This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label oase iman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label oase iman. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Maret 2013

Dia Yang Datang Tak Diundang



Oleh Syaripudin Zuhri

Berita kematian berada dimana-mana, hampir tiap detik ada kematian, di segala penjuru dunia, kematian begitu tergambar jelas dan nyata, di TV, di Internet, di koran dan majalah erita kematian demi kematian. Di Irak, kejahatan penjajah Pemerintah Amerika membuat kematian semakin dekat. Di Irak, kematian dengan berbagai bentuknya,gerilyawan Irak… terus menerus menjemput maut. Darah berceceran di mana-mana,tangis, air mata dan darah, mengabarkan kematian demi kematian.
Di Palestina darah para mujahidin terus membasahi bumi, tak kenal menyerah dan  bom bunuh diri menjemput maut dengan caranya sendiri, melawan penjajah Israel tak kenal henti,terkutuklah para penjajah dimana pun kau berada.

Bertahun yang lalu, Tsunami menghantam Aceh 26 Desember 2004 memberitakan kematian dan maut, tak kurang 150.000 jiwa melayang, syahid bagi yang beriman. Tsunami meluluhlantakan Aceh dan sekitarnya, dalam hitungan kilat, ratusan ribu orang nyawanya melayang, memberitakan duka dan gempa bumi di Jogyakarta dan sekitarnya
27 Mei 2006 meluluhlantakan kehidupan, jeritan kematian kembali menggema,tak kurang dari 5000 jiwa melayang,tewas dalam hitungan menit!
Gempa di Haiti telah menghancurkan kehidupan, tak kurang dari 100.000 orang tewas, Malaikat maut memberitakan kehadiranya, peringatan bagi yang masih hidup bahwa kematian datang dengan tiba-tiba, tak di duga. Yang diantisipasi bahaya letusan GunungMerapi, berminggu-minggu penduduk mengungsi, yang ditakuti letusan Gunung Merapi, tapi gempa bumi yang terjadi,tanpa bisa diprediksi, ribuan orang mati.
Malaikat maut bertanya, tak cukupkah berita kematian yang kukirimkan kepadamu? Tak cukupkah kau baca berita kematian yang tiap saat? Tak cukupkah kau melihat di TV berbagai jenis kematian? Tak cukupkah kamu melihat disekelilingmu bahwa kamatian sudah hadir dihadapanmu? Masihkah kau tak mau bertobat? Masihkah kau bangga dengan dosa-dosa?
Masihkah kau tunda untuk beribadah kepadaNya? Masihkah kau terus berpoya-berpoya bergelimang dosa dan noda? Atau kematian datang padamu dan kamu baru bertobat?
Terlambat!
Tanyakan kemana orang tuamu sekarang? Dimana sekarang mereka berada? Tanyakan di mana sebagian saudara, teman dan sahabatmu sekarang? Dimana sekarang mereka berada? Mereka sudah diambil yang punya, mereka sudah kembali kepada pemiliknya, mereka sudah dijemput maut, dengan caranya masing-masing
Malaikat maut bertanya, tidak cukupkan berita kematian yang ku kabarkan setiap hari padamu?
Berita kematian sudah ku sampaikan lewat TV, Internet, Cerita, SMS, koran, majalah dan lain sebaginya,  masih kau sangsi bahwa aku akan datang padamu? Tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, tanpa kau duga, tanpa bisa kau prediksi, tiba-tiba, kau mati!
“Bila aku datang”, kata Malaikat maut
Putuslah semua yang kau banggakan
Putuslah semua harapanmu
Putuslah semua cita-citamu
Putuslah semua yang kau cintai dan mencintaimu
Putuslah semuanya, kecuali amal jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh
Putuslah kamu dengan segala harta benda yang kamu miliki
Lalu apa yang kamu cari, jika semua akan kau tinggalkan?
Wahai …. pecinta dunia, tak cukupkah kau melihat kematian menari-nari dimatamu? Tak cukupkah kau melihat maut dihadapanmu? Tak cukupkah kau sadari bahwa kematian semakin dekat, bukan semakin jauh? Tidakah kau merasakan bahwa malaikat maut sedang tersenyum padamu? Tidakah merasakan bahwa detak jantungmu bisa tiba-tiba berhenti? Tidakah kau sadari bahwa napasmu bisa tiba-tiba berhenti? Tidakah kau sadari bahwa nyawamu bisa melayang dengan tiba-tiba? Dan tiba-tiba saja rohmu kembali kepadaNya dan kau mati Kapan? Hanya masalah waktu.
Kematian adalah tema yang paling ditakuti, terutama bagi pendosa atau justru tema paling dilupakan dan dijauhkan, mereka takut bila kematian menjelang, kok kematian melulu yang dibicarakan, kan kita masih hidup? Mereka yang lupa akan kematian, akan terus bergelimang dosa, apalagi merasa masih muda. Mereka yang lupa kematian, padahal sudah tua akan terus terus bergelimang dosa, kematian baginya hanya sebatas kata, mati,iItu saja. Ya mati, lalu, kenapa kalau aku mati ? “Itu urusanku”, katanya.
Berita kematian bagi orang-orang seperti itu, hanya sebatas kata-kata, tak merubah apapun, tak ada kata tobat baginya, tak ada kata sadar baginya, tak ada kata ibadah baginya, mari minum, minuman keras, mari bernyanyi, nyanyian keras, mari mabuk, semabuk-mabuknya, lupakan kematian, buat apa ingat kematian? Mari terus pesta, sampai ajal tiba.
Malaikat Maut tetap tersenyum
Melihat orang-orang tak juga sadar
Melihat orang-orang tak juga tobat
Melihat orang-orang yang bangga dengan dosa-dosa
Melihat orang-orang yang tak juga mau sholat
Malaikat hanya tersenyum, sambil menunggu perintahNya, Malaikat Izroil hanya petugas dan hanya menjalankan tugasNya, bila tak ada perintahNya, malaikat maut hanya diam menunggu, saat Malaikat maut menunggu perintahNya, saat itu nyawamu masih ada, saat itu kesempatan hidup masih ada, saat itu pintu tobat masih terbuka, saat itu bonus Allah masih diberikan padamu, maka pergunakanlah kesempatan emas ini, jangan sia-siakan, pergunakanlah untuk mencari bekal sebanyak-banyaknya, jadikan ladang amal, tebarkanlah benih-benih kebaikan,
carilah ridhoNya.
Saat Malaikat maut menunggu perintahNya, seakan dia berkata:
Ayo segera tobat
Ayo segera kembali kepadaNya
Ayo segera sholat
Ayo segera berbuat kebaikan
Ayo segera beramal sebanyak-banyaknya dan berdoalah
Ya Allah … hidup dan kematian keduanya berasal dariMu
Engkaulah yang menghidupkan dan Engkaulah yang mematikan
Maka hidupkanlah hamba dalam kebaikan
Dan matikan hamba juga dalam kebaikan, amin.

Sabtu, 02 Maret 2013

TARBIYAH JINSIYAH DALAM KELUARGA MUSLIM



Oleh : Ustzh Herlina Amron, M.A.

Tarbiyah jinsiyah, dapat diartikan secara vulgar kedalam bahasa Indonesia dengan Pendidikan Seks. Kata tarbiyah jinsiyah kedengaran lebih santun, lebih enak dan berwawasan lebih luas ketimbang sekedar “pendidikan seks” saja. Selama ini berbagai pihak yang ahli dalam pendidikan sudah banyak mengusulkan bagaimana adanya pelajaran pendidikan seks bagi anak-anak dan remaja. Kita setuju, tapi harus ada batasan-batasan, apakah pendidikan seks menurut pola Barat itu sama dengan pendidikan seks pola Islam. Tentu saja tidak. Karena pendidikan seks pola Islam lebih mengacu kepada pendidikan ahlak yang berlandaskan kepada keimanan. Sedangkan pola pendidikan seks menurut cara berpikir Barat hanya mengajarkan “seksualitas yang sehat” meliputi: seks secara anatomis, fisiologis dan psikologis saja. Misal, cara mencegah kehamilan, tidak aborsi dan sebagainya.

Saya mendapatkan data bahwa di Indonesia sekarang memiliki problem seks yang sangat parah. Dari 40 juta remaja di Indonesia, sudah melakukan hubungan seks sebelum nikah. Dan sudah dapat dipahami, tentu saja dari 40 juta remaja itu, sebagian besar remaja Islam. Anak-anak dari keluarga Muslim. 25 sampai 40 persennya sudah melakukan hubungan kelamin sebelum menikah.

Sekitar tahun 1980-an penelitian di Yogya, siswa-siswi SMU sudah melakukan seks pranikah. Dan kita juga mendapatkan hasil dari sebuah penelitian, 200 ribu remaja di kota-kota besar sudah melakukan aborsi.

Tarbiyah jinsiyah dimulai dari pendidikan dalam keluarga, sebelum keluarga itu menyerahkannya kepada para pendidik dan lingkungan. Dari orang tualah si anak akan memahami dan memiliki wawasan apa yang disebut dengan syahwat. Nafsu ini ada dua. Pertama, nafsu yang dirahmati Allah SWT, kedua nafsu yang tidak dirahmati Allah SWT. Karena memang nafsu seks adalah sesuatu yang fitrah, maka Islam tidak mematikannya, tapi menyalurkannya sesuai jalurnya.

Dua Nafsu
Kalau nafsu yang tidak dirahmati Allah SWT berkembang, maka timbul berbagai jenis penyimpangan seksual. Misal, homoseks, lesbi, onani, masturbasi dan lain-lain. Nafsu ini akan berkembang dengan liarnya. Tidak terkendali karena dalam pelampiasannya tidak sesuai dengan aturan syariat. Ingin menjerumuskan pelakunya, timbullah perzinaan, perkosaan, karena nafsu ini tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam. Bagaimana solusi supaya nafsu-nafsu ini sesuai dengan nilai Islam ?

Allah SWT memerintahkan kepada hamba-Nya untuk menikah. Sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah SWT adalah menciptakan dari jenis kalian pasangan-pasangan, supaya timbul ketentraman bersama mereka dan Allah SWT jadikan dengan pasangan ini rasa cinta dan kasih saying. Inilah Islam. Nafsu yang sudah fitrah ini jangan berkembang liar, tapi diberikan salurannya dengan pernikahan. Kata Rasul : Wahai pemuda, jika kalian sanggup menikah, menikahlah. Kejahatan pertama yang terjadi dalam sejarah manusia di dunia adalah kejahatan nafsu yang pertama kali dilakukan oleh anak pertama Nabi Adam. Nabi Yusuf juga hampir tergoda oleh nafsu seks Zulaikha.

Soal pertama dalam tarbiyah jinsiyah adalah masalah aurat. Secara anatomis, bagian tubuh wanita sangat menarik nafsu seks lawan jenisnya. Laki-laki main bola memakai celana pendek, tidak ada perempuan yang tergiur. Coba kalau perempuan main bola pakai celana pendek, banyak yang menonton bukan melihat bola yang ditendang, tapi melihat jenis “bola” yang lain. Jangankan aurat wanita dewasa, bahkan aurat anak-anak pun ada aturannya. Makanya di Pakistan, Afghanistan dan negara-negara Arab, sejak bayi anak perempuan sudah dibiasakan memakai syirwal (celana panjang). Ini bagus untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Mulailah dari Berpakaian
Rasulullah melarang perempuan melihat aurat perempuan dan laki-laki melihat aurat laki-laki. Ini salah satu antisipasi timbulnya penyelewengan seksual, seperti yang banyak terjadi sekarang ini. Ini dimulai dari lingkungan keluarga. Anak yang telah mencapai usia 10 tahun jangan dibiarkan tidur bersama saudaranya yang sejenis dalam satu selimut tanpa memakai pakaian. Dari keluarga inilah keluarga mulai menanamkan tarbiyah jinsiyah kepada anak-anaknya.

Menanamkan jiwa maskulin kepada laki-laki dan menanamkan jiwa feminim pada perempuan. Jadi kelaki-lakian itu sudah ditumbuhkan sejak dalam keluarga. Jangan laki-laki diberikan mainan perempuan atau sebaliknya. Sebab Rasulullah sangat membenci laki-laki yang berpakaian perempuan atau sebaliknya. Dan menurut penelitian, kelainan-kelainan syahwat tidak ada yang dimulai dari lahir. Ketika lahir semua dalam keadaan normal. Banyak sekarang waria atau laki-laki yang keperempuan-perempuanan. Ini dimulai dari lingkungan, sejak masih kecil, tidak ada yang sejak lahir. Dalam tarbiyah jinsiyah kita mengenalkan kepada anak-anak tentang mahram dan non mahram. Ini jarang terjadi dalam keluarga. Batasan mana yang mahram dan bukan mahram sama saja. Sehingga si anak bebas berbuat semaunya kepada siapapun, karena tidak mengenal mana mahram, mana tidak mahram. Kadang dia sangat akrab dengan sepupu, padahal dalam Islam, sepupu itu non mahram. Mereka boleh menikah.

Tarbiyah jinsiyah dimulai dengan mengajarkan pandangan, gadhul bashar. Ditujukan kepada laki-laki dan perempuan. Dalam pendidikan seks anak diajarkan bagaimana menjaga pandangan. Bukan berarti tidak melihat orang. Artinya, jangan pandangan diarahkan terus-menerus sampai lekat kepada lawan jenis. Menatap sampai rinci, ada jerawatnya berapa. Kita tahu, terjadinya perzinaan dimulai dari pandangan. Awalnya biasa, lama-lama saling tertarik, terus terjadi zina. Ini bisa dianalogikan dengan menonton gambar porno.

Adalah menjadi kewajiban orang tua untuk mengenalkan sanksi-sanksi perzinaan kepada keluarganya. Sanksi zina dalam Islam sangat berat. Agar mereka tidak mau berbuat zina. Dan orang tualah yang menjadi penanggung jawab utama terhadap dosa perzinaan anak-anaknya. Sudahkah anak dididik untuk tidak berzina?

Bagian dari tarbiyah jinsiyah adalah pemeliharaan anggota-anggota tubuh anak atau orang tua. Dalam kitab fikih ada bagian thaharah. Adalah merupakan kewajiban orang tua untuk mensosialisasikan kepada anak-anaknya bagaimana menjaga kebersihan kelamin untuk kepentingan thaharah.
Kepada anak-anak juga perlu dijelaskan bagaimana proses kejadian manusia. Dari nuftah, mudhghah dan seterusnya. Dari sini mudah-mudahan anak-anak itu sudah memiliki pengetahuan tentang tarbiyah jinsiyah secara benar dan sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Pengaruh Luar Rumah
Memang dampak dari pemahaman tarbiyah jinsiyah yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam, luar biasa bahayanya, dunia akhirat. Salah langkah, terjadi penyesalan seumur hidup. Orang tua zaman sekarang betul-betul sangat berat untuk mendidik anak-anaknya, karena anak-anak dapat dengan mudah memperoleh informasi yang kebanyakan tidak baik dan bahkan menyesatkan dari luar lingkungan keluarga. Oleh karena itu dimulai dari keluarga, beri penjelasan kepada anak-anak, mudah-mudahan mereka punya daya kebal terhadap pengaruh buruk dari banyaknya informasi yang mencelakakan. Kalaupun dikuatirkan timbulnya perzinaan, karena pergaulan yang sangat bebas dan luas, barangkali tidak ada salahnya sebagai orang tua menawarkan untuk menikah saja, karena itu adalah jalan terakhir, pernikahan dini, tapi sebelumnya memang harus ada peringatan-peringatan, harus diberikan aktivitas-aktivitas, puasa, kalau semua tidak bisa baru menikah.

Kalau dengan menikah, walaupun benar ada kekhawatiran, tapi ada harapan, mudah-mudahan dengan menikah terjadi proses pendewasaan diri, sambil terus menerus dibimbing. Dari banyak data dan penelitian yang dilakukan, agresivitas seksualitas banyak terjadi pada laki-laki. Sehingga dalam hal ini perempuan lebih banyak menjadi korban dari agresivitas seksual laki-laki tersebut. Dan makin perempuan itu mencolok dalam berpakaian, makin laki-laki agresif. Masalahnya, bagaimana meredam gejala demikian, agar di satu sisi lelaki tidak terlalu agresif dan di sisi lain perempuan tidak menjadi korban dan objek seksual dari agresivitas seks laki-laki itu.

Gejolak seksual antara laki-laki dan perempuan sama saja. Kalau kita lihat kasus Nabi Yusuf, yang menggoda perempuannya dulu. Tapi karena rasa malunya yang membuat perempuan bisa tertahan. Bedanya kalau sudah berumah tangga. Umumnya para Ibu ada kendala karena capek. Sedangkan pada laki-laki tidak ada kendala alamiah.

Pendidikan seks ditujukan untuk mereka berdua dalam keluarga. Bagaimana sebuah keluarga itu mampu mendidik anak laki-lakinya dan anak perempuannya. Apabila mereka mampu mendidiknya dengan nilai-nilai ke-Islaman, yang intinya adalah keimanan.

Apabila dalam rumah tangga itu mampu mentransformasi nilai-nilai keimanan kepada anak-anaknya, Insyaallah di luar rumah mereka memiliki daya imunisasi terhadap godaan-godaan. Yang terjadi sekarang adalah banyaknya laki-laki yang senang melihat wanita-wanita yang berpakaian seronok. Karena mereka tidak terdidik didalam rumahnya. Begitu perempuannya, karena memang dari rumahnya mereka tidak diberikan contoh berpakaian yang baik.

Oleh karena itu Islam memberikan solusi dua arah, yaitu bagaimana laki-laki menjaga pandangan dan bagaimana perempuan menutup auratnya. Jadi kedua-duanya diperlakukan secara seimbang dan bersama-sama memiliki jalan keluarnya.

Kalau kita melihat contoh paling mulia dan terjadi di masa Rasulullah adalah bagaimana pemuda-pemudanya itu karena memiliki keimanan yang kuat mampu mempertahankan dan membela sahabiat-sahabiatnya.

Contohnya, terjadinya perang Qainuqa, berawal dari seorang sahabat yang mendengar jeritan seorang wanita. Sahabat ini (seorang pemuda) yang memiliki keimanan, spontan membelanya. “Mana laki-laki yang berbuat kurang ajar terhadap saudaraku itu”

Tak tanggung-tanggung, si lelaki Yahudi yang tukang emas itu dibunuh, karena emosi, telah merusak kehormatan orang lain sesama muslim. Ketika temannya itu dibunuh, yang lain teman-teman Yahudi ikut membunuh sahabat tersebut. Akhirnya sampai kepada Rasul, sampai diusirnya Yahudi Bani Qainuqa, sampai terjadi perang Qainuqa. Perang ini berawal dari kejahilan si Yahudi Qainuqa.

Islam memberikan pendidikan kepada anak-anak tidak hanya untuk mampu melindungi dirinya sendiri, tapi juga untuk mampu memberikan perlindungan kepada orang lain, karena tiap Muslim itu bersaudara.

Jumat, 01 Maret 2013

19 Sunnah Yang Jarang Dikerjakan Kaum Muslimin



Sunnah adalah segala sesuatu yang diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam baik perkataan, perbuatan, ataupun persetujuan. Sunnah juga berarti sesuatu yang pelakunya mendapat pahala dan tidak ada dosa bagi yang meninggalkannya. Di antara perbuatan sunnah yang jarang dilakukan kaum muslimin adalah sebagai berikut:

1. Mendahulukan Kaki Kanan Saat Memakai Sandal Dan Kaki Kiri Saat Melepasnya

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallambersabda, “Jika kalian memakai sandal maka dahulukanlah kaki kanan, dan jika melepaskannya, maka dahulukanlah kaki kiri. Jika memakainya maka hendaklah memakai keduanya atau tidak memakaikeduanya sama sekali.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

2. Menjaga Dan Memelihara Wudhu

Diriwayatkan dari Tsauban Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,“Istiqamahlah (konsistenlah) kalian semua (dalam menjalankan perintah Allah) dan kalian tidak akan pernah dapat menghitung pahala yang akan Allah berikan. Ketahuilah bahwa sebaik-baik perbuatan adalah shalat, dan tidak ada yang selalu memelihara wudhunya kecuali seorang mukmin.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

3. Bersiwak (Menggosok Gigi dengan Kayu Siwak)

Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anha bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,“Siwak dapat membersihkan mulut dan sarana untuk mendapatkan ridha Allah.” (HR. Ahmad dan An-Nasa`i)

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam juga bersabda, “Andaikata tidak memberatkan umatku niscaya aku memerintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak shalat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Bersiwak disunnahkan setiap saat, tetapi lebih sunnah lagi saat hendak berwudhu, shalat, membaca Al-Qur`an, saat bau mulut berubah, baik saat berpuasa ataupun tidak, pagi maupun sore, saat bangun tidur, dan hendak memasuki rumah.

Bersiwak merupakan perbuatan sunnah yang hampir tidak pernah dilakukan oleh banyak orang, kecuali yang mendapatkan rahmat dari Allah. Untuk itu, wahai saudaraku, belilah kayu siwak untuk dirimu dan keluargamu sehingga kalian bisa menghidupkan sunnah ini kembali dan niscaya kalian akan mendapatkan pahala yang sangat besar.

4. Shalat Istikharah

Diriwayatkan dari Jabir Radhiyallahu Anhu bahwa ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallammengajarkan kepada kita tata cara shalat istikharah untuk segala urusan, sebagaimana beliau mengajarkan surat-surat Al-Qur`an kepada kami.” (HR. Al-Bukhari)

Oleh karena itu, lakukanlah shalat ini dan berdoalah dengan doa yang sudah lazim diketahui dalam shalat istikharah.

5. Berkumur-Kumur Dan Menghirup Air dengan Hidung Dalam Satu Cidukan Telapak TanganKetika Berwudhu

Diriwayatkan dari Abdullah bin Zaid Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallamberkumur-kumur dan menghirup air dengan hidung secara bersamaan dari satu ciduk air dan itu dilakukan sebanyak tiga kali. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

6. Berwudhu Sebelum Tidur Dan Tidur Dengan Posisi Miring Ke Kanan

Diriwayatkan dari Al-Barra’ bin Azib Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallambersabda, “Jika kamu hendak tidur, maka berwudhulah seperti hendak shalat, kemudian tidurlah dengan posisi miring ke kanan dan bacalah, ‘Ya Allah, Aku pasrahkan jiwa ragaku kepada-Mu, aku serahkan semua urusanku kepada-Mu, aku lindungkan punggungku kepada-Mu, karena cinta sekaligus takut kepada-Mu, tiada tempat berlindung mencari keselamatan dari (murka)-Mu kecuali kepada-Mu, aku beriman dengan kitab yang Engkau turunkan dan dengan nabi yang Engkau utus’. Jika engkau meninggal, maka engkau meninggal dalam keadaan fitrah. Dan usahakanlah doa ini sebagai akhir perkataanmu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

7. Berbuka Puasa Dengan Makanan Ringan

Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallamberbuka puasa sebelum shalat maghrib dengan beberapa kurma basah. Jika tidak ada maka dengan beberapa kurma kering. Jika tidak ada, maka beliau hanya meminum beberapa teguk air.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

8. Sujud Syukur Saat Mendapatkan Nikmat Atau Terhindar Dari Bencana

Sujud ini hanya sekali dan tidak terikat oleh waktu. Diriwayatkan dari Abu Bakrah Radhiyallahu Anhu ia berkata, “Jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapatkan sesuatu yang menyenangkan atau disampaikan kabar gembira maka beliau langsung sujud dalam rangka bersyukur kepada Allah.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

9. Tidak Begadang Dan Segera Tidur Selesai Shalat Isya`

Hal ini berlaku jika tidak ada keperluan saat begadang. Tetapi jika ada keperluan, seperti belajar, mengobati orang sakit dan lain-lain maka itu diperbolehkan. Dalam hadits shahih dinyatakan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak suka tidur sebelum shalat isya` dan tidak suka begadang setelah shalat isya`.

10. Mengikuti Bacaan Muadzin

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr Radhiyallahu Anhu bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan oleh muadzin, kemudian bershalawatlah kepadaku. Barangsiapa yang bershalawat kepadaku, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali. Kemudian mintakan wasilah untukku, karena wasilah merupakan tempat di surga yang tidak layak kecuali bagi seorang hamba Allah dan aku berharap agar akulah yang mendapatkannya. Barangsiapa yang memintakan wasilah untukku maka ia akan mendapatkan syafaatku (di akhirat kelak).” (HR. Muslim)

11. Berlomba-Lomba Untuk Mengumandangkan Adzan, Bersegera Menuju Shalat, Serta Berupaya Untuk Mendapatkan Shaf Pertama.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallambersabda, “Andaikata umat manusia mengetahui pahala di balik adzan dan berdiri pada shaf pertama kemudian mereka tidak mendapatkan bagian kecuali harus mengadakan undian terlebih dahulu niscaya mereka membuat undian itu. Andaikata mereka mengetahui pahala bergegas menuju masjid untuk melakukan shalat, niscaya mereka akan berlomba-lomba melakukannya. Andaikata mereka mengetahui pahala shalat isya dan subuh secara berjamaah, niscaya mereka datang meskipun dengan merangkak.”(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

12. Meminta Izin Tiga Kali Ketika Bertamu

Jika tidak mendapatkan izin dari tuan rumah, maka konsekuensinya anda harus pergi. Namun, banyak sekali orang yang marah-marah jika mereka bertamu tanpa ada perjanjian sebelumnya, lalu pemilik rumah tidak mengizinkannya masuk. Mereka tidak bisa memaklumi, mungkin pemilik rumah memiliki uzur sehingga tidak bisa memberi izin. Allah Ta’ala berfirman, “Dan jika dikatakan kepadamu, “Kembalilah!” Maka (hendaklah) kamu kembali. Itu lebih suci bagimu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. An-Nuur: 28)

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Adab meminta izin itu hanya tiga kali, jika tidak diizinkan maka seseorang harus pulang.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

12. Mengibaskan Seprai Saat Hendak Tidur

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallambersabda, “Jika kalian hendak tidur, maka hendaknya dia mengambil ujung seprainya, lalu mengibaskannya dengan membaca basmallah, karena dia tidak mengetahui apa yang akan terjadi di atas kasurnya. Jika dia hendak merebahkan tubuhnya, maka hendaknya dia mengambil posisi tidur miring ke kanan dan membaca, “Maha Suci Engkau, ya Allah, Rabbku, dengan-Mu aku merebahkan tubuhku, dan dengan-Mu pula aku mengangkatnya. Jika Engkau menahan nyawaku, maka ampunkanlah ia, dan jika Engkau melepasnya, maka lindungilah ia dengan perlindungan-Mu kepada hamba-hamba-Mu yang shalih.” (HR. Muslim)

13. Meruqyah Diri Dan Keluarga

Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anha bahwa ia berkata, “Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam senantiasa meruqyah dirinya dengan doa-doa perlindungan ketika sakit, yaitu pada sakit yang menyebabkan wafatnya beliau. Saat beliau kritis, akulah yang meruqyah beliau dengan doa tersebut, lalu aku mengusapkan tangannya ke anggota tubuhnya sendiri, karena tangan itu penuh berkah.” (HR. Al-Bukhari)

14. Berdoa Saat Memakai Pakaian Baru

Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu Anhu ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam jika mengenakan pakaian baru, maka beliau menamai pakaian itu dengan namanya, baik itu baju, surban, selendang ataupun jubah, kemudian beliau membaca, “Ya Allah, hanya milik-Mu semua pujian itu, Engkau telah memberiku pakaian, maka aku mohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan tujuannya dibuat, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan tujuannya dibuat.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

15. Mengucapkan Salam Kepada Semua Orang Islam Termasuk Anak Kecil

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru Radhiyallahu Anhu, ia menceritakan, ”Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, ‘Apa ciri keislaman seseorang yang paling baik?’Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjawab, ‘Kamu memberikan makanan (kepada orang yang membutuhkan) dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan orang yang tidak kamu kenal.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Diriwayatkan dari Anas Radhiyallahu Anhu bahwa ia menuturkan, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berjalan melewati kumpulan anak-anak, lalu beliau mengucapkan salam kepada mereka semua.”(HR. Muslim)

16. Berwudhu Sebelum Mandi Besar (Mandi Junub)

Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anhu, “Jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ingin mandi besar, maka beliau membasuh tangannya terlebih dahulu, lalu berwudhu seperti hendak shalat, kemudian memasukkan jemarinya ke air dan membasuh rambutnya dengan air. Selanjutnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menuangkan air tiga ciduk ke kepalanya dengan menggunakan tangannya, lalu mengguyur semua bagian tubuhnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

17. Membaca ‘Amin’ Dengan Suara Keras Saat Menjadi Makmum

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallambersabda, “Jika imam membaca “Amin” maka kalian juga harus membaca “Amin” karena barangsiapa yang bacaan Amin-nya bersamaan dengan bacaan malaikat maka diampunkan dosa-dosanya yang telah berlalu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa kaum salafus-shalih mengeraskan bacaan “Amin” sehingga masjid bergemuruh.

18. Mengeraskan Suara Saat Membaca Zikir Setelah Shalat

Di dalam kitab Shahih Al-Bukhari disebutkan, “Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma mengatakan, mengeraskan suara dalam berzikir setelah orang-orang selesai melaksanakan shalat wajib telah ada sejak zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Ibnu Abbas juga mengatakan, “Aku mengetahui orang-orang telah selesai melaksanakan shalat karena mendengar zikir mereka.” (HR. Al-Bukhari)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Disunnahkan mengeraskan suara saat membaca tasbih, tahmid dan takbir setelah shalat.”

Sunnah ini tidak dilakukan di banyak masjid sehingga tidak dapat dibedakan apakah imam sudah salam atau belum, karena suasananya sepi dan hening. Caranya adalah imam dan makmum mengeraskan bacaan tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah) dan takbir (Allahu Akbar) secara sendiri-sendiri, bukan satu komando dan satu suara. Adapun mengeraskan suara ketika berzikir dengan satu komando, satu suara dan dipimpin oleh imam maka dalam hal ini terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Ada yang mengatakan sunnah secara mutlak, ada yang memandang sunnah dengan syarat-syarat tertentu dan ada pula yang mengatakan bahwa zikir berjamaah adalah perbuatan bid’ah.

19. Membuat Pembatas Saat Sedang Shalat Fardhu Atau Shalat Sunnah

Diriwayatkan dari Abu Said al-Kudri Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallambersabda, “Ketika kalian hendak shalat, maka buatlah pembatas di depannya dan majulah sedikit, dan janganlah membiarkan seseorang lewat di depannya. Jika ada orang yang sengaja lewat di depannya, maka hendaknya dia menghalanginya karena orang itu adalah setan.” (HR. Abu dawud dan Ibnu Majah)

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma, ia berkata, “Rasulullah menancapkan tombak di depannya, lalu shalat di belakang tongkat itu.” (HR. Al-Bukhari)

Sunnah ini sering diabaikan, terutama saat melakukan shalat sunnah.

Wahai saudaraku! Jadilah seperti orang yang diungkapkan oleh Abdurrahman bin Mahdi, “Aku mendengar Sufyan berkata, ‘Tiada satu hadits pun yang sampai kepadaku kecuali aku mengamalkannya meskipun hanya sekali.”

Muslim bin Yasar mengatakan, “Aku pernah melakukan shalat dengan memakai sandal padahal shalat tanpa sandal sangat mudah dilakukan. Aku melakukan itu hanya ingin menjalankan sunnah RasulShallallahu Alaihi wa Sallam.”

Ibnu Rajab menuturkan, “Orang yang beramal sesuai ajaran Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,meskipun amal itu sangat kecil, maka itu akan lebih baik daripada orang yang beramal tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam meskipun dia sangat bersungguh-sungguh.”

Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang mengikuti sunnah rasul-Mu dan mengikuti jejaknya. Ya Allah, kumpulkanlah kami dan kedua orang tua kami bersamanya di surga wahai Tuhan Yang Maha Pengasih.

Sumber : Asalasah
19 Sunnah Yang Jarang Dikerjakan Kaum Muslimin

Sunnah adalah segala sesuatu yang diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam baik perkataan, perbuatan, ataupun persetujuan. Sunnah juga berarti sesuatu yang pelakunya mendapat pahala dan tidak ada dosa bagi yang meninggalkannya. Di antara perbuatan sunnah yang jarang dilakukan kaum muslimin adalah sebagai berikut:

1. Mendahulukan Kaki Kanan Saat Memakai Sandal Dan Kaki Kiri Saat Melepasnya

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallambersabda, “Jika kalian memakai sandal maka dahulukanlah kaki kanan, dan jika melepaskannya, maka dahulukanlah kaki kiri. Jika memakainya maka hendaklah memakai keduanya atau tidak memakaikeduanya sama sekali.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

2. Menjaga Dan Memelihara Wudhu

Diriwayatkan dari Tsauban Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,“Istiqamahlah (konsistenlah) kalian semua (dalam menjalankan perintah Allah) dan kalian tidak akan pernah dapat menghitung pahala yang akan Allah berikan. Ketahuilah bahwa sebaik-baik perbuatan adalah shalat, dan tidak ada yang selalu memelihara wudhunya kecuali seorang mukmin.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

3. Bersiwak (Menggosok Gigi dengan Kayu Siwak)

Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anha bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,“Siwak dapat membersihkan mulut dan sarana untuk mendapatkan ridha Allah.” (HR. Ahmad dan An-Nasa`i)

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam juga bersabda, “Andaikata tidak memberatkan umatku niscaya aku memerintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak shalat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Bersiwak disunnahkan setiap saat, tetapi lebih sunnah lagi saat hendak berwudhu, shalat, membaca Al-Qur`an, saat bau mulut berubah, baik saat berpuasa ataupun tidak, pagi maupun sore, saat bangun tidur, dan hendak memasuki rumah.

Bersiwak merupakan perbuatan sunnah yang hampir tidak pernah dilakukan oleh banyak orang, kecuali yang mendapatkan rahmat dari Allah. Untuk itu, wahai saudaraku, belilah kayu siwak untuk dirimu dan keluargamu sehingga kalian bisa menghidupkan sunnah ini kembali dan niscaya kalian akan mendapatkan pahala yang sangat besar.

4. Shalat Istikharah

Diriwayatkan dari Jabir Radhiyallahu Anhu bahwa ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallammengajarkan kepada kita tata cara shalat istikharah untuk segala urusan, sebagaimana beliau mengajarkan surat-surat Al-Qur`an kepada kami.” (HR. Al-Bukhari)

Oleh karena itu, lakukanlah shalat ini dan berdoalah dengan doa yang sudah lazim diketahui dalam shalat istikharah.

5. Berkumur-Kumur Dan Menghirup Air dengan Hidung Dalam Satu Cidukan Telapak TanganKetika Berwudhu

Diriwayatkan dari Abdullah bin Zaid Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallamberkumur-kumur dan menghirup air dengan hidung secara bersamaan dari satu ciduk air dan itu dilakukan sebanyak tiga kali. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

6. Berwudhu Sebelum Tidur Dan Tidur Dengan Posisi Miring Ke Kanan

Diriwayatkan dari Al-Barra’ bin Azib Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallambersabda, “Jika kamu hendak tidur, maka berwudhulah seperti hendak shalat, kemudian tidurlah dengan posisi miring ke kanan dan bacalah, ‘Ya Allah, Aku pasrahkan jiwa ragaku kepada-Mu, aku serahkan semua urusanku kepada-Mu, aku lindungkan punggungku kepada-Mu, karena cinta sekaligus takut kepada-Mu, tiada tempat berlindung mencari keselamatan dari (murka)-Mu kecuali kepada-Mu, aku beriman dengan kitab yang Engkau turunkan dan dengan nabi yang Engkau utus’. Jika engkau meninggal, maka engkau meninggal dalam keadaan fitrah. Dan usahakanlah doa ini sebagai akhir perkataanmu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

7. Berbuka Puasa Dengan Makanan Ringan

Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallamberbuka puasa sebelum shalat maghrib dengan beberapa kurma basah. Jika tidak ada maka dengan beberapa kurma kering. Jika tidak ada, maka beliau hanya meminum beberapa teguk air.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

8. Sujud Syukur Saat Mendapatkan Nikmat Atau Terhindar Dari Bencana

Sujud ini hanya sekali dan tidak terikat oleh waktu. Diriwayatkan dari Abu Bakrah Radhiyallahu Anhu ia berkata, “Jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapatkan sesuatu yang menyenangkan atau disampaikan kabar gembira maka beliau langsung sujud dalam rangka bersyukur kepada Allah.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

9. Tidak Begadang Dan Segera Tidur Selesai Shalat Isya`

Hal ini berlaku jika tidak ada keperluan saat begadang. Tetapi jika ada keperluan, seperti belajar, mengobati orang sakit dan lain-lain maka itu diperbolehkan. Dalam hadits shahih dinyatakan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak suka tidur sebelum shalat isya` dan tidak suka begadang setelah shalat isya`.

10. Mengikuti Bacaan Muadzin

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr Radhiyallahu Anhu bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan oleh muadzin, kemudian bershalawatlah kepadaku. Barangsiapa yang bershalawat kepadaku, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali. Kemudian mintakan wasilah untukku, karena wasilah merupakan tempat di surga yang tidak layak kecuali bagi seorang hamba Allah dan aku berharap agar akulah yang mendapatkannya. Barangsiapa yang memintakan wasilah untukku maka ia akan mendapatkan syafaatku (di akhirat kelak).” (HR. Muslim)

11. Berlomba-Lomba Untuk Mengumandangkan Adzan, Bersegera Menuju Shalat, Serta Berupaya Untuk Mendapatkan Shaf Pertama.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallambersabda, “Andaikata umat manusia mengetahui pahala di balik adzan dan berdiri pada shaf pertama kemudian mereka tidak mendapatkan bagian kecuali harus mengadakan undian terlebih dahulu niscaya mereka membuat undian itu. Andaikata mereka mengetahui pahala bergegas menuju masjid untuk melakukan shalat, niscaya mereka akan berlomba-lomba melakukannya. Andaikata mereka mengetahui pahala shalat isya dan subuh secara berjamaah, niscaya mereka datang meskipun dengan merangkak.”(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

12. Meminta Izin Tiga Kali Ketika Bertamu

Jika tidak mendapatkan izin dari tuan rumah, maka konsekuensinya anda harus pergi. Namun, banyak sekali orang yang marah-marah jika mereka bertamu tanpa ada perjanjian sebelumnya, lalu pemilik rumah tidak mengizinkannya masuk. Mereka tidak bisa memaklumi, mungkin pemilik rumah memiliki uzur sehingga tidak bisa memberi izin. Allah Ta’ala berfirman, “Dan jika dikatakan kepadamu, “Kembalilah!” Maka (hendaklah) kamu kembali. Itu lebih suci bagimu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. An-Nuur: 28)

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Adab meminta izin itu hanya tiga kali, jika tidak diizinkan maka seseorang harus pulang.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

12. Mengibaskan Seprai Saat Hendak Tidur

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallambersabda, “Jika kalian hendak tidur, maka hendaknya dia mengambil ujung seprainya, lalu mengibaskannya dengan membaca basmallah, karena dia tidak mengetahui apa yang akan terjadi di atas kasurnya. Jika dia hendak merebahkan tubuhnya, maka hendaknya dia mengambil posisi tidur miring ke kanan dan membaca, “Maha Suci Engkau, ya Allah, Rabbku, dengan-Mu aku merebahkan tubuhku, dan dengan-Mu pula aku mengangkatnya. Jika Engkau menahan nyawaku, maka ampunkanlah ia, dan jika Engkau melepasnya, maka lindungilah ia dengan perlindungan-Mu kepada hamba-hamba-Mu yang shalih.” (HR. Muslim)

13. Meruqyah Diri Dan Keluarga

Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anha bahwa ia berkata, “Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam senantiasa meruqyah dirinya dengan doa-doa perlindungan ketika sakit, yaitu pada sakit yang menyebabkan wafatnya beliau. Saat beliau kritis, akulah yang meruqyah beliau dengan doa tersebut, lalu aku mengusapkan tangannya ke anggota tubuhnya sendiri, karena tangan itu penuh berkah.” (HR. Al-Bukhari)

14. Berdoa Saat Memakai Pakaian Baru

Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu Anhu ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam jika mengenakan pakaian baru, maka beliau menamai pakaian itu dengan namanya, baik itu baju, surban, selendang ataupun jubah, kemudian beliau membaca, “Ya Allah, hanya milik-Mu semua pujian itu, Engkau telah memberiku pakaian, maka aku mohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan tujuannya dibuat, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan tujuannya dibuat.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

15. Mengucapkan Salam Kepada Semua Orang Islam Termasuk Anak Kecil

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru Radhiyallahu Anhu, ia menceritakan, ”Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, ‘Apa ciri keislaman seseorang yang paling baik?’Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjawab, ‘Kamu memberikan makanan (kepada orang yang membutuhkan) dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan orang yang tidak kamu kenal.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Diriwayatkan dari Anas Radhiyallahu Anhu bahwa ia menuturkan, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berjalan melewati kumpulan anak-anak, lalu beliau mengucapkan salam kepada mereka semua.”(HR. Muslim)

16. Berwudhu Sebelum Mandi Besar (Mandi Junub)

Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anhu, “Jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ingin mandi besar, maka beliau membasuh tangannya terlebih dahulu, lalu berwudhu seperti hendak shalat, kemudian memasukkan jemarinya ke air dan membasuh rambutnya dengan air. Selanjutnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menuangkan air tiga ciduk ke kepalanya dengan menggunakan tangannya, lalu mengguyur semua bagian tubuhnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

17. Membaca ‘Amin’ Dengan Suara Keras Saat Menjadi Makmum

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallambersabda, “Jika imam membaca “Amin” maka kalian juga harus membaca “Amin” karena barangsiapa yang bacaan Amin-nya bersamaan dengan bacaan malaikat maka diampunkan dosa-dosanya yang telah berlalu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa kaum salafus-shalih mengeraskan bacaan “Amin” sehingga masjid bergemuruh.

18. Mengeraskan Suara Saat Membaca Zikir Setelah Shalat

Di dalam kitab Shahih Al-Bukhari disebutkan, “Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma mengatakan, mengeraskan suara dalam berzikir setelah orang-orang selesai melaksanakan shalat wajib telah ada sejak zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Ibnu Abbas juga mengatakan, “Aku mengetahui orang-orang telah selesai melaksanakan shalat karena mendengar zikir mereka.” (HR. Al-Bukhari)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Disunnahkan mengeraskan suara saat membaca tasbih, tahmid dan takbir setelah shalat.”

Sunnah ini tidak dilakukan di banyak masjid sehingga tidak dapat dibedakan apakah imam sudah salam atau belum, karena suasananya sepi dan hening. Caranya adalah imam dan makmum mengeraskan bacaan tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah) dan takbir (Allahu Akbar) secara sendiri-sendiri, bukan satu komando dan satu suara. Adapun mengeraskan suara ketika berzikir dengan satu komando, satu suara dan dipimpin oleh imam maka dalam hal ini terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Ada yang mengatakan sunnah secara mutlak, ada yang memandang sunnah dengan syarat-syarat tertentu dan ada pula yang mengatakan bahwa zikir berjamaah adalah perbuatan bid’ah.

19. Membuat Pembatas Saat Sedang Shalat Fardhu Atau Shalat Sunnah

Diriwayatkan dari Abu Said al-Kudri Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallambersabda, “Ketika kalian hendak shalat, maka buatlah pembatas di depannya dan majulah sedikit, dan janganlah membiarkan seseorang lewat di depannya. Jika ada orang yang sengaja lewat di depannya, maka hendaknya dia menghalanginya karena orang itu adalah setan.” (HR. Abu dawud dan Ibnu Majah)

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma, ia berkata, “Rasulullah menancapkan tombak di depannya, lalu shalat di belakang tongkat itu.” (HR. Al-Bukhari)

Sunnah ini sering diabaikan, terutama saat melakukan shalat sunnah.

Wahai saudaraku! Jadilah seperti orang yang diungkapkan oleh Abdurrahman bin Mahdi, “Aku mendengar Sufyan berkata, ‘Tiada satu hadits pun yang sampai kepadaku kecuali aku mengamalkannya meskipun hanya sekali.”

Muslim bin Yasar mengatakan, “Aku pernah melakukan shalat dengan memakai sandal padahal shalat tanpa sandal sangat mudah dilakukan. Aku melakukan itu hanya ingin menjalankan sunnah RasulShallallahu Alaihi wa Sallam.”

Ibnu Rajab menuturkan, “Orang yang beramal sesuai ajaran Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,meskipun amal itu sangat kecil, maka itu akan lebih baik daripada orang yang beramal tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam meskipun dia sangat bersungguh-sungguh.”

Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang mengikuti sunnah rasul-Mu dan mengikuti jejaknya. Ya Allah, kumpulkanlah kami dan kedua orang tua kami bersamanya di surga wahai Tuhan Yang Maha Pengasih.

Sumber : Asalasah

Senin, 25 Februari 2013

Dunia Muallaf...Alhamdulillah


Dunia Muallaf...Alhamdulillah
Paus Yohannes II masuk Islam Paus Yohannes II, atau yang akrab
dipanggil Sri Paus, pimpinan umat
Katholik sedunia melakukan pidato resmi
Vatikan kepada dunia internasional
mengenai sikap resminya terhadap
konflik berdarah Israel-Palestina di Timur Tengah yang kembali memanas
belakangan ini. Namun apa yang
kemudian dikatakannya di depan ribuan
umat Katholik itu ternyata benar-benar
merupakan peristiwa yang sangat
mengejutkan! Bahkan boleh dikatakan sebagai "berita abad ini". Ibarat petir di
siang bolong, pada pukul 17.00 waktu
setempat, Sri Paus mengumumkan
kepada seluruh dunia bahwa mulai saat
itu, detik itu, beliau menyatakan dirinya
masuk ke dalam agama Islam. Saking mengagetkannya pengumuman
tersebut, 16 orang di antara ribuan umat
yang mendengarkan pidato langsung Sri
Paus langsung dilarikan ke rumah sakit
karena mendapat serangan jantung
mendadak. Hanya 5 nyawa di antara mereka yang berhasil diselamatkan.
Ketika Sri Paus mengatakan sikapnya
dalam pidato tanpa teksnya tersebut,
semua umat nampak begitu serius
mendengarkan. Beberapa pimpinan
Vatikan nampak seperti tidak terlalu kaget, bahkan beberapa di antara
mereka yang mendengarkan pidato Sri
Paus tersebut sedang memegang
sesuatu. Mungkin banyak umat Katholik
di hadapan Sri Paus yang heran dengan
benda apa yang dipegang oleh beberapa Kardinal dan pimpinan Vatikan itu.
Ternyata mereka sedang memegang
tasbih, sambil mulutnya terlihat seperti
sedang membacakan ayat-ayat. Ternyata
para pimpinan dan pengurus Vatikan
semua sudah tahu bahwa semenjak beberapa bulan terakhir, Sri Paus bahkan
sudah mulai melakukan sholat dan
puasa. Dan itu juga dilakukan bersama-
sama dengan mereka semuanya. Inilah
selengkapnya pidato Sri Paus tersebut,
yang setelah jadi mu'allaf, namanya telah berubah menjadi Ahmad Sri Paus
(supaya umatnya tidak terlalu kaget,
maka Ahmad Sri Paus tidak
mengucapkan salam sebelum memulai
pidatonya): "Yang terhormat umatku, yang berada
dalam Kasih Tuhan. Hari ini adalah hari
minggu yang cerah. Tujuan saya berdiri
di podium ini, tak lain adalah untuk
membuat pengumuman penting yang
harus saya umumkan ke seluruh penjuru dunia saat ini juga. Yang mana menurut
saya, semakin saya tutup-tutupi apa
yang ingin saya kemukakan itu justru
akan semakin tidak baik. Ini semua
berkaitan dengan pilihan jiwa dan hati
nurani saya. Sudah selama puluhan tahun kalian semua mengetahui bahwa
saya adalah seorang pemeluk agama
Katholik yang ta'at. Bahkan saya adalah
pemimpin umat Katholik di seluruh
dunia, sekaligus sebagai wakil Tuhan di
dunia ini, atau Ficarius Filii Dei. Saya mewakili urusan Allah untuk dunia ini,
memberikan amnesti, abolisi dan grasi
atas ummat manusia yang berdosa
dengan mandat sepenuhnya dari Allah". "Namun mulai kini saya tak mampu
berdusta lagi. Sesungguhnya sejak
puluhan tahun lalu saya sudah tak
meyakini lagi kebenaran dari Agama
Katholik ini. Karena semakin saya
mendalami Alkitab, semakin jelas pula kesalahan-kesalahan yang saya temukan
dalam kitab ini. Maka itu, saya berusaha
membandingkannya dengan kitab-kitab
suci yang lain. Dengan kitab Injilnya
Kristen Protestant, malah semakin rusak.
Dengan kitab Wedhanya umat Hindhu, Tuhannya juga ada 3. Barulah ketika
saya mulai membaca Al'Qur'anul Karim,
saya tahu apa yang selama ini
sebetulnya saya cari-cari." (Ribuan umat yang berada di hadapan Sri
Paus nampak bingung dan saling
bertanya-tanya). Kemudian Sri Paus
melanjutkan ucapannya: "Tapi ketika itu saya masih takut dengan
ancaman yang mungkin saya terima jika
saya nekat keluar dari Agama Katholik.
Namun kini saya berani mengambil
keputusan penting ini. Saya tak akan
takut lagi pada ancaman pembunuhan yang mungkin akan segera saya hadapi.
Saya hanya ingin hidup tenang, terutama
jiwa-spiritual saya. Saya sangat
berhadap agar umat Agama Kristen,
Kristen apapun itu tak akan membunuh
saya hanya karena pilihan hidup pribadi saya ini. Saya sudah tua, sudah udzur.
Bahkan tubuh saya pun sudah bongkok." (Sampai di sini, beberapa umat nampak
mulai menitikkan air mata karena
terharu). "Saya percaya Allah itu satu. Dan saya
juga percaya bahwa Nabi Muhammad itu
adalah utusan-Nya. Asyhadu Allaaa ilaaa
ha illallaaah, wa asyhaduannaaa
muhammadur rasullullaaaah (Ahmad Sri
Paus mengucapkannya dengan terbata- bata). Saya tahu konskwensi dan
mungkin reaksi dari umat Kristen di
seluruh dunia kalau saya melakukan
pengumuman ini. Tapi saya terpaksa
melakukannya, minimal untuk diri saya
sendiri. Saya khawatir akan kehidupan saya di akhirat nanti bila tetap berada
dalam jeratan kekafiran." —

Paus Yohannes II masuk Islam Paus Yohannes II, atau yang akrab dipanggil Sri Paus, pimpinan umat Katholik sedunia melakukan pidato resmi Vatikan kepada dunia internasional mengenai sikap resminya terhadap konflik berdarah Israel-Palestina di Timur Tengah yang kembali memanas belakangan ini. Namun apa yang kemudian dikatakannya di depan ribuan umat Katholik itu ternyata benar-benar merupakan peristiwa yang sangat mengejutkan! Bahkan boleh dikatakan sebagai "berita abad ini". Ibarat petir di siang bolong, pada pukul 17.00 waktu setempat, Sri Paus mengumumkan kepada seluruh dunia bahwa mulai saat itu, detik itu, beliau menyatakan dirinya masuk ke dalam agama Islam. Saking mengagetkannya pengumuman tersebut, 16 orang di antara ribuan umat yang mendengarkan pidato langsung Sri Paus langsung dilarikan ke rumah sakit karena mendapat serangan jantung mendadak. Hanya 5 nyawa di antara mereka yang berhasil diselamatkan.
Ketika Sri Paus mengatakan sikapnya dalam pidato tanpa teksnya tersebut, semua umat nampak begitu  serius  mendengarkan. Beberapa pimpinan Vatikan nampak seperti tidak terlalu kaget, bahkan beberapa di antara mereka yang mendengarkan pidato Sri Paus tersebut sedang memegang sesuatu. Mungkin banyak umat Katholik di hadapan Sri Paus yang heran dengan benda apa yang dipegang oleh beberapa Kardinal dan pimpinan Vatikan itu. Ternyata mereka sedang memegang tasbih, sambil mulutnya terlihat seperti sedang membacakan ayat-ayat. Ternyata para pimpinan dan pengurus Vatikan semua sudah tahu bahwa semenjak beberapa bulan terakhir, Sri Paus bahkan sudah mulai melakukan sholat dan puasa. Dan itu juga dilakukan  bersama-sama dengan mereka semuanya. Inilah selengkapnya pidato Sri Paus tersebut, yang setelah jadi mu'allaf, namanya telah berubah menjadi Ahmad Sri Paus (supaya umatnya tidak terlalu kaget, maka Ahmad Sri Paus tidak mengucapkan salam sebelum memulai pidatonya): "Yang terhormat umatku, yang berada dalam Kasih Tuhan. Hari ini adalah hari minggu yang cerah. Tujuan saya berdiri di podium ini, tak lain adalah untuk membuat pengumuman penting yang harus saya umumkan ke seluruh penjuru dunia saat ini juga. Yang mana menurut saya, semakin saya tutup-tutupi apa yang ingin saya kemukakan itu justru akan semakin tidak baik. Ini semua berkaitan dengan pilihan jiwa dan hati nurani saya. Sudah selama puluhan tahun kalian semua mengetahui bahwa saya adalah seorang pemeluk agama Katholik yang ta'at. Bahkan saya adalah pemimpin umat Katholik di seluruh dunia, sekaligus sebagai wakil Tuhan di dunia ini, atau Ficarius Filii Dei. Saya mewakili urusan Allah untuk dunia ini, memberikan amnesti, abolisi dan grasi atas ummat manusia yang berdosa dengan mandat sepenuhnya dari Allah". "Namun mulai kini saya tak mampu berdusta lagi. Sesungguhnya sejak puluhan tahun lalu saya sudah tak meyakini lagi kebenaran dari Agama Katholik ini. Karena semakin saya mendalami Alkitab, semakin jelas pula kesalahan-kesalahan yang saya temukan dalam  kitab ini. Maka itu, saya berusaha membandingkannya dengan kitab-kitab suci yang lain. Dengan kitab Injilnya Kristen Protestant, malah semakin rusak. Dengan kitab Wedhanya umat Hindhu, Tuhannya juga ada 3. Barulah ketika saya mulai membaca Al'Qur'anul Karim, saya tahu apa yang selama ini sebetulnya saya cari-cari." (Ribuan umat yang berada di hadapan Sri Paus nampak bingung dan saling bertanya-tanya). Kemudian Sri Paus melanjutkan ucapannya: "Tapi ketika itu saya masih takut dengan ancaman yang mungkin saya terima jika saya nekat keluar dari Agama Katholik.
Namun kini saya berani mengambil keputusan penting ini. Saya tak akan takut lagi pada ancaman pembunuhan yang mungkin akan segera saya hadapi. Saya hanya ingin hidup tenang, terutama jiwa-spiritual saya. Saya sangat berhadap agar umat Agama Kristen, Kristen apapun itu tak akan membunuh saya hanya karena pilihan hidup pribadi saya ini. Saya sudah tua, sudah udzur. Bahkan tubuh saya pun sudah bongkok." (Sampai di sini, beberapa umat nampak mulai menitikkan air mata karena terharu). "Saya percaya Allah itu satu. Dan saya juga percaya bahwa Nabi Muhammad itu adalah utusan-Nya. Asyhadu Allaaa ilaaa ha illallaaah, wa asyhaduannaaa muhammadur rasullullaaaah (Ahmad Sri Paus mengucapkannya dengan terbata- bata). Saya tahu konskwensi dan mungkin reaksi dari umat Kristen di seluruh dunia kalau saya melakukan pengumuman ini. Tapi saya terpaksa melakukannya, minimal untuk diri saya sendiri. Saya khawatir akan kehidupan saya di akhirat nanti bila tetap berada dalam jeratan kekafiran." —

Kamis, 21 Februari 2013

SIFAT-SIFAT ALAMI WANITA (SUAMI WAJIB BACA)

SIFAT-SIFAT ALAMI WANITA (SUAMI WAJIB BACA)

> Wanita Ingin Didengarkan, kalau dia sedang marah, dengarkan saja, jangan diladeni. Karena jika diladeni, maka 7 hari 7 malam pun dia tahan bertengkar. (hehehe)

> Wanita Suka Kelembutan, jangan kasar padanya, karena dia akan jadi lebih kasar padamu, dan biasanya kasarnya sesuatu yang di luar dugaanmu.

> Wanita Suka Kejutan kecil, tak perlu memberikan intan berlian, sebagai tanda sayangmu padanya, tapi kecupan lembutmu di keningnya sepulang kerja akan mengobati lelahnya seharian dengan kesibukan rumah.

> Wanita Suka Memberi Lebih, jika kau memberinya beras, dia akan memberimu nasi, maka berikan dia kasih sayang yang tulus dalam hatimu, maka dia akan bersamamu selama hidupmu.

> Wanita Suka di Perhatikan dan Memberi Perhatian, jangan abaikan saat dia ulang tahun. Tak perlu kado istimewa, tapi ucapan selamat dan kecupan di keningnya, sudah menjadi kado buatnya, bahwa kau ingat hari lahirnya, dan saat dia memberikan sesuatu padamu, sebagai tanda kasihnya, jangan abaikan, karena dia akan merasa perhatiannya sia-sia padamu.

> Wanita Suka Dipuji dan Dirayu, saat sibuk bekerja, layangkan sms mesra untuknya, atau puji dan rayulah dia, terkadang kesibukan kerja dan hadirnya anak, membuat para suami mengabaikan lupa untuk memujinya. Padahal seiring waktu brjalan, hadirnya buah hati, justru semakin mengentalkan ikatan hati suami/isteri.

> Wanita Suka Kebersihan dan Keindahan, jangan heran jika dia kadang mengomel saat kamu meletakkan perabot rumah yang habis dipakai tidak dikembalikan ketempatnya semula. Pun saat dia mengomel baju yang habis kau pakai, tidak dimasukkan dalam keranjang baju kotor, tapi di lemari. Karena dia suka segala sesuatu bersih, rapi dan indah.

> Wanita Suka Menangis, nah, acapkali sesuatu hal yang sepele aja, apalagi menyangkut perasaannya, pasti dibawanya dalam tangis. Jangan abaikan ini, karena jika kau abaikan apalagi meninggalkannya pergi saat dia sedang menangis, maka kau akan kehilangan dirinya, selama hidupmu. Tak perlu banyak kata dalam menenangkannya, cukup kau angkat dagunya, tatap matanya, tersenyum dan meraihnya dalam pelukanmu, membiarkan sisa tangisnya tumpah di sana, maka dia akan ada di sisimu selama hidupnya... (sen)

LIKE THIS ---> https://www.facebook.com/nuhijab?fref=ts

=====

Follow twitter: @nuhijab

Bagikan tausiyah ini kepada teman-temanmu dengan meng-klik 'bagikan'/'share' dan undang teman-temanmu gabung dengan klik 'Invite Your Friends'


> Wanita Ingin Didengarkan, kalau dia sedang marah, dengarkan saja, jangan diladeni. Karena jika diladeni, maka 7 hari 7 malam pun dia tahan bertengkar. (hehehe)

> Wanita Suka Kelembutan, jangan kasar padanya, karena dia akan jadi lebih kasar padamu, dan biasanya kasarnya sesuatu yang di luar dugaanmu.

> Wanita Suka Kejutan kecil, tak perlu memberikan intan berlian, sebagai tanda sayangmu padanya, tapi kecupan lembutmu di keningnya sepulang kerja akan mengobati lelahnya seharian dengan kesibukan rumah.

> Wanita Suka Memberi Lebih, jika kau memberinya beras, dia akan memberimu nasi, maka berikan dia kasih sayang yang tulus dalam hatimu, maka dia akan bersamamu selama hidupmu.

> Wanita Suka di Perhatikan dan Memberi Perhatian, jangan abaikan saat dia ulang tahun. Tak perlu kado istimewa, tapi ucapan selamat dan kecupan di keningnya, sudah menjadi kado buatnya, bahwa kau ingat hari lahirnya, dan saat dia memberikan sesuatu padamu, sebagai tanda kasihnya, jangan abaikan, karena dia akan merasa perhatiannya sia-sia padamu.

> Wanita Suka Dipuji dan Dirayu, saat sibuk bekerja, layangkan sms mesra untuknya, atau puji dan rayulah dia, terkadang kesibukan kerja dan hadirnya anak, membuat para suami mengabaikan lupa untuk memujinya. Padahal seiring waktu brjalan, hadirnya buah hati, justru semakin mengentalkan ikatan hati suami/isteri.

> Wanita Suka Kebersihan dan Keindahan, jangan heran jika dia kadang mengomel saat kamu meletakkan perabot rumah yang habis dipakai tidak dikembalikan ketempatnya semula. Pun saat dia mengomel baju yang habis kau pakai, tidak dimasukkan dalam keranjang baju kotor, tapi di lemari. Karena dia suka segala sesuatu bersih, rapi dan indah.

> Wanita Suka Menangis, nah, acapkali sesuatu hal yang sepele aja, apalagi menyangkut perasaannya, pasti dibawanya dalam tangis. Jangan abaikan ini, karena jika kau abaikan apalagi meninggalkannya pergi saat dia sedang menangis, maka kau akan kehilangan dirinya, selama hidupmu. Tak perlu banyak kata dalam menenangkannya, cukup kau angkat dagunya, tatap matanya, tersenyum dan meraihnya dalam pelukanmu, membiarkan sisa tangisnya tumpah di sana, maka dia akan ada di sisimu selama hidupnya... (sen)

Rabu, 20 Februari 2013

@RASULULLAH againt, masih dalam keteladanan sang manusia teladan@



RUGI YANG NGAK BACA

Nabi Muhammad SAW adalah pemimpin dunia yang terbesar sepanjang sejarah. Karena kurang lebih dalam waktu 23 tahun, beliau telah menghasilkan beberapa karya besar yang belum pernah dicapai oleh pemimpin manapun di seluruh dunia sejak Nabi Adam as. Sampai sekarang. Karya besar tersebut antara lain :
  1.   (mengesaka...n Tuhan)
  2. Nabi Besar Muhammad saw. telah berhasil menjadikan bangsa Arab yang semula mempercayai Tuhan sebanyak 360 (berfaham polytheisme) menjadi bangsa yang memiliki keyakinan tauhid mutla
  3.  (kesatuan ummat)
  4. Nabi Besar Muhammad saw. telah berhasil menjadikan bangsa Arab yang semua selalu melakukan permusuhan dan peperangan antar suku dan antar kabilah, menjadi bangsa yang bersatu padu dalam ikatan keimanan dalam naungan agama Islam
  5. (kesatuan pemerintahan)
  6. Nabi Besar Muhammad saw. telah berhasil membimbing bangsa Arab yang selamanya belum pernah memiliki pemerintahan sendiri yang merdeka dan berdaulat, karena bangsa Arab adalah bangsa yang selalu dijajah oleh Persia dan Romawi, menjadi bangsa yang mampu mendirikan negara kesatuan yang terbentang luas mulai dari benua Afrika sampai Asia.
Salah satu kunci keberhasilan Nabi Muhammad itu adalah karena keteladanan beliau dalam memimpin. Sikap istiqomah Nabi Muhammadlah yang dapat memberikan keberhasilan dalam memimpin. Apakah istiqomah itu?? Istiqomah adalah upaya manusia dengan bersungguh-sungguh, gigih, konsisten untuk selalu menjalankan perintah-perintah-Nya, menjauhi segala larangan-Nya, sejalan dengan sunatullah serta ridha atas ketentuan-Nya yang berlaku, mengikuti akhlak Nabi Muhammad SAQ dan amal-amal kebaikan lainnya.
Di dalam Al-Qur’an istiqomah berkaitan dengan pengertian “ pendirian yang teguh dan kokoh” khususnya keteguhan hati pada pelaksanaan perintah dan larangan Allah. Seperti yang tercantum dalam firman Allah dalam QS 41:30
 
 

Selasa, 05 Februari 2013

Ayyuhal Ikhwah.. Min Huna Nabda' | Seruan untuk Kader dan yang 'Desertir'


Selasa, 05 Februari 2013




Ridlwan 




Malam ini (4/2) kita teruskan. Ini spesial untuk teman2 PKS di TL saya. Hastagnya #rindu saja ya biar gak kepanjangan

Bagi PKS haters, kalau anda tahan sih, bisa tahu model komunikasi ala PKS. Jika tidak ya mute /unfol / bully dll . Monggo sy ikhlas :)
  1. Sebelum dilanjutkan silahkan baca komentar orang luar soal tangis PKS di Kompasiana ini  >>> "Arti Tangisan Kader PKS Saat Mendengar Pidato Anis Matta".

  2. Akhuna, yang aku mencintaimu karena Allah, orang bilang tangis saat pidato Anis Matta itu tangisan buaya dan pura-pura.

  3. Sabarlah, mereka tak tahu bahwa tangis-tangis serupa kita teteskan hampir setiap minggu.

  4. Dalam lingkaran-lingkaran antar hati. Orang tak tahu, ini hubungan hati - ta'liful qulub.

  5. Dlm bisik rabithah sebelum kafaratul majelis terucap, bulir bulir tangis menetes. Itu sudah biasa. Mereka hanya tak faham.

  6. Mereka pikir, ini adalah partai politik, sama seperti parpol yang itu, yang disana, yang berpecah belah itu.

  7. Mereka duga ini parpol untuk mencari jabatan, menimbun kekayaan, lalu berpecah belah karena gengsi kalah posisi.

  8. Ah..lupakan sejenak komentar orang akhi, mari segera mengambil cermin.

  9. Ya ikhwati fillah, jamaah ini sedang sampai pada fase menjelang kemenangan. Fase mihnah yang terjal.

  10. Ustad Jumah Amin bin A Azis dalam manhaj al imam hasan al banna, ats tsawabit wal muthaghayirat sudah ingatkan…

  11. Riya, ghurur,congkak, merasa tinggi dan besar, itulah penyakit utama jamaah.

  12. Virus ambisi pribadi,suka menonjol, suka publisitas, dapat menggelincirkan.

  13. Apakah ini yg menimpa jamaah hari ini?

  14. Maka mari resapi betul pidato qiyadah (Presiden PKS), kita harus segera bertaubat, muhasabah total.

  15. Menangis di ujung malam, betapa semua amal kita ternyata mengandung ujub. Ingin dimulyakan oleh manusia.

  16. Menangis betapa kita kadang berbangga diri dengan kualitas amal yang pas-pasan. Lantas kita mengaku sdh beriman?

  17. Tapi, tangis dan sesal, bukanlah pelemah ya ikhwah.

  18. Tangis dan sesal adalah api energi. Dan cemoohan orang adalah bahan bakarnya.

  19. Tangis yang mengobarkan amal, yang melecut ruhul tadhiyah, jiwa berkorban.

  20. Antum sudah merasa berkorban? oh ya? apa yang sudah antum beri? apa yang sudah engkau korbankan? hebat ya?

  21. Sadarlah akhuna, kita hanyalah sekrup kecil. Hanya debu di sela-sela batu bata peradaban yg sdg ditata.

  22. Menagih imbalan, menghitung peran, itulah virus jamaah akhi. Mari kita sapu bersih. Ctrl Alt Del.

  23. Jika dengan kasus LHI ini, bi idznillah, membuat PKS hanya dapat 1 % suara, apa antum lalu gentar dan berpaling?

  24. Bahkan jika PKS dibubarkan, dianggap terlarang, lalu antum dikejar2 utk dipenjarakan apa antum menyesal?

  25. Bagi mereka yg sudah menjabatkan tangan, pasti paham, memilih jalan dakwah pasti bertemu mihnah.

  26. Tapi mereka selalu ingat janji Allah : Wa Innal Jundana Lahumul gholibun (37 : 173)

  27. “Dan sesungguhnya Tentara Kami itulah yang menang”, hanya tentara Allah yang menang akhi, ingat!

  28. Dalam ribuan caci dan hujan umpatan ini mari kita ingat pesan sahabat nabi yang terkenal...

  29. “Kekeruhan dalam jamaah lebih baik dari kebeningan dalam kesendirian”.

  30. Akhuna, yang aku mencintaimu karena Allah, tak usah larut dalam sedih, mari kita buktikan dengan berbenah.

  31. Seperti pesan para pendiri jamaah ini : jadilah rahib di waktu malam, dan penunggang kuda yang gagah di siang hari.

  32. Kita berjanji agar tetap berhimpun dalam ketaatan kepada Allah, Allah semata-mata. Iyyakana'budu wa iyyakanasta'in...

  33. Mungkin kt sudah lupa, liqo-liqo kita di emper jalan, dengan kartu-kartu remi yang kita siapkan dlm kondisi darurat.

  34. Agar ketika intel-intel Orba datang, mereka duga kita sedang bermain kartu, padahal sedang mengkaji ayat-ayat Allah.

  35. Mungkin kt sudah lupa, liqo-liqo kita dulu tanpa suguhan, hanya air putih, bahkan tiga tahu dibagi tujuh. Ingat akh?

  36. Atau memori itu tergantikan dg taklim di HOTEL JW Marriott dan berangkat dengan Alphard, atau Prado?

  37. Siapapun engkau sekarang, akhuna, kenang kembali saat saat indah masa lalu kita.

  38. Jadikan kenangan #rindu itu sebagai tambahan obor untuk mencari pintu lorong, dalam jamaah yang sedang diserang kegelapan ini.

  39. Bersiapsiagalah, seperti dalam mukhoyam kita saroya, kita siaga menunggu instruksi muddarib di tengah malam.

  40. Dan untuk saudaraku, yang tertinggal kereta dakwah, di stasiun-stasiun desertir…Mari kembali, min huna nabda' ..

  41. Tegakah antum mengetahui kereta yg membawa keluargamu sendiri digelincirkan dari relnya. Itu masih saudaramu ya akhi..

  42. Apakah engkau sekarang justru bertepuk tangan, bergabung dalam barisan pencela? itu saudaramu ya akhuna…

  43. Sudah nggih, nggak kuat ini, #rindu dicukupkan, pamit dulu....

  44. Astaghfirullahal adziim.. astaghfurullahal adzim..astaghfirullahal adziim.... dpc pks pariaman selatan

Rabu, 09 Januari 2013

2 Jam, 2 Kali Lipat


Redaksi 1 – Selasa, 25 Safar 1434 H / 8 Januari 2013 16:57 WIB
“Allah selalu menolong hambaNya, selagi sang hamba suka menolong saudaranya” (Muhammad Saw)
“Ma, tolong transfer uang satu setengah juta ke rekening adikku Arif ya…!” ucap Didik kepada Feny istrinya melalui ponsel. “Buat apa, Pa?!” tanya Feny. “Pokoknya kamu kirim saja ke rekening dia lewat sms banking. Hitung-hitung berbagi rezeki. Sepertinya sudah lama kita gak bantu Arif sekeluarga” jelas Didik.
Didik yang sedang berada di atas mobilnya pagi itu tergerak untuk bersilaturahmi kepada Arif adiknya di kampung yang sudah lama tidak ia hubungi. Ingin sekali ia menelpon adiknya sekedar menanyakan kabar, namun ada sejumput rezeki yang ingin ia bagi kepada Arif yang menjadi seorang PNS di Semarang.
Tak lama menunggu, hand phone Didik berbunyi menandakan ada sms masuk dari istrinya mengabarkan bahwa dana Rp 1,5 juta telah ditransfer ke rekening Arif.
Didik membalas sms istrinya, lalu ia pun memutar telpon Arif untuk bersilaturahmi.
***
“Apa kabarmu, Dik?” tanya Didik kepada Arif. Perbincangan di menit-menit awal begitu akrab antara dua orang saudara kandung yang lama tidak bertemu sebab terpisah jarak. “Oh ya…, baru saja Feny istriku kirim dana satu setengah juta rupiah buat keponakan-keponakanku di Semarang. Silakan dicek apa sudah sampai?!” jelas Didik. “Subhanallah, Alhamdulillah! Terima kasih, Mas. Saya gak ngerti harus ngucap apa ya…?” sambut Arif. “Memangnya kenapa, Rif?” tanya Didik. “Subhanallah… sudah beberapa hari ini saya bingung mau ngutang kemana untuk bayar sekolah Danu. Dia diterima di SMP Negeri, tapi uang pendaftarannya Rp 1.5 juta. Kemana-mana saya cari utangan, gak dapat-dapat. Tapi Alhamdulillah rupanya Allah gerakkan hati mas Didik padahal saya belum cerita tentang hal ini.”
Dalam hati, Didik merasa kagum atas skenario Allah ini lalu ia menambahkan, “Sudahlah, itu rupanya sudah Allah atur. Mudah-mudahan dana itu berguna untuk pendidikan Danu!”
Pembicaraan kedua saudara itu berakhir dengan kalimat syukur dan terima kasih yang berulang-ulang dari Arif. Padahal, Didik pun turut bersyukur kepada Allah Swt Sang Maha Pengatur yang sudah menggerakkan hatinya dan Feny untuk mudah membantu keperluan Arif sekeluarga yang sedang dirundung masalah.
“Segala puji bagiMu, ya Allah!” gumam Didik
***
Hari itu Didik hendak memenuhi sebuah undangan rapat di kantor rekanan tentang proyek pipanisasi gas yang akan dibangun. Sebagai seorang pengusaha pemilik perusahaan Oil & Gas yang berkiprah belasan tahun, saran dan analisa Didik amat dibutuhkan.
Dalam rapat tersebut Didik mendapatkan porsi untuk menjelaskan hal-hal teknis yang pernah ia jumpai di lapangan dalam hal sedemikian. Semua statementnya dicatat oleh seluruh yang hadir di ruangan itu. Hampir 1 jam ia bicara, dan setelah ia memaparkan penjelasannya dan ditambah dengan sedikit diskusi Didik pun berpamitan untuk meninggalkan ruangan rapat karena ada acara yang harus ia hadiri.
***
Didik bergegas meninggalkan ruang rapat di kantor rekanannya itu. Terdengar oleh telinga Didik ada hak sepatu wanita di belakangnya yang berlari cepat seperti mengejar sesuatu. Benar saja, rupanya wanita itu kini sudah berada di sisi Didik. “Maaf pak Didik saya Amel. Boleh saya minta tanda tangan pak Didik?!” “Tanda tangan untuk apa, Mel? ” Didik bertanya. “Ini ada uang kehadiran rapat yang boss titipkan kepada saya untuk pak Didik” jelas Amel.
Didik pun menandatangani sebuah kwitansi berwarna hijau yang tertera nominalnya Rp 3 juta. Setelah kwitansi itu ditandatangani, maka Amel pun menyerahkan selembar amplop yang berisi cek senilai Rp. 3 juta.
***
Kini Didik sudah berada di atas mobilnya. Hatinya berbunga-bunga dan segera ia menelpon istrinya. “Ma…, ingat gak 2 jam lalu aku memintamu transfer satu setengah juta ke rekening Arif. Subhanallah, dalam tempo dua jam itu, Allah langsung membalas 2 kali lipat dari sedekah kita!!!”
Feny pun berkali-kali berucap hamdalah tanda syukur. Pagi itu Didik & Feny menyaksikan sebuah janji Allah yang nyata bahwa perniagaan di jalan Allah sedikit pun tidak mendatangkan kerugian, akan tetapi malah bertambah, bertambah dan bertambah!
Saya yakin Anda juga pernah merasakannya….
Ustadz Bobby Herwibowo. Lc  (pks pariaman selatan)

Senin, 07 Januari 2013

Rahasia Kemenangan Berkelanjutan Ikhwan

 Apa rahasia Ikhwanul Muslimin sehingga bisa meraih kemenangan berkelanjutan? Sejak bergulirnya aksi revolusi Mesir yang menumbangkan rezim Mubarak, kemenangan pemilu legislatif dengan menguasai mayoritas kursi, mendudukkan kadernya (Muhammad Mursi) sebagai presiden, hingga memenangkan referendum konstitusi baru-baru ini?

Tulisan Ikhwanul Kiram Mashuri berjudul "Rahasia Ces Pleng Sukses Ikhwanul Muslimin" yang dipublikasikan di Republika hari ini, Senin (7/1), berupaya menjawabnya.


Rahasia Ces Pleng Sukses Ikhwanul Muslimin

Menang dan menang. Inilah yang dialami Ikhwanul Muslimin, sebuah organisasi sosial keagaman di Mesir, sejak lengsernya Husni Mubarak dari jabatan presiden pada 11 Februari 2011. Hanya kurang dari dua tahun ormas yang berdiri pada 1928 itu--melalui sayap politiknya, Partai Kebebasan dan Keadilan--telah memenangkan pemilihan Majelis Al Sya’b (DPR) sebelum kemudian dibubarkan militer, Majelis Syuro (MPR), pemilu presiden, dan terakhir juga memenangkan referendum terhadap konstitusi baru.

Yang terakhir ini, tim perumusnya berjumlah 100 orang. Sebagian besar adalah anggota atau simpatisan dari Ikhwanul Muslimin. Dan, karena itu, konstitusi baru Mesir ini dinilai banyak pihak--terutama para liberalis, sosialis, dan kaum sekuler--sebagai sangat Islami.

Sejak kemenangan Ikhwanul Muslimin, untuk selanjutnya ditulis al Ikhwan, para pengamat--baik lokal maupun Barat--pun disibukkan untuk mencari tahu rahasia ces pleng bagaimana ormas ini, hanya kurang dari dua tahun sudah berhasil mendominasi peta perpolitikan di Mesir. Mereka menyebutnya sebagai "mayoritas yang paling siap" (al aghlabiyah al jahizah).

Ada juga yang menyatakannya sebagai "satu-satunya yang selalu beruntung dan berulang-ulang juara pertama" (daaiman robihan wahiidan wa yatakarroru fauzuhu bil jaaizatil uula). Sejumlah pengamat menganalisis, kunci sukses al Ikhwan adalah lantaran telah lama terzalimi. Lebih dari 80 tahun para tokoh dan pemimpinnya teraniaya.

Namun, di tengah kezaliman dan penganiayaan, baik oleh penjajah asing maupun oleh rezim bangsanya sendiri, pimpiman dan kader-kader al Ikhwan terus bisa bertahan. Bahkan, para pengikutnya bukan berkurang, tapi justru terus bertambah. Bukan hanya di kota-kota, tapi juga di pelosok-pelosok desa.

Para pengamat menyebut kaderisasi model al Ikhwan ini sebagai "Kampus Besar Ikhwanul Muslimin" (al Jami’ah al Kubro lil Ikhwanul Muslimin). Para "mahasiswa-mahasiswinya" sangat militan, loyal, dan berdedikasi. Mereka aktif terjun di masyarakat. Membantu mereka yang membutuhkan, termasuk dari hal-hal yang kecil.

Karena itu, bila suatu waktu berkunjung ke Mesir, Anda jangan heran bila menjumpai anak-anak muda di terminal bus, stasiun kereta api, dan tempat-tempat umum ada yang menawarkan jasa. Misalnya, menuntun orang tua untuk menyeberangi jalan, membawakan barang bawaan penumpang, membantu menghadapi kejahatan, cepat mengulurkan tangan ke masyarakat yang kena musibah, serta memberikan bantuan-bantuan sosial lainnya.

Semua mereka lakukan tanpa minta imbalan dan tanpa diliput media. Tidak seperti para politikus Indonesia yang selalu mengajak wartawan bila ingin memberikan bantuan kepada masyarakat. Sebelum menawarkan jasa, biasanya mereka memperkenalkan identitas terlebih dulu, sehingga masyarakat tidak ragu.

Kaderisasi seperti ini telah berjalan selama puluhan tahun. Tak mengherankan bila kemudian banyak masyarakat yang simpati kepada aktivitas dan gerakan al Ikhwan. Para kader dan simpatisan inilah yang kemudian membentuk apa yang dinamakan silent majority (al aktsariyah al shomitah). Mayoritas diam inilah yang kelak selalu memenangkan al Ikhwan di pentas politik dan pesta demokrasi di Mesir setelah tumbangnya rezim Husni Mubarak.

Gerakan dan kaderisasi model Kampus Besar Ikhwanul Muslimin tersebut tentu tak terlepas dari sang pendiri dan pimpinan teras al Ikhwan. Ormas ini didirikan Sheikh Hasan al Bana dan koleganya pada 1928, ketika Mesir masih berbentuk kerajaan dan di bawah kendali penjajah Inggris. Meskipun gerakan Islam politik dalam sejarah modern diawali oleh Jamaluddin Al Afghani (1838) dan kemudian oleh Muhammad Abduh (1849--1905), namun dalam bentuk organisasi dan kaderisasi yang lebih terstruktur baru dimulai oleh Sheikh al Bana dengan al Ikhwannya.

Sheikh al Bana terbunuh pada 1949 setelah melawan Raja Faruk yang dituduh telah bekerja sama dengan penjajah Inggris. Sheikh Sayyid Qutub lalu menggantikannya. Setelah al Bana, Qutub merupakan ideolog al Ikhwan. Ia banyak berceramah dan menulis buku untuk menjabarkan ajaran dan ideologi Ikhwanul Muslimin.

Pada mulanya, Sayyid Qutub bekerja sama dengan Jamal Abdul Nasir ketika melawan penjajahan Inggris. Namun, setelah Mesir merdeka dan Nasir jadi presiden, mereka pun berselisih paham yang berakibat pada pembunuhan Sheikh Qutub (1966) dan pelarangan gerakan al Ikhwan. Nasir ingin menjadikan Mesir sebagai negara sosialis dan poros dari pan-Arabisme, sementara Sheikh Qutub menghendaki negara yang berlandaskan Islam.

Larangan terhadap gerakan al Ikhwan ini kemudian terus berlanjut pada masa Presiden Anwar Sadat dan Husni Mubarak. Banyak tokoh Al Ikhwan dikejar-kejar dan dijebloskan dalam penjara. Termasuk Sheikh Muhammad Mursi yang kini terpilih menjadi presiden. Meskipun dilarang, kader-kader al Ikhwan terus bergerak, baik di bawah tanah maupun terang-terangan, bahkan lebih militan.

Demi perjuangan, mereka kemudian banyak yang berganti "baju", baik sebagai LSM maupun asosiasi-asosiasi keprofesian. Misalnya, asosiasi dokter, insinyur, pengacara, wartawan, dan sebagainya. Melalui mimbar asosiasi, media, dan LSM mereka kemudian meneriakkan pentingnya nilai-nilai demokrasi untuk melawan rezim diktator.

Para kader dan simpatisan Al Ikhwan aktif menggerakkan aksi-aksi unjuk rasa untuk menjatuhkan rezim diktator Husni Mubarak. Bagi al Ikhwan, Islam tidak bertentangan dengan demokrasi. Bahkan, justru di alam demokrasilah nilai-nilai Islam dapat diperjuangkan. Dan, inilah yang dibuktikan oleh al Ikhwan ketika memenangkan pemilu demokratis di Mesir

Minggu, 06 Januari 2013

Tukang tato Yakuza Jepang jadi Imam Masjid


ALLAHHUAKBAR!!

Sunday, January 6, 2013
Bekas pembuat tato Yakuza kini jadi Imam

takazawa
Taki Takazawa, jika dilihat dari namanya sudah dapat diketahui bahawa dia adalah orang Jepun. Dengan ciri-ciri rambut panjang dan tubuh penuh dengan tato, membuatkannya kelihatan seperti ahli geng mafia Jepun, Yakuza. Dia adalah bekas tukang tato untuk anggota geng yang paling ditakuti di Jepun itu. Kerja sebagai 'tukang tato' itu telah dilakukannya selama 20 tahun.

Tapi pandangan negatif pada penampilan fizikalnya itu berubah apabila dia mengumandangkan Azan. Takazawa kini menjadi Imam di sebuah masjid di Ibu kota Tokyo. Setelah mengucapkan dua kalimat Syahadat, Takazawa menggunakan nama muslim Abdullah, yang bermaksud hamba Allah SWT.

Dia menhenali Islam secara tidak sengaja di wilayah Shibuya. Takazawa melihat seseorang dengan kulit dan janggut putih. Orang itu juga mengenakan baju dan serban warna putih. "Orang itu memberikan sebuah kertas dan menyuruh saya membaca kalimat tertera bersama dia," ujarnya seperti dilaporkan oleh laman web islamicmovement.org.
Dari Yakuza jadi Imam masjid
Kalimat itu adalah Syahadat, pengakuan pada ke-esaan Allah SWT dan Muhammad SAW sebagai utusannya. Meskipun tidak faham secara keseluruhan, Takazawa pernah mendengar sepintas Allah dan Muhammad. Seperti kebanyakan penduduk Jepun, sebelum memeluk Islam Takazawa menganut aliran kepercayaan Shinto.

Pertemuan dengan orang berserba putih itu masih di ingatan Takazawa. Dua tahun selepas memeluk Islam, dia bertemu lagi dengan seorang yang menjadi inspirasinya itu. "Dia pernah menjadi Imam di Masjid Nabawi, Kota Madinah, Arab Saudi. Saya bersyukur dapat bertemu dengannya, "katanya.

Imam Masjid Nabawi itu meminta Takazawa untuk menjadi Imam di masjid di kawasan Shinjuku. Dia telah melaksanakan ibadah haji dan menimba ilmu beberapa bulan di Kota Mekah. Nama Takazawa menjadi terkenal dan dia menjadi seorang di antara lima imam Masjid besar di Jepun.
Diterjemahkan dari sumber islampos-Detik
Islam

Kamis, 03 Januari 2013

Mereka Yang Telah Memberi Inspirasi


Belakangan ini, saya banyak merenungkan seberapa banyak waktu yang telah saya sia-siakan hanya untuk melakukan aktivitas yang sifatnya duniawi dan mengesampingkan aktivitas yang bisa menjadi bekal saya di akherat nanti. Salah satunya, belajar ilmu agama, yang sejak lahir saya anut hingga saat ini ketika usia saya sudah melewati kepala tiga.
Dari hasil perenungan itu, saya tersadar betapa minimnya pengetahuan agama saya, meski selama ini saya selalu melaksanakan kewajiban sholat lima waktu dan ibadah wajib lainnya, dan sesekali beramal dengan sedikit harta yang saya punya. Tapi entah kenapa, selama itu pula saya tidak pernah merasa tergerak untuk memperdalam ilmu agama. Saya lebih getol mengejar belajar ilmu umum yang saya minati, saya lebih tertarik membaca novel atau buku lainnya yang tidak bernafaskan agama. Untuk mengaji pun malas sekali. Tidak ada waktu dan lelah bekerja sepanjang hari, kerap menjadi alasan saya.
Meski Muslim sejak lahir, saya berfikir menjalankan ibadah yang wajib saja sudah cukup dan belajar agama, termasuk didalamnya belajar atau membaca Al-Quran, tidak terlalu penting. “Yang penting kenal huruf dan bisa baca sedikit-sedikit,” kataku waktu itu.
Tetapi pemikiran saya itu berubah total setelah hampir dua tahun ini saya mulai mengikuti pengajian-pengajian. Ternyata, belajar membaca Al-Quran dengan benar itu sangat menyenangkan, belum lagi mengkaji kandungan-kandungannya. Ternyata, dari ceramah-ceramah para ustadz dan ustadzah di pengajian yang saya ikuti, saya mendapati bahwa belajar agama Islam itu mengasyikkan karena meliputi semua aspek kehidupan.
Dan sekarang, situasinya pun jadi berbalik. Saya mulai banyak membeli buku-buku keagamaan, mulai betah mendengarkan ceramah agama di televisi atau radio, dan rasa keingintahuan saya tentang Islam seolah tak pernah habis.
Perubahan itu tidak datang begitu saja. Perubahan itu terjadi karena saya menjumpai beberapa orang yang telah memberi inspirasi dan motivasi bagi saya untuk belajar dan menggali pengetahuan lebih banyak tentang agama saya.
Seorang mualaf, sebut saja namanya Lia, yang sekarang menjadi sahabat karib saya, adalah satu inspirasi besar bagi perubahan itu. Ketika mengenalnya, saya sudah kagum dengan semangatnya belajar membaca Al-Quran dan menggali ilmu agama Islam dengan banyak bertanya dan membaca buku. Saya sempat malu hati, ketika tahu bahwa Lia yang baru dua tahun menjadi mualaf, sudah banyak memahami tentang Islam, bahkan isi Al-Quran. Sementara saya, yang Muslim sejak kecil, sampai saat itu malah belum paham benar apa sebenarnya rukun Islam dan rukun iman-meski saya hapal urutannya-apa keutamaan sholat tahajud, bagaimana berwudhu yang benar, sampai hal-hal kecil yang jika saya tahu ilmunya, bisa menjadi tambahan amaliyah saya di dunia. Ketika itu saya hanya membatin,”Duh betapa meruginya saya.”
Suatu saat, saya berkesempatan berkunjung ke tempat kos Lia. Di pintu lemari pakaiannya, saya melihat secara kerta yang ditempel berisi daftar surat-surat dalam Juz Amma. Beberapa surat mulai dari Al-Fatihah, terlihat ditandai dengan contrengan kecil. Aku bertanya, “Ini apa Li, koq dikasih tanda?”
“Oh, itu daftar surat yang sudah aku hapal,” katanya sambil tersenyum.
Hapal? tanyaku dalam hati. Aku hitung surat-surat yang sudah ditandai, jumlahnya 18 surat. Lagi-lagi aku malu hati. Lia yang baru mengenal Islam, sudah hapal 18 surat. Sementara saya, selama puluhan menjadi Muslim cuma hapal kurang dari lima surat dan tidak pernah punya keinginan untuk berusaha menghapal surat-surat Al-Quran yang lain. Malu rasanya………
Sejak itu, diam-diam aku memperhatikan aktivitas Lia sehari-hari. Sampai aku tahu bahwa ia selalu menyempatkan diri membaca Al-Quran setiap hari meski cuma beberapa menit saja, termasuk menjalankan sholat dan puasa sunnah. Ah, Lia, selama ini ternyata aku sudah jauh tertinggal…..
Sejak itu, saya mulai mencontoh kebiasaan Lia. Pelan-pelan aku mulai menambah hapalan surat-surat Al-Quran, mulai belajar menjalankan ibadah sholat dan puasa sunnah, mulai membaca Al-Quran dengan rutin. Berat memang, kadang rasa malas amat menggoda.
Setelah Lia, aku banyak sekali bertemu dengan orang-orang yang memacu semangatku untuk mendalami Islam. Salah satunya adalah tetanggaku sendiri, aku biasa memanggilnya Kak Lili. Dia juga mualaf, ketika hendak menikah beberapa puluh tahu silam. Meski ketiga anak-anaknya sudah besar-besar dan usianya tidak lagi muda, ia selalu bersemangat mengikuti pengajian di mana-mana. Mencatat apa yang ia dapat di pengajian dalam buku khusus. Pengetahuannya tentang Islam dan sejarah Islam, sempat membuatku terperangah. Lagi-lagi saya malu hati. Saya tidak ada apa-apanya dibanding Kak Lili.
Selanjutnya, suatu kali dalam perjalanan menuju kantor, di bis yang aku tumpangi. Aku melihat bapak tua yang sedang membaca Juz Amma. Dari gerak-geriknya aku tahu ia sedang berusaha menghapal salah satu suratnya. Sayapun tersentuh melihat si Bapak tua tadi. Semangat belajarku terpompa kembali, “Saya belum terlambat untuk mulai belajar,” gumamku dalam hati.
Kadang, saya merasa seperti seorang mualaf, karena banyak sekali hal yang belum saya ketahui dan harus saya pelajari. Namun saya bersyukur, karena Allah swt memberikan lingkungan dan teman-teman yang senantiasa menjadi penyemangat saya dalam belajar. Benarlah apa kata pepatah, tidak kenal maka tidak sayang. Makin banyak saya mengenal Islam, makin bertambah cinta saya pada Islam. Belakangan, saya benar-benar merasakan kebahagiaan karena terlahir sebagai Muslim. Semoga Allah swt selalu memberikan keteguhan iman dan kekuatan bagi kita untuk tetap istiqomah di jalanNya.
(Sebuah catatan kecil untuk orang-orang yang telah memberi inspirasi)
Jakarta
Rubina Qurratu’ain Zalfa’ (pks pariaman selatan)
rubina_zalfa@yahoo.com