi Minangkabau
Pada malam tahun baru masehi tersebut akan disaksikan anak muda-mudi berkumpul-kumpul, becampur baur antara laki dengan perempuan tanpa ada batas yang memisahkan. Mereka melakukan apa saja yang pada dasarnya sudah melanggar norma-norma adat dan agama di minangkabau.
Banyak saja yang mereka lakukan, seperti minum-minuman beralkohol sampai mabuk, atau menghisap ganja, sabu-sabu dan lain-lainya, semua itu nantinya bisa ditemukan di tempat wisata, seperti ditepi danau, ditepi laut, ditepi sungai dan ditempat rekreasi lainya.
Kehidupan di tahun baru Masehi tersebut biasanya juga dilengkapi dengan kelompok masyarakat mengadakan acara hiburan semalam suntuk (orgen tunggal, basaluang dangdut, dll) dengan mendatangkan biduan atau artis lokal dan nasional yang pakainya membuat kita langsung istighfar. maaf, setengah telanjang. Acara hiburan (orgen tunggal, basaluang dangdut, dll) ini bisa tersebar di seluruh nagari wilayah minangkabau.
Itulah sekelumit fenomena yang terjadi ketika tahun baru masehi masuk, sehingga selaku masyarkat Minangkabau yang beradab, di saat masuknya tahun baru Masehi ini sangatlah mengkawatir. Apa yang terjadi saat itu sudah tidak lagi mencerminkan masyakat yang berbudaya dan beragama, atau tidak lagi menjunjung nilai-nilai “adat basandi syarak-syarak basandi kita bulah”.
Selaku masyarakat Minangkabau, melalui gambaran di atas sudah diketahui situasi di tahun baru Masehi tersebur, maka ke depan apabila situasi tersebut dibiarkan akan bisa meruntuhkah sendi-sendi budaya Minangkabau. Sehingga, ke depan seluruh pemuka masyarakat haru menjadikan fenomena tersebut sebagai persoalan yang perlu dicarikan solusinya.
Selama ini ada kesan pemuka masyarakat membiarkan kejadia-kejadian merusak moral tersebut berulang-ulang terjadi di setiap tahun baru Masehi. Kasus yang dianggap fatal ada juga di antara pemuka masyarakat yang ikut-ikutan memperingati, dan memasilitasi terselenggaranya acara di tahun baru masehi tersebut. Misal, tokoh panutan, ninik mamak, wali korong dan kapalo mudo ikut membuat acara hiburan.
Tidak menghitungan hari lagi momen tahun baru itu akan datang, dari gambaran diatas sudah dijelaskan fenomena penyakit masyarakat yang akan terjadi. Saya selaku penulis mencoba untuk mengingatkan, “gamang kajatuah, cameh kaanyui”, kepada pembaca, terutama kepada pihak-pihak yang diberikan amanah oleh masyarakat dan umat untuk mencarikan solusi yang paling tepat untuk mengantisipasi fenomena di atas.
Semua pihak harus memegang peranan, pemerintah selaku penegak hukum positif seperti Sapol PP, Polisi dan TNI melakukan sosialisasi, melaksanakan penertiban dan menegakan aturan secara tegas, misal melakukan razia di tempat-tempat yang berpeluang terjadi penyalah gunaan narkoba, men-swiping hotel-hotel agar tidak terjadi perzinaan, dan menertibkan acara-acara hiburan masyarakat.
Jangan sampai ada acara hiburan masyarakat itu melanggar Undang-Undang, Peraturan Pemerintah dan Peraturan Daerah, maka hiburan harus ada surat izin keramaian, tidak boleh terjadi tauran, acara keramaian tidak boleh lewat dari jam 24.00, tidak ada penampilan artis-artis yang melanggar Undang-undang pornografi dan pornoaksi. Apabila ada yang melanggar aturan tersebut maka penegak hukum wajib bertindak.
Ketegasan dari penegakan hukum positif sangat diperlukan, jangan ada keraguan untuk menegakan Undang-Undang, Peraturan Pemerintah atau Peraturan Daerah kepada masyarakat yang melanggar, “jan tibo di mato dipicangkan, tibo diparui dikampihan, tibo didado dibusuangkan”. Artinya siapa pun yang melanggar aturan dan hukum pada malam tahun baru masehi tersebut ditindak tegas termasuk oknum-oknum penegak hukum itu sendiri yang melakukannya.
Di Awal-awal sebelum semuanya terjadi orang tua dan mamak mengumpulkan sanak kemenakan memberikan pituah dan nasehat agar jangan ikut-ikutan merayakan tahun baru masehi tersebut, serta mereka jangan sampai melakukan kegiatan hura-hura dan pesat yang tidak bermanfaat. Sehingga, dari awal anak kemenakan sudah mendapat peringatkan, apabila dilanggar maka mamak bisa memberikan hukum adat kepada mereka.
Semua elemen masyarakat harus terlibat, alim ulama selaku “suluah bendang dalam nagari” artinya pemberi ceramah dan pengajian kepada ummat, hal tersebut bisa melalui MUI, melalui tuangku dan ulama jamaah memberikan ilmu agama Islam kepada masyarakat, menyampaikan bahwa secara budaya Minangkabau dan agama Islam tahun baru Masehi itu merupakan tahun baru yang tidak perlu diperingati atau dimeriahkan.
Yang paling penting sekali adalah kepala daerah serta para pejabat seperti gubernur, bupati, wali kota dan pimpinan dan anggota DPRD, camat, wali nagari jangan sampai memasilitasi diadakannya malam penyambut tahun baru Masehi tersebut, seperti yang dulu-dulunya pernah diadakan acara menyambut tahun baru Masehi dengan kembang api dan mengadakan hiburan dengan mendatangkan artis dari ibu kota oleh salah satu kepala daerah di Minangkabau, artinya “tungkek jan mambo rabah”.
Kita perlu memberikan apresiasi kepada Wali Kota Bukittinggi Djufri yang dahulu pernah menutup dan membalut menara jam gadang dengan kain putih di saat tahun baru Masehi masuk, serta melarang mayarakat umum untuk bermalam di sekeliling menara Jam Gadang. Ini mungkin contoh yang sangat baik untuk diteladani.
Besar harapan seluruh elemen masyarakat seperti ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, tokoh-tokoh masyarakat dan pemerintah daerah duduk bersama menyatukan visi mencoba menerapkan budaya Minangkabau secara total. Sehingga, bisa mengantisipasi fenomena seperti yang dijelaskan di atas. Maka sangatlah tepat dilakukan dengan adanya penertiban pada tahun baru Masehi tersebut. Secara nilai budaya Minangkabau tidak ada untungnya dan manfaat bagi masyarakat Minangkabau acara di tahun baru Masehi tersebut.
Jika dibiarkan seperti yang sudah-sudah, tidak menghitung masa, nilai-nilai luhur Minagkabau akan luntur, tidak terbayangkan Minangkabau yang elok dahulunya, ke depan akan menjadi daerah maskiat, daerah tenpat pelacuran, daerah yang anak sekolah hamil di luar nikah, pemuda meninggal karena pesta minuman keras (alkohol), ada warga yang ditangkap karna mengkosumsi narkoba, terjadi tauran antar kampung.
Apabila dibiarkan, suatu saat nanti kita akan menemukan tidak ada lagi nilai-nilai budaya ditengah masyarakat Minangkabau, kecek urang tuo “alah samo gadang se kito, atau sawah indak bapambantang lai” artinya tidak ada lagi tatanan budaya atau agama islam di tengah masyarakat. Kalau kondisi ini terjadi betapa sedih dan prihatinya kita dengan Minangkabau ini.
Mengakhiri tulisan ini diingatkan bawa tahun baru Masehi secara budaya bukan tahun yang perlu diperingati oleh orang minangkabau. Selaku orang minang jangan lah kita ikut-ikutan dengan budaya orang lain, mari ditegakan budaya minangkabau yang sudah tahan uji, budaya minangkabau “yang tidak lakang dek paneh dan tidak lapuak dek hujan”.[]
http://sosbud.kompasiana.com/2013/01/01/peringatan-tahun-baru-merusak-sendi-minangkabau-521286.html
Hamas: Roket yang Hantam Israel Bukan dari Gaza
dakwatuna.com – Hamas menepis klaim yang menyebutkan bahwa roket yang menghantam Kota Ashkelon, Israel, muncul dari Jalur Gaza. Hamas menyebut klaim itu sebagai sebuah kebohongan.
“Ini adalah kebohongan. Tidak ada satupun fraksi di Jalur Gaza yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan roket itu, dan pemerintah di Gaza mulai mengadakan penyelidikan,” ujar juru bicara Hamas Ehab al-Ghussein, seperti dikutip Maan, Rabu (27/2/2013).
Hamas pun menuduh Negeri Yahudi itu menggunakan isu serangan misil ke Ashkelon untuk mengecoh perhatian internasional atas kasus tewasnya tahanan Palestina, Arafat Jaradat. Saat ini, Israel juga menuntut Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk mengecam serangan yang terjadi di wilayahnya.
Seperti diketahui, salah satu kelompok bersenjata Palestina Brigade Jihad Al-Aqsa mengklaim bertanggung jawab atas serangan misil itu. Brigade Jihad Al-Aqsa adalah sayap militer dari fraksi Fatah yang berkuasa di wilayah Tepi Barat.
Kasus kematian Jaradat memang menjadi suatu peristiwa yang cukup dikecam oleh pemerintahan Fatah. Usai Pemerintah Palestina mengadakan otopsi dan menyatakan bahwa Jaradat tewas karena dianiaya, Fatah langsung berang.
Serangan roket itupun muncul dan menyerang Israel pada Selasa kemarin dan menyebabkan kerusakan di jalan raya. Serangan itu menjadi serangan roket pertama yang muncul setelah Israel dan Hamas menyepakati perjanjian gencatan senjata yang dimediasi Mesir pada November 2012. (AUL/okezone)
Anas Berhenti, Bagaimana Nasib Caleg Demokrat?
Setelah ditetapkan menjadi tersangka kasus Hambalang, Anas berhenti dari kursi ketua umum PD. Kini majelis tinggi PD menunjuk 4 orang plt ketua umum PD yakni Sekjen Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Wakil Ketua Umum Max Sopacua, Wakil Ketua Umum Jhonny Allen Marbun, dan Direktur Eksekutif DPP Toto Riyanto.
Penunjukan 4 plt ketua umum PD tersebut tidak ada di AD/ART PD. Plt ketua umum PD harusnya dipegang oleh seorang yang ditunjuk menjadi pelaksana tugas ketua umum PD menggantikan Anas.
Hal ini diakui oleh anggota Majelis Tinggi PD Syarief Hasan. Namun Syarief memastikan tak ada persoalan di pencalegan PD.
"Itu waktunya masih panjang, kita sudah pikirkan itu, semua aman," kata Syarief saat berbincang dengan detikcom, Rabu (27/2/2013).
Menurut Syarief, majelis tinggi PD sedang mencari langkah untuk menentukan seorang plt ketua umum PD yang akan bersama-sama Ibas meneken pengajuan caleg tersebut.
"Itu kan sifatnya sementara. Nanti akan ada kebijakan lain sebelum penetapan caleg," kata Syarief.
Bisa saja Majelis Tinggi PD menempuh Kongres Luar Biasa (KLB) atau dengan mekanisme lain hanya menunjuk pelaksana tugas ketua umum PD. "Kan tidak harus ketua umum definitif," katanya.
Untuk DPR RI, PD akan mengusulkan 560 bakal caleg seperti di UU Pemilu yang baru. Beredar rumor penentuan bakal caleg PD saja sudah jadi tarik ulur di internal PD, terutama di kalangan loyalis Anas.
Daftar caleg harus diserahkan ke KPU mulai 9 April 2013 dan ditetapkan sebagai daftar caleg (DCS) sementara pada bulan Juni. Pada Agustus, DCS ditetapkan sebagai daftar caleg tetap (DPT).
Kasus Century, Fahri Hamzah Pimpin Timwas ke Rumah Anas
Kesepakatan ini tercapai usai rapat internal Timwas Century setelah bertemu dengan KPK di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (27/2/2013). Tim kecil ini terdiri dari 9 orang yang mewakili masing-masing fraksi dan dipimpin oleh Fahri Hamzah.
"Intinya akan diteruskan tim kecil yang terdiri dari unsur-unsur poksi yang ada di Timwas," kata Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan, di Gedung DPR.
Taufik menuturkan tim ini nantinya akan menyambangi rumah Anas untuk melakukan klarifikasi kabar bahwa eks Ketum PD itu memiliki data mengenai aliran dana Century. Jika kabar itu dibenarkan, maka Timwas Century akan memanggil Anas.
"Intinya yang kita inginkan data soal aliran dana Century," ujarnya.
Taufik mengatakan semua fraksi, termasuk Fraksi PD, telah menyepakati pembentukan tim kecil ini. Sehingga proses klarifikasi akan dilakukan sesegera mungkin.
"Kita sedang cari waktunya. Dua pekan lagi kan kita akan panggil Pak Gita Wirjawan, mungkin setelah itu," tutur Taufik.
Timwas Century akan ke Rumah Anas, Ini Kata Syarief Hasan
"Silakan saja, kita tidak risau," kata anggota Majelis Tinggi PD Syarief Hasan kepada detikcom, Rabu (27/2/2013).
Syarief menuturkan, kasus Century seharusnya diserahkan ke ranah hukum. Namun yang terjadi adalah politisasi.
"Century itu tidak ada apa-apanya, silakan saja Anas dipanggil juga tak masalah," katanya.
Timwas Century akan mengklarifikasi mengenai kabar kepemilikan data mengenai aliran dana Century kepada Anas Urbaningrum. Timwas sepakat membentuk tim kecil untuk dikirim ke rumah Anas.
Kesepakatan ini tercapai usai rapat internal Timwas Century setelah bertemu dengan KPK di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (27/2/2013). Tim kecil ini terdiri dari 9 orang yang mewakili masing-masing fraksi dan dipimpin oleh Fahri Hamzah
(van/nrl)
Patrialis Akbar dan 2 Calon Kandidat Ketua MK Mengundurkan Diri
"Patrialis Akbar mengundurkan diri," kata Wakil Ketua Komisi III DPR, Aziz Syamsuddin, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/2/2013).
Patrialis yang dicalonkan oleh Fraksi PAN dan Fraksi Gerindra ini beralasan belum bersedia untuk dicalonkan.
"Dengan penuh hormat dan mohon maaf, untuk saat ini saya belum bersedia mencalonkan diri sebagai calon Hakim Konstitusi, semoga pada kesempatan lain saya bersedia demi untuk kepentingan bangsa dan negara Republik Indonesia tercinta," tulis Patrialis.
Selain Patrialis, dua lagi menyatakan mundur. Mereka adalah DR Lodewijk Gultom dan Ni'matul Huda. Lodewijk beralasan karena tanggungjawab dia pada dunia pendidikan membuatnya tidak bisa mengemban tugas sebagai Hakim Konstitusi. Lodewijk adalah rektor Universitas Krisnadwipayana.
Sementara itu, Ni'matul Huda mengundurkan diri lantaran tidak mendapat izin dari rektor UII dan Dekan Fakultas Hukum UII.
Nyalon Jadi Bupati, Limbad Minta Tak Dikaitkan dengan Kasus Mertua
Magician yang identik dengan warna serba hitam itu juga terbelit kasus lain. Sang mertua, Bunyana Sofa masih mendekam di Polres Tangerang karena tuduhan pemerasan.
Namun Limbad meminta masyarakat untuk tak menyangkutpautkan masalah tersebut dengan langkahnya maju ke dunia politik. Hal itu dikatakannya saat ditemui di Studio RCTI, Jakarta Barat, Selasa (26/2/2013).
"Itu jangan disangkutpautkan dengan saya ya karena profesinya berbeda, apapun itu beliau itu ibu mertua saya, tetap saya dukung. Tetap saya support bagaimana caranya itu saya harus bisa keluar dengan yang saya bisa," paparnya.
Selain itu, Limbad juga yakin masyarakat bisa secara objektif memandang dua hal tersebut. Karenanya, tak terbesit keraguan di benak Limbad untuk pencalonan dirinya itu.
Limbad akan mencalonkan diri bersama Partai Hanura dalam waktu dekat ini. Ia juga mengaku langkahnya didukung penuh oleh partai yang mengusungnya itu.
Senin, 25 Februari 2013
Politisi PD: Tanpa Uang, Caleg Kompeten Sulit Bersaing
"Kita tidak bisa mencari caleg yang ideal 100 persen," kata Pasek dalam diskusi bertajuk 'Idealisme Parpol Dalam Memilih Caleg Profesional' di ruang pers Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakpus, Jumat (22/2/2013).
Pasek menjelaskan dengan sistem suara terbanyak maka parpol mengandalkan strategi menempatkan calon yang berpotensi mendulang banyak suara. "Karena acuannya itu, maka popularitas itu nomor 1, kemudian elektabilitas dan finansial," sebutnya.
Diakui Ketua Komisi III DPR ini, parpol mestinya mencari jalan tengah dengan menempatkan calon yang berkualitas termasuk didukung finansial yang kuat. "Semua parpol tidak mungkin asal menempatkan calonnya," katanya.
Tapi Pasek mencontohkan kecilnya peluang caleg kompeten terpilih bila tidak didukung finansial untuk menyosialisasikan diri. "Ada calon yang sangat ideal, dia mengerti legislasi mengerti sistem pengawasan. Tapi nggak punya popularitas, dia akan berat melangkah. Dan bila finansial lemah maka calon ideal ini akan sulit bersaing," tutur Pasek.
Meski begitu, Pasek meyakini caleg yang akan bersaing di Pemilu 2014 lebih baik dibanding Pemilu sebelumnya. Kata Pasek akan ada persaingan calon di internal secara kompetitif untuk mendapat suara di Pemilu karena parpol akan memilih calon terbaik.
"Di kami ada beberapa dapil, jumlah caleg melebihi batas yang ada. Persaingan internal jadi lebih ketat. Parpol harus membuat rumusan manajemen dapil yang tepat," ujarnya.
Khusus di Demokrat, proses penyaringan caleg di tingkat daerah telah dimulai. Nantinya DPC dan DPD akan mengusulkan calon yang maju dan daerah pemilihannya. "Kalau di pusat kewenangan ada di majelis tinggi," kata Pasek.
(fdn/rmd)
Ketua DPW NasDem Sulbar Mengundurkan diri
"Pada (21/2/2013) pukul 04.15 WIB, saya secara resmi menyatakan mengundurkan diri dari Partai NasDem," ujar Ketua NasDem Sulbar M Yasin dalam rilisnya seperti yang diterima detikcom, Sabtu (23/2/2013).
Menurut Yasin, alasan pengunduran dirinya yakni adanya pergantian kepengurusan di tingkat pusat dan pembekuan kepengurusan di beberapa provinsi serta berbagai dinamika internal yang tidak sejalan dengan cita-cita besar restorasi yang selama ini menjadi tagline gerakan perubahan. Hal ini membuat suasana kebatinan dirinya pada Partai NasDem menjadi terganggu.
"Pada akhirnya saya berkesimpulan, Partai NasDem bukan tempat yang cocok untuk saya dalam memperjuangkan cita-cita politik. Saya juga kesulitan, meyakinkan publik tentang makna perubahan dan moralitas yang diusung partai ini, di mana masyarakat luas mengetahui suasana yang tidak diharapkan dalam internal partai," kata Yunus.
Yunus bercita-cita mewujudkan parpol yang mengedepankan penghargaan kepada orang-orang yang telah bekerja keras, berkeringat dan berkualitas. Dengan begitu terwujud iklim politik di mana setiap pelaku politik mengakui prestasi orang lain yang akhirnya media dipenuhi berita prestasi anak bangsa.
Yunus membayangkan perubahan pengurus pusat NasDem terjadi sebelum Pemilu 2014. Dia juga menerima amanah sebagai Ketum NasDem Sulbar dan tanpa rasa curiga menandatangani pernyataan siap diganti setelah kepengurusan DPP berganti.
"Padahal saya telah bekerja keras meloloskan partai menjadi peserta pemilu," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Yunus menyerahkan sepenuhnya jabatannya kepada DPP Partai NasDem. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada teman-teman pengurus partai NasDem Sulbar yang telah bersama-bersama berjuang menyelesaikan amanah pembentukan, pemberkasan dan tahapan verifikasi baik di Kementerian Hukum dan HAM serta KPU.
(nik/gah)










