This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label PKS NASIONAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PKS NASIONAL. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Maret 2013

Ketika Detikcom Menyebut Anis Matta 'Soekarno muda'

Anis Matta Mulai Muncul Sebagai Kandidat Capres

Jakarta - Nama Presiden PKS Anis Matta sudah mulai disebut sebagai Capres. Anis, dalam survei yang digelar Lingkaran Survei Indonesia (LSI), menempati posisi ke 10. Mungkin saja elektabilitasnya akan terus meningkat, mengingat Anis seorang orator. Bahkan massa PKS menjulukinya 'Soekarno muda'. Mungkinkah Anis diusung PKS sebagai Capres?
"Ya nggak apa-apa, itu kan agenda eksternal memasukan nama Pak Anis di survei. Internal kita belum bikin pembahasan ataupun survei tentang Capres," terang Ketua DPP PKS Yudi Widiana saat berbincang, Senin (18/3/2013).
PKS, Yudi menegaskan, di internal belum ada pembicaraan mengenai Capres. Semua masih fokus pada konsolidasi untuk pemilu legislatif 2014. PKS pun tak risau dengan gerak partai lain yang sudah mengelus-elus Capres.
"Sabar saja. PKS yakin tidak akan ketinggalan kereta dalam konteks Pilpres," imbuhnya.
Yudi menegaskan, Anis sendiri pernah disinggung pendukungnya soal Capres ini. Tapi Anis menolak. "Pak Anis sendiri ketika kampanye di Sukabumi saat pilkada, ketika melihat ada spanduk mendukung beliau untuk capres, beliau bilang jangan bikin yang begituan. Beliau menyayangkan juga ada spanduk tersebut," tuturnya.
Pastinya, semua keputusan ada di tangan Majelis Syuro. Jadi tunggu saja tanggal mainnya. "PKS solid untuk sebuah keputusan strategis. Insya Allah," tuntasnya. [detik]

*http://news.detik.com/read/2013/03/18/124707/2196693/10/anis-matta-mulai-muncul-sebagai-kandidat-capres-ini-kata-pks

Jumat, 08 Maret 2013

PKS : Pemberantasan Narkoba Harus Jadi Gerakan Nasional

Jakarta (8/3) Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Almuzzammil Yusuf memiliki harapan besar kepada Badan Narkotika Nasional dalam pemberantasan narkoba di Indonesia. Menurutnya, dampak penyalahgunaan narkoba lebih berbahaya dibandingkan kejahatan korupsi dan terorisme. Jadi BNN harus menjadikan pemberantasan narkoba sebagai gerakan nasional.
"Saya punya harapan besar dengan BNN. Jika kita bandingkan kejahatan terorisme, korupsi dan narkoba. Menurut saya paling bahaya adalah narkoba, karena narkoba menyerang nyawa, fisik, mental, dan akal para pecandunya serta merupakan kejahatan mafia internasional." ujar politisi PKS ini saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama BNN di Komplek Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/3/2013).
Muzzammil menjelaskan Korban narkoba saat ini sudah mencapai 4,5juta orang, mayoritas anak-anak dan remaja. Jumlah kerugian secara materil mencapai 48 Triliun per tahun. Untuk itu, politisi PKS asal Lampung ini meminta BNN lebih serius dan menjadikan pemberantasan narkoba sebagai gerakan nasional.
”Kami menantang BNN agar bekerja lebih keras untuk menjadikan pemberantasan narkoba menjadi gerakan nasional yang massif dengan melibatkan pejabat negara, parpol, LSM, akademisi, mahasiswa, ulama, dan tokoh masyarakat.” tegasnya.
Untuk itu Muzzammil mempertanyakan dukungan anggaran dan legislasi yang dibutuhkan untuk mendukung gerakan tersebut. "Berapa anggaran yang dibutuhkan BNN? Yang harusnya lebih besar dari KPK dan Densus. Dengan visi ASEAN 2015 bebas narkoba, dukungan anggaran dan legislasi seperti apa yang bisa DPR berikan untuk mendukung gerakan pemberantasan narkoba yang dipimpin oleh BNN?," tanyanya.
Muzzamil pun kemudian membandingkan kinerja BNN dengan kinerja badan intelejen negara lainnya, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang berhasil menangkap koruptor dengan strategi penyadapannya, dan juga Detasemen Khusus (Densus) 88, yang berhasil melumpuhkan teroris dengan serangannya di tempat yang berbeda-beda di wilayah Indonesia..
"Kinerja KPK dengan penyadapan sudah terpublish luar biasa di media dengan menangkap para koruptor di kalangan pejabat negara. Densus 88 dengan penyadapan juga sangat luar biasa berantas teroris dengan cara menangkap orang-orang di tempat yang tersebar. Kenapa BNN terlihat lebih senyap?" ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.
Menurut Muzzammil, seharusnya semua bandar narkoba di lembaga pemasyarakatan bisa segera dibongkar dengan cepat melalui penyadapan yang dilakukan oleh tim intelijen BNN terhadap mereka. “Tapi kenapa BNN terlihat sulit melacak pengedar narkoba di lembaga pemasyarakatan?” tanyanya.
Sebenarnaya Muzzammil berharap dengan penyadapan yang telah dilakukan oleh BNN selama 3 bulan terhadap Raffi Ahmad dapat memberikan kejutan kepada publik dengan membongkar mafia besar pemasok barkoba di kalangan artis dan anak muda.
“Saya berharap dengan terungkapnya kasus narkoba yang melibatkan Raffi ini, BNN dapat mengetahui sumber utama atau gembong narkoba yang selama ini memasok kepada para artis dan anak-anak muda. Tapi ternyata yang diungkap hanya para pemakai saja. Dari sudut ini kerja penyadapan BNN kurang sukses karena belum sampai menyadap bandarnya. ”tegasnya.

Kamis, 07 Maret 2013

Hasil Quick Count Sementara Pilgub Sumut 2013



Masyarakat Sumatera Utara pada 7 Maret 2013 memilih Gubernur periode 2013-2018. Tepat pukul 13.00 Pemungutan suara ditutup dan dilakukan penghitungan suara di tiap TPS.
Ada lima pasangan calon yang bertarung memperebutkan kursi orang nomor satu di provinsi tersebut. Lima pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Sumatera Utara (Sumut) telah menjalani debat kandidat yang berlangsung di di Grand Elite Hotel, Jalan Gatot Subroto, Medan. Mulai 18 Februari hingga 3 Maret 2013, pasangan calon terus melakukan kampanye untuk menyampaikan visi-misi mereka ke masyarakat.

Hasil Hitung Cepat versi Lingkaran Survei Indonesia Pilgub Sumut 2013

1. Gus Irawan Pasaribu - Soekirman (Gusman) : 21 persen
2. Effendi MS Simbolon - Jumiran Abdi (EsJa) : 14,6 persen
3. Chairuman Harahap - Fadly Nurzal (Charly) : 5,3 persen
4. Amri Tambunan - RE Nainggolan (Amri-RE) : 18,3 persen
5. Gatot Pujo Nugroho - Tengku Erry Nuradi (GanTeng) : 32,2 persen

Hasil Quick Count versi Lembaga Survei Puskaptis Pilgub Sumut 2013

1. Gus Irawan Pasaribu - Soekirman : 26,48%
2. Effendi MS Simbolon - Jumiran Abdi : 7,40%
3. Chairuman Harahap - Fadly Nurzal : 7,80%
4. Amri Tambunan - RE Nainggolan : 11,85%
5. Gatot Pujo Nugroho - Tengku Erry Nuradi : 33,49%

Hasil survei pilgub sumut 2013 yang dilakukan oleh puskaptis ke 3 terhadap pilgub Sumut per 24 s/d 28 feb 2013.

Hasil Real Count Manual KPU Penghitungan Suara Sementara Pilgub Sumut 2013

1. Gus Irawan Pasaribu - Soekirman : 0 suara 0 %
2. Effendi MS Simbolon - Jumiran Abdi : 0 suara 0 %
3. Chairuman Harahap - Fadly Nurzal : 0 suara 0 %
4. Amri Tambunan - RE Nainggolan : 0 suara 0 %
5. Gatot Pujo Nugroho - Tengku Erry Nuradi : 0 suara 0 %

*)Catatan : Sementara Menunggu Hasil Apdet Penghitungan Suara Pilgub Sumut 2013

Penghitungan Suara tingkat Desa/Kelurahan (8-9 Maret 2013), rekapitulasi di tingkat kecamatan (10-13 Maret 2013) yang hasilnya diserahkan ke KPU kabupaten/kota. Setelah seluruh hasil itu disampaikan, KPU kabupaten/kota menyiapkan berita acara tentang rekapitulasi hasil (12-13 Maret 2013), untuk diserahkan ke KPU Sumut guna penetapan hasil akhir (14-15 Maret 2013).

Jika seluruh hasil dari kabupaten/kota diterima, KPU Sumut akan melakukan penetapan dan pengumuman tentang Pasangan Calon Terpilih Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut (15-17 Maret 2013). Berita acara penetapan dan pengumuman tersebut akan disampaikan ke Pemprov Sumut, DPRD Sumut, dan Kementerian Dalam Negeri. Setelah proses penetapan dan pengumuman itu, diberikan waktu selama tiga hari (16-18 Maret 2013) bagi pasangan calon lain untuk mengajukan keberatan atas hasil yang ditetapkan KPU Sumut.

KPU Sumut memperkirakan proses sengketa pilkada tersebut akan berlangsung hingga 21 hari (19 Maret-5 April 2013), serta mempersiapkan pelantikan dan pengambilan sumpah Gubernur Sumut dan Wakil Gubernur Sumut periode 2013-2018 pada 16 Juni 2013. Namun, jika proses pemungutan suara harus berlangsung dua putaran.. Tungu Apdet Berita selanjutnya disini..

PILKADA SUMUT 2013: KPU Sumut Tidak Akui Quick Count

Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sumatra Utara menegaskan proses survei dan penghitungan cepat (quick count) terhadap hasil pemilihan gubernur dan wakil gubernur sebagai kegiatan yang ilegal. Karena itu, KPU Sumut tidak dapat mempertanggungjawabkan segala kegiatan survei dan penghitungan cepat tersebut.

Kamis, 28 Februari 2013

Smart Evening with Rosi "Bincang Khusus bersama Aher-Deddy Mizwar"


Kamis, 28 Februari 2013


Tadi malam (Rabu, 27/2), Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar hadir dalam acara "Smart Evening with Rosi" (SEwR) di Marley Cafe Jl Sudirman Jakarta, dengan topik "Belajar dari Pilkada Jabar untuk 2014".
Host cara ini, sesuai namanya, tak lain adalah Rosianna Silalahi, presenter kenamaan. Dan dihadiri pula oleh Komaruddin Hidayat (pengamat), Alvien Lie (PAN?), dan Dodi Ambardi dari LSI.

Banyak hal yang menarik dari acara yang disiarkan live @radiosmartfm dari jam 19.30-21.00 ini, berikut kami kutip dari akun twitter mbak Rosianna Silalahi @RosiSilalahi juga twit @radiosmartfm dan @eae18 yang juga hadir...

  1. Smart Evening with Rosi Malam ini 19:30 WIB bertajuk "Belajar dari Pilkada Jabar untuk 2014" bersama Aher-Deddy Mizwar (DM).

  2. Kejutan! Aher hadir sudah di SEwR! Dedy Mizwar masih di jalan! Komarudin Hidayat, Alvin Lie, Dodi Ambardi pun hadir!  

  3. Deddy Mizwar baru datang pakai jaket kulit cokelat.

  4. DM: waktu quick count sy tertidur di mobil sdg menuju Bandung. Tiba2 sdh menang. (pasti dg gaya Naba Bonar :D -ed)

  5. Aher tdk kaget dg hasil quick count, krn sejak 2 bulan sudah terpantau hasilnya. Popularitas mmg menanjak perlahan.

  6. Aher: kami menang krn daya tariknya adlh apa yg telah kami lakukan pd periode lalu serta jaringan partai yang kuat.

  7. Menurut Dodi Ambardi dari LSI, kang Aher lebih efisien. Antara yg kenal dan yg memilih tdk beda jauh.

  8. Komaruddin Hidayat: dr sisi Aher terpilih lg, dia dinilai berhasil oleh masyarakat. 

  9. Menurut KomarudinHidayat, pilgub yg damai di Jabar yg kompleks adl catatan tersendiri.

  10. Komarudin Hidayat : pilkada Jabar yg damai & tenang merupakan prestasi.

  11. Bagi Alvin Lie, PAN di grass root banyak anggap Dede Yusuf malin kundang, dan di Demokrat Dede dianggap anak baru.

  12. KM ( audience): semakin byk artis yg baik mjd birokrat, itu bs mendongkrak calon2 independen yg baik pula.

  13. DM: sampai hari sy tetap independen

  14. DM: Sy pun tak membayar kawans sy dr kalangan artis. Mereka ikhlas bantu sy.

  15. DM: kami bersosialisasi ke masyarakat dgn enjoy & tanpa stress. Terpilih atau tdk ini adalah ibadah.

  16. DM: yg penting jgn sampai memecah tali silaturahim di Jabar.

  17. (jwb penelpon) Aher: selama ini sy diragukan byk org: partisan, intoleran. sy sdh membuktikan itu tdk benar.

  18. Aher: tdk ada perjanjian apa2 antara sy dgn FPI. itu pertemuan biasa seperti sy bertemu dgn kelompok masyrkt lain.

  19. Aher: soal GKI Yasmin: kisruh soal rmh ibadah tmsk GKI Yasmin sy blm menjabat. untuk solusi sy masukkan dlm program.

  20. Aher: sbg negarawan sy akn berbuat yg terbaik. masjid, geraja akan sy bantu biar publik yg menilai.

  21. Aher: soal BJB: tdk ada kerugian serupiahpun di BJB. koperasi yg dianggap bermasalah itu mendpt kredit dr 5 bank.

  22. Aher: silakan KPK memeriksa. KPK bukan org bodoh, kalau kasus tidak layak tdk mungkin ditindaklanjut. sy tdk ada kekuatiran.

  23. Aher: soal tersangka kasus korupsi: itu andai2 yg tdk akan terjadi. sy bersedia mundur jk terjd.

  24. Aher: BJB punya mekanisme penyaluran kredit dan kasus ini urusannya perlu dipersoalkan motif media angkatnya!

  25. Aher: sy menolak wwcr khusus wkt itu (TEMPO? -ed) krn sy ingin diwwcr semua media.

  26. Aher: jgn sebuah jurnalistik yg agung dan suci dikotori oleh motif menjatuhkan sesorg di pilkada.

  27. DM: Jabar itu gudangnya seniman. sy bermimpi ingin membangun pusat seni budaya nusantara di Jabar.

  28. Pada @eae18 Deddy Mizwar bicara:" ed, gue mau bikin Jabar sbg pusat kebudayaan. Potensi budaya di Jabar hrs diberdayakan agar dunia tahu."

  29. DM: jabatan itu bukan tujuan. Kekuasaan itu harus dijadikan sarana untuk ibdadah.

  30. DM: ini baru permulaan. Ini baru halaman pertama. Halaman berikutnya akan kami catat dengan tinta emas. Mari kita bangun bersama.

Minggu, 24 Februari 2013

Tifatul : Bisnis Tower Tidak Boleh Dimasuki Modal Asing


Islamedia -Menteri Telekomunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring menyatakan akan memasukkan bisnis menara telekomunikasi dalam daftar negatif investasi (DNI). Dia tidak rela industri penopang telekomunikasi itu dimiliki pemodal asing.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera itu menyatakan bisnis BTS atau kerap disebut tower ini bisa dirawat oleh bangsa Indonesia sendiri. Industri telekomunikasi lokal bakal terancam bila BTS sampai dibangun oleh asing.

"Seperti tower enggak boleh (asing investasi), 100 persen harus lokal. Tower kan bukan industri yang canggih betul, itu kan cuma konstruksi besi, baja ringan, kalau itu diserahkan ke asing juga, ya habis kita," ujar Tifatul di kantornya, Kamis (14/2).

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sampai pertengahan semester pertama tahun ini akan menghubungi setiap kementerian teknis bidang perekonomian. Setiap lembaga akan diminta mengusulkan sektor mana saja yang bisa keluar dari DNI.

Dasar hukum DNI adalah Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2010. Sejauh ini daftar itu meliputi delapan sektor usaha. Selain bisnis tower telekomunikasi, ada pula perikanan, dan kepemilikan bioskop.

Tifatul sudah mendengar rencana Indosat menjual 7.000 BTS tahun ini karena problem keuangan. Kemenkominfo meminta perusahaan itu tidak menjualnya kepada pemodal asing. Kalaupun harus menjual tower, prioritasnya adalah pengusaha dalam negeri. "Jangan gelondongan dong jualnya, itu nanti harus dimiliki oleh anak negeri," cetusnya.

Tahun lalu, industri tower tumbuh 60 persen, jumlah BTS yang dibangun mencapai 15.000 unit di seluruh Indonesia. Asosiasi Pengembang Menara Telekomunikasi Indonesia (APMTI) memproyeksikan kebutuhan menara telekomunikasi di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 6.000 unit per tahun.

Secara keseluruhan saat ini terdapat 54.000 unit menara telekomunikasi yang beroperasi di Indonesia dengan nilai investasi Rp 81,3 triliun. Mayoritas dimiliki oleh operator seluler, seperti Telkomsel, Indosat, dan XL-Axiata.[merdeka]

Sabtu, 23 Februari 2013

8 Prajurit TNI Tewas di Papua, PKS Minta TNI Tidak Terpancing Represif


Jumat, 22 Februari 2013

JAKARTA- Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq, menyesalkan peristiwa tewasnya delapan TNI di Papua yang tewas akibat diserang oleh kelompok separatis. Peristiwa ini merupakan bentuk kecolongan intelijen yang kesekian kalinya.
"Delapan prajurit TNI yang tewas di Papua ini satu kejadian yang sangat disesalkan, saya prihatin. Mengenai keberadaan separatis bersenjata di pegunungan sudah teridentifikasi secara detail, baik oleh Kepolisian maupun intelejen. Ini kecolongan untuk kesekian kalinya," kata Mahfudz di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis 21 Februari.
Seharusnya, kata politikus PKS itu, peristiwa semacam tersebut tidak terulang lagi. Mengingat hal serupa pernah terjadi dan peristiwa itu sudah terbaca namun tidak diantisapasi sebelumnya.
"Sistem deteksi dini di sektor intelejen masih belum efektif," katanya.
Dia berharap TNI tidak terpancing dengan kejadian ini. Sebab, peristiwa itu sengaja dibuat agar bisa diajukan ke dunia internasional mengenai isu keamanan Papua.
"Saya minta TNI tak terpancing untuk melakukan reaksi balik dengan tindakan yang represif. Saya melihat setahun terakhir target separatis bersenjata ini diarahkan ke aparat Kepolisian maupun TNI. Tujuannya untuk angkat isu keamanan di Papua lebih kuat di dunia internasional," tambahnya.
Menurutnya, peningkatan jumlah senjata di Papua menjadi ancaman bagi pemerintah bila tidak serius memberikan solusi menyeluruh terhadap semua persoalan di sana.
"Eskalasi kasus senjata ini sudah lama terjadi dan akan berlangsung selama pemerintah tak berikan solusi soal Papua. Sampai sekarang belum ada konsep solusi yang komprehensif, bermartabat dan damai," imbuhnya.
Dia berharap agenda curah gagasan di Bali bisa memberikan kontribusi solusi yang tepat bagi pemerintah untuk menyelesaikan persoalaan Papua.
"Tanggal 23-24 besok, akan ada curah gagasan solusi Papua di Denpasar Bali, penyelenggara LIPI, undang DPR, pemerintah dan masyarakat sipil. Saya berharap acara tersebut jadi solusi damai," pungkasnya. [tribunnews]

Tas Ransel Aleg PKS Digeledah Satpam Senayan


Jumat, 22 Februari 2013

JAKARTA--Tas ransel selalu menempel di pundak. Gaya dan penampilannya memang santai. jauh dari kesan jaim alias jaga image. Dia buka tipe pria pernuh gengsi, walaupun menyandang jabatan terbilang mentereng, anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang terhormat. Sederhana dan ramah.
Itulah penampilan sehari-hari Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di MPR TB Soemandjaja, sosok yang langka di DPR. Ketika TRIBUNnews.com menemuinya di gedung parlemen di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (21/2), untuk wawancara, Sumandjaya sedang memimpin rapat di MPR.
Ia meminta waktu menyelesaikan rapat tersebut. Sesudah rapat, ia lalu mengajak ke ruangannya di Gedung Nusantara V.
Soeman memang dikenal sebagai sosok sederhana. Tidak seperti kebanyakan anggota DPR lainnya yang bergaya hidup glamour, mobil mewah, atau tas jinjing bermerk mengilap. Sedangkan Soeman, sapaan Soemandjaja tidak.
Untuk urusan angkutan, ia memilih menumpang kereta listrik sebagai moda transportasi utama. KRL merupakan salah satu simbol angkutan umum yang digemari rakyat di seputar Jakarta.
Soeman yang dududk di Komisi II DPR itu sebenarnya memiliki dua mobil, yakni Toyota Rush dan Suzuki APV untuk mencapai Senayan. Namun, ia tetap memilih angkutan umum. "Kalau naik kereta bisa ada waktu untuk berolahraga," katanya.
Ia menceritakan awalnya senang menaiki kereta listrik sejak tahun 1982 saat menjalani kursus di Jakarta. Lokasi kursus tersebut dekat dengan stasiun Cikini sehingga ia lebih memilih kereta listrik. Dari Bogor ke Jakarta dengan menumpang kereta, waktu yang dibutuhkan kurang lebih satu jam.
Sedangkan ketika mengendarai mobil sendiri, saat macet mungkin bia 3 sampai 5 jam, hampir setengah hari.
Ketagihan menumpang kereta api, membuat Soeman terbiasa hingga terpilih sebagai anggota dewan pada tahun 1999 melalui Partai Keadilan. Saat itu angkutan umum yang dipilih diselingi antara kereta api dan bus. Pasalnya, bus yang ditumpanginya dari Bogor melewati kawasan depan kompleks parlemen.
"Tapi tahun 2001, bus itu dilarang lewat depan kompleks parlemen dan harus turun di Slipi Jaya, akhirnya saya memilih kereta," ujar Suman.
Pada Tahun 2002, anggota majelis Syuro PKS itu pindah ke Kabupaten Bogor untuk mendekatkan diri kepada kontituen, pemilihnya. Untuk menjangkau Jakarta, setiap hari, ia berangkat dari rumah pada pukul 05.30 WIB. Ia terlebih dahulu menuju Stasiun Cilebut, Bogor.
"Naik ojek dulu dari rumah lalu naik kereta dari Cilebut ke Stasiun Karet, kemudian naik Kopaja 608 turun di BPK," imbuhnya. Gedung BPK dan Gedung DPR berseberangan di Jalan Gatot Soebroto Jakarta. Untuk menuju kompleks parlemen, ia harus naik turun jembatna penyeberangan orang.
Saat ini, ia mengaku sering tiba di Gedung DPR pada pukul 08.00 WIB. Setibanya di DPR ia kemudian berolahraga bersama pegawai di pusat kebugaran. "Kalau naik mobil, pasti tidak bisa berolahraga," ujar Suman sembari menyebut dari sisi biaya, lebih irit menumpang kereta api dibandingkan menyetir mobil sendiri.
Soeman menceritakan banyak kegiatan positif dari menumpang kereta. Salah satunya adalah bersosialisasi dengan berbagai macam penumpang. Ia biasa berdiskusi dengan mahasiswa mengenai perkembangan politik dan negara. "Mahasiswa itu tidak mengenali saya. Saya bilang kerja di Senayan jadi staf," tuturnya.
Namun, ketika mahasiswa itu mengetahui Soeman merupakan anggota DPR, ada sebagian pula yang menyindir mengenai pilihannya menumpang kereta. "Ada yang bilang kok anggota dewan naik kereta, saya bilang ini pilihan, memangnya ada yang ngelarang anggota dewan naik kereta," imbuhnya.
Warga biasa yang menjadi teman-teman Soeman selaku pengguna kereta api pun akhirnya mengerti. Bahkan, mahasiswa itu ikut mengajaknya memperjuangkan nasib pedagang di stasiun kereta api yang digusur PT KAI selaku pengelola stasiun. Selain itu, Suman juga ikut perkumpulan penumpang kereta yakni KRL Mania. Komunitas itu biasa berbicang melalui dunia maya yakni Twitter.
"Sempat diajak kopi darat. Tapi saya masih sibuk belum sempat kopi darat jadinya," imbuh Soeman.
Mengenai pengalaman di kereta, Soeman sempat menceritakan pengalaman ketika orang di dekatnya dituduh mencopet. Ia pun langsung melindungi orang tersebut dari amuk massa. "Saya bilang, kita turunkan di stasiun, lalu kasih Polsuska," ujar Soeman.
Soeman pun memiliki banyak kejadian ketika dengan pengamanan dalam (Pamdal) DPR ketika berjalan kaki menuju Gedung DPR. Sempat ia digeledah oleh Pamdal saat masuk ke Gedung DPR melalui pintu depan. Saat itu, Pamdal langsung menggeledah tas ransel yang dibawanya. Padahal, ia telah menyerahkan kartu identitas anggota DPR. "Saat Pamdal membaca bahwa saya anggota DPR, ia langsung memberi hormat," tuturnya.
Saat ia akan keluar dari Gedung DPR melalui pintu belakang, ia dikejar Pamdal karena curiga. Saat ia memberikan kartu identitas, Pamdal tidak percaya. Bahkan, Suman dibawa ke kantor Pamdal.
"Saya langsung bilang siapa komandan kamu, baca dulu kartu identitas saya, akhirnya mereka minta maaf," tuturnya.
Di lain waktu ia juga ditanya Pamdal ingin bertemua siapa. Ketika mengetahui, Soeman Anggota DPR, Pamdal tersebut malah bertanya mengapa ia memilih jalan kaki ke DPR. "Saya bilang itu pilihah," katanya.
Mengenai gaya hidup glamour politisi Senayan, ia tidak berpikiran negatif. Soeman mengatakan banyak anggota DPR yang berpenghasilan diatas rata-rata sebelum terpilih. Sehingga untuk menaiki angkutan umum itu hanya pilihan. "Rumah saya juga tidak pakai AC dan anak-anak saya pakai angkutan umum kalau ke sekolah," tuturnya.
Ia menyarankan kepada pemerintah mengenai kereta api agar sepadan rel kereta api terbebas dari tempat tinggal dan tempat bisnis. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir kecelakaan. Sementara untuk moda transportasi umum perlu dilakukan pengendalian jumlah kendaraan.
Lalu transportasi umum yang nyaman serta bersinergi antar jenis angkutan massal. "Ketepatan waktu angkutan umum yang harus diperhatikan," katanya.
Pemilu sebentar lagi. Soeman mengatakan ia belum mengetahui apakah akan menjadi calon legislatif kembali atau tidak. Pasalnya pengajuan caleg tergantung pada kebijakan PKS. Ia mengaku tidak dapat mengintervensi badan pemilihan caleg. Bahkan ia mengatakan lebih memilih tidak menjadi anggota dewan.
"Jadi anggota dewan berat, melaksanakan fungsi kedewaan, bagaimana membawa anspirasi masyarakat yang memilih," tuturnya.
Untuk itu, ia belum memiliki persiapan menuju pemilu 2014. Suman mengatakan PKS memerintahkan agar terus bekerja turun ke masyarakat. Pada tahun 2009 pun, ia mengatakan tidak ada persiapan.
Yang ia jalankan hanya bersilaturahmi dan partai ikut membantu menyosialisasikan namanya. Suman juga mengatakan bahwa PKS tidak melakukan pungutan ketika mendaftar menjadi caleg. "Cuma isi formulir saja lalu dikembalikan ke partai," kata Soemandjaya.

*http://www.tribunnews.com/2013/02/22/tas-ransel-soeman-digeledah-satpam-senayan

Jumat, 22 Februari 2013

HNW: Densus Harus Rehabilitasi Kerugian Korban Penanganan Kasus Terorisme


Jum'at, 22 Februari 2013

Hidayatullah.com— Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dr. Hidayat Nur Wahid menilai Detasemen Khusus Antiteror (Densus) 88 harus melakukan rehabilitasi terhadap kerugian korban penanganan kasus terorisme.  Selain itu, ia juga mengharapkan penanganan kasus terorisme di Indonesia tidak harus dilakukan dengan cara-cara yang sama, yakni dengan meneror.

"Ini tugas penting Komnas HAM untuk berperan serius menegakkan Hak Asasi Manusia," jelasnya kepada hidayatullah.com usai silahturahim dengan Ormas-ormas Islam dengan Fraksi PKS di Gedung Nusantara I DPR RI, Kamis (20/02/2013).

Mantan Ketua MPRI RI ini mengkhawatirkan jika sikap ‘teror’ juga dilakukan Densus dikhawairkan melahirkan trauma di masyarakat. Sebab Akhirnya,  sikap terorisme di masyarakat itu bisa jadi lahir karena reaksi atas arogansi Densus 88 itu sendiri.

Terkait UU Pendanaan Terorisme, Hidayat menjelaskan umat Islam tidak perlu khawatir.

Menurutnya, UU tersebut memfasilitasi pengontrolan serius agar Densus 88 tidak sembarangan menuduh seseorang menyumbangkan dana teror.

Sementara itu, Hidayat juga menghimbau agar umas Islam yang ingin menggalang dana untuk membantu keluarga korban penembakan Densus 88 tidak perlu khawatir. Menurutnya semua itu adalah hak asasi manusia dan tanggung jawab ikatan iman sesama Muslim.

"Yang ditindak itu ketika menggalang dana untuk beli senjata, sebagai contoh. Dan itupun tetap perlu dibuktikan tuduhannya. Jadi  tidak bisa asal tangkap saja," jelasnya lagi.

Terakhir, ia menekankan agar proses rehabilitasi bagi pihak-pihak yang menjadi korban salah tangkap serius dilakukan. Tidaklah adil ketika tidak terbukti dan namanya tidak  rehabilitasi. Sebab ia pada pihak yang dirugikan.

"Peran kepolisian sangat penting di sini. Polisi harus mengayomi masyarakat bukan justru ikut menyebarkan teror di masyarakat," jelasnya.*

Rep: Thufail al Ghifari

Jalan Kaki ke Senayan, Ketua FPKS Ikut Digeladah Pamdal

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tampil sederhana membuat Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di MPR TB Soemandjaja memiliki pengalaman langka. Soeman pun memiliki banyak kejadian ketika dengan pengamanan dalam (Pamdal) DPR ketika berjalan kaki menuju Gedung DPR.
Ia sempat digeledah oleh Pamdal saat masuk ke Gedung DPR melalui pintu depan. Saat itu, Pamdal langsung menggeledah tas ransel yang dibawanya. Padahal, ia telah menyerahkan kartu identitas anggota DPR. "Saat Pamdal membaca bahwa saya anggota DPR, ia langsung memberi hormat," tuturnya.
Saat ia akan keluar dari Gedung DPR melalui pintu belakang, ia dikejar Pamdal karena curiga. Saat ia memberikan kartu identitas, Pamdal tidak percaya. Bahkan, Suman dibawa ke kantor Pamdal. "Saya langsung bilang siapa komandan kamu, baca dulu kartu identitas saya, akhirnya mereka minta maaf," tuturnya.
Di lain waktu ia juga ditanya Pamdal ingin bertemua siapa. Ketika mengetahui, Soeman Anggota DPR, Pamdal tersebut malah bertanya mengapa ia memilih jalan kaki ke DPR. "Saya bilang itu pilihah," katanya.
Mengenai gaya hidup glamour politisi Senayan, ia tidak berpikiran negatif. Soeman mengatakan banyak anggota DPR yang berpenghasilan diatas rata-rata sebelum terpilih. Sehingga untuk menaiki angkutan umum itu hanya pilihan. "Rumah saya juga tidak pakai AC dan anak-anak saya pakai angkutan umum kalau ke sekolah," tuturnya.
Ia menyarankan kepada pemerintah mengenai kereta api agar sepadan rel kereta api terbebas dari tempat tinggal dan tempat bisnis. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir kecelakaan. Sementara untuk moda transportasi umum perlu dilakukan pengendalian jumlah kendaraan. Lalu transportasi umum yang nyaman serta bersinergi antar jenis angkutan massal. "Ketepatan waktu angkutan umum yang harus diperhatikan," katanya.

Senin, 18 Februari 2013

Usai Kasus Luthfi Meledak, PKS Mengaku Malah Mendapat Banyak Kader


Jakarta - - Pengakuan datang dari PKS. Kasus yang mendera eks presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq terkait suap kuota impor sapi tak membuat partai itu meredup. Justru, klaim dari PKS, jumlah kader malah bertambah. Serius?

"Tidak ada satu pun pengurus yang mundur, malah banyak yang simpati pada kami. Banyak yang gabung justru," jelas Ketua DPP PKS Yudi Widiana dalam keterangannya, Senin (18/2/2013).

Yudi pun menjelaskan bahwa ada hikmah dari kasus hukum itu. Presiden PKS yang baru Anis Matta terus mengunjungi daerah-daerah melakukan konsolidasi.

"Kami keliling terus," tambahnya.

Menurut dia juga, sebagai bukti dalam Pilgub Jabar, banyak warga yang ingin menjadi saksi untuk pasangan yang diusung PKS yakni Ahmad Heryawan dan Dedy Mizwar.

"Mencari saksi untuk Pilgub Jabar saat ini menjadi lebih mudah," tegasnya.

Minggu, 17 Februari 2013

Gara-gara "Konspirasi", PKS Gresik Panen Ranting Baru

Berbagai kejanggalan dalam pemberitaan tentang Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendorong puluhan warga Gresik bergabung dengan partai nomor urut 3 itu. Bukan sekedar menjadi anggota, mereka juga bersedia menjadi pengurus Ranting di desa masing-masing. Alhasil, 36 DPRa baru pun dilantik, Ahad (17/2) pagi. Diantaranya DPRa desa Randuagung, Indro dan Karangkiring kecamatan Kebomas. Sedangkan dari kecamatan Gresik antara lain DPRa Pulo Pancian, Trate, dan Lumpur.

Dalam pelantikan DPRa baru di Gedung Dekopinda Jl Dr Wahidin itu terungkap, banyak warga di Kabupaten Gresik, khususnya kecamatan Gresik dan Kebomas, yang berpikir adanya konspirasi untuk menjatuhkan nama PKS. Pasalnya, terdapat berbagai keanehan dalam isu suap impor sapi yang mencatut nama LHI. Misalnya istilah operasi tangkap tangan (OTT) yang terkesan direkayasa, "garang"nya KPK yang dengan cepat menahan LHI sementara tokoh lain tidak diperlakukan demikian, Ketua KPK Abraham Samad yang meralat pernyatannya sendiri bahwa ada rekaman pembicaraan antara LHI dengan Mentan, dan seterusnya.

"PKS Islami kayak gini kok dibilang korupsi. Ini pasti ada yang nggak senang," kata Ridho, salah seorang anggota baru yang menghadiri pelantikan.

Selain seremonial pelantikan DPRa baru, acara yang digelar hingga menjelang Dzuhur itu juga diisi pemutaran video pidato-pidato Presiden PKS Bung Anis Matta dan penyerahan beasiswa secara simbolis oleh Ketua DPD PKS Kabupaten Gresik Adi Wisnugraha.

Adi berharap, 36 DPRa baru yang dilantik pada hari ini membuat PKS Gresik semakin siap memenangkan pemilu 2014.

"Inilah saatnya kita naik. Di Gresik PKS masih jadi partai kecil, tapi dengan bergabungnya DPRa baru, optimis kita akan naik kelas. Dari segi modal kita memang tak sebanding dengan partai-partai besar, tapi laiknya mission iimposible force, dengan tim yang solid, maka peluang sekecil apapun akan kita optimalkan," kata Adi dalam sambutannya.

Kabupaten Gresik adalah salah satu diantara tiga kabupaten di Jawa Timur yang PKS belum memiliki kursi DPRD. Salah satu faktor mengapa PKS Gresik tidak mendapatkan kursi pada pemilu 2009 adalah minimnya DPRa

Rabu, 13 Februari 2013

Sebelum Ditangkap, Luthfi dan Mentan Bahas Daging Oplosan

Tue, 12 Feb 2013 14:04:25 GMT | By Merdeka
Keduanya bertemu di Medan saat Suswono menghadiri kegiatan Panen raya.


Luthfi berkomunikasi dengan Menteri Suswono (© Merdeka)
Sebelum terjadi penangkapan oleh KPK, Mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq sempat berkomunikasi dengan Menteri Pertanian Suswono. Keduanya bertemu di Medan saat Suswono menghadiri kegiatan Panen raya di salah satu kabupaten di Sumatera utara.
"Iya, (pertemuan) itu di Medan. Pada tanggal 10 sampai 11 Januari 2013. Baru kemarin sebelum ditangkap itu," ujar salah satu pengacara Luthfi, M Assegaf, di KPK, Selasa (12/2).
Assegaf mengatakan Luthfi membicarakan daging oplosan yang beredar kepada Mentan Suswono dan juga kepada mantan ketua asosiasi perdagingan, Elizabeth. Pembicaraan itu dilakukan lantaran terdapatnya laporan dari asosiasi importir dari Elizabeth terkait hal tersebut.
"Pak ustadz (LHI) mendapatkan laporan dari asosiasi importir itu Ibu Elizabeth tentang posisi daging. Kenapa ustadz begitu concern karena beliau itu partai islam, tapi di masyarakat beredar daging babi, daging apa maka harga mahal. jadi terjadilah diskusi dengan uji publik semacam seminar," jelas Assegaf.
Dalam pertemuan itu, Elda Devianne Adiningrat, salah seorang pengusaha juga turut hadir. Namun, Zainuddin mengatakan, meski Elda turut serta, dia tidak berperan apa-apa dalam pertemuan tersebut.
"Dia tidak ada peran apa-apa disitu. Hanya mendengarkan saja," ujar Zainuddin Paru.
Elda sendiri telah dicegah bepergian ke luar negeri oleh KPK selama 6 bulan ke depan.
Diduga penyidik KPK telah mengintai pertemuan ini sebelum adanya tangkap tangan yang terjadi pada Selasa (28/2). Namun, saat itu, tidak terjadi 'transaksi', sehingga penyidik tidak menangkap tangan di Medan hari itu.  (kpk manusia setengah dewa) hahahahah
[ian]

Jumat, 08 Februari 2013

Obrolan Hangat Cak Nun dengan Anis Matta | Roadshow ke Jogja tadi malam

Jumat, 08 Februari 2013

JOGJA - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang baru terpilih Anis Matta melakukan roadshow ke Yogyakarta, Kamis-Jumat (7-8 Februari 2013).
Agenda pertama Bung Anis setiba di Yogyakarta adalah makan malam dan bincang-bincang dengan awak media para wartawan Yogyakarta di RM Ny Soeharti Gedong Kuning selepas Isya, Kamis (7/2).
Agenda kedua beliau memimpin rapat dengan jajaran pengurus DPW PKS DIY sampai sekitar pukul 23.00.
Nah, agenda ketiga Presiden PKS yang akhir-akhir ini sering dijuluki 'Soekarno Baru' ini sowan ke rumah Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) yang terletak di daerah belakang (Barat) Malioboro. Bung Anis ditemani Fahri Hamzah, DR Sukamta (Ketua DPW PKS DIY), Cahyadi Takariawan, dan pengurus-pengurus PKS dan kader-kader, termasuk admin yang berkesempatan hadir (ehm).
"Ini pertemuan kultural," demikian Cak Nun merespon baik kehadiran Presiden PKS beserta rombongan.
"Sewaktu Anis SMA saya sudah sering berkeliling ke Makasar. Bertemu tokoh-tokoh masyarakat dan sangat mengenal kultur budaya Bugis Makasar," Emha mengawali obrolan yang sangat akrab penuh tawa lesehan di teras rumahnya.
"Kalau di genre musik. Bung Anis membuka konser kepemimpinannya dengan musik Rock, 'INI KONSPIRASI..!!'," ujar Cak Nun dengan melengking mengucap 'INI KONSPIRASI' mengomentari pidato politik Anis Matta yang menggegerkan dunia dan diliput serta disiarkan secara live oleh beberapa tivi.
"Kalau Anis Matta ngomong konspirasi baru kemarin, saya justru sudah dari dulu bicara konspirasi. Bahkan konspirasi global. Gak mungkin hidup ini tanpa konspirasi. Konspirasi biasanya bahasa untuk si korban, sedang si pembuat menyebutnya protokol," lanjut Cak Nun.
Mendengar kata 'protokol' saya jadi langsung teringat seruan Anis Matta di Medan untuk 'belajar' dari film Mission Impossible 4: Ghost Protocol. (ehm lagi)

"Kata konspirasi itu harus dijaga. Bangsa Indonesia harus mengenal kata ini." (Cak Nun)
Menanggapi tentang kasus yang sedang menimpa PKS, Cak Nun bilang: "Kasus itu rizki dan potensi terbesar di zaman ini.  Jadi jangan kecil hati dengan kasus. Itu bisa menjadi berkah min haitsu laa yahtasib asal kita pandai mengarasemennya."
"Kalau kemarin sudah diawali dengan 'Rock', nanti dipilih yang slow, jazz, harus diatur ritmenya, diatur aransemennya biar indah. Budaya bugis yang tegas harus juga diperindah dengan ludruk."
"Saya malah berharap Bung Anis tidak hanya menjadi milik PKS. Potensi yang bagus ini harus kita dorong agar dia menjadi milik Indonesia. Ini momentum PKS untuk menunjukan kebaikan-kebaikannya. Mumpung lagi menjadi sorotan."
"Dengan kasus dan konspirasi ini saya yakin anda semua (PKS) menjadi lebih dewasa, lebih akurat, lebih berbobot, lebih terbuka dalam melihat segala sesuatu."
"Kalau anda sudah memulai, maka tuntaskan!" pesan terakhir Cak Nun yang ditujukan secara khusus kepada Anis Matta.  

*Catatan: sepanjang obrolan kurang lebih satu setengah jam (23.30-01.00) tak ada yang tak ketawa dengan guyonan khas Cak Nun. Dari awal sampai akhir ger geran terus. bicara kalau dengan nuansa budaya memang cita rasanya berbeda, apalgi dengan budayawan sekaliber Emha Ainun Nadjib.

Selasa, 05 Februari 2013

Terjadi Tren Positif PKS di Social Media Pasca Kasus LHI | Riset Win and Wise Communication

share of netizen adalah banyaknya warga yang mempercakapkan

Ramainya pemberitaan kasus dugaan suap kuota impor daging sapi yang ditujukan KPK kepada Presiden PKS Luthi Hasan Ishaq (LHI), yang terjadi dalam sepekan ini, membuat  publik bertanya-tanya ada apa gerangan dengan kasus ini.  Hampir semua media massa nasional dan Lokal  baik Televisi maupun Koran tampil menghakimi Luthi Hasan Ishaq, dan tentunya PKS secara Institusi, tanpa berupaya mengedepankan asas praduga takbersalah, opini publik telah digiring dan menempatkan PKS sebagai partai pesakitan, PKS terkena Tsunami Besar.
Namun hal tersebut tidak terjadi di Social Media (facebook, twitter). Lima hari pasca peristiwa tersebut terjadi, lembaga Win and Wise Communication (ww-comm) lembaga yang memiliki spesialisasi tracking social media, justru menemukan hal yang berbeda, dengan kasus "Rekayasa KPK" ini, PKS justru mendapat dukungan dan simpati yang sangat besar dari Netizen (warga di Sosial Media), menurut Anwar Abugaza, ST (Direktur riset ww-comm) PKS yang selama ini dipercakapkan hanya berkisar 950 percakapan/menit, mengalami peningkatan signifikan dan mencapai 1700 percapakan/menit, yang menarik lagi sentimen index mengarah pada dukungan dan simpati positif terhadap PKS dengan perbandingan  80 : 20.

Ket : Sentimen index adalah kecendrungan Brand Positif atau Negatif

Ketika dicermati hal ini terjadi karena besarnya daya dukung kader dan simpatisan PKS yang menggunakan Social Media dalam mempengaruhi opini publik, ini berimbas pada netizen lain yang bukan kader dan simpatisan dari PKS. "Ada proses 'peyakinan' bahwa kasus yang menimpah Luthfi Hasan Ishaq adalah rekayasa dengan berupaya mem-posting tulisan baik berita dan komentar dari pengamat dan orang bersimpati dengan kasus ini, dan ini dilakukan dengan baik oleh warga PKS di Social Media," ujar Anwar.
Social media dan media massa (TV dan Koran) pada kasus "Rekayasa KPK" menampilkan  dua hal yang berbeda, kasus ini masih menarik untuk ditunggu kelanjutannya, karena bukan hanya menampilkan PKS Vs KPK tapi juga Social Media Vs Media Massa yang sama-sama memiliki kepentingan terhadap mempengaruhi opini publik.

Disebut Eks Terpidana, Misbakhun Adukan Tempo ke Dewan Pers

Mukhammad Misbakhun mengunjungi mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq, yang ditahan di rutan Guntur, Jakarta Selatan. Luthfi ditahan terkait dengan dugaan kasus suap daging sapi impor.
Agenda kunjungan Misbakhun diberitakan Tempo (4/2). Dalam laporannya, Tempo menulis Misbakhun sebagai Eks terpidana pemalsuan letter of credit PT Selalang Prima International. Mengetahui ada yang tidak benar dalam redaksional pemberitaan itu, Misbakhun berkicau di Twitter melalui akun @misbakhun.

“Saya dibilang eks terpidana? SAYA BEBAS MURNI HEY!!! Kalo BEBAS MURNI itu direhabilitasi nama baiknya!!!” ujarnya.
Misbakhun juga menyebut redaktur hukum Tempo tidak tahu berita dan memalukan.
“Redaktur Hukum TEMPO gak baca berita ya???? Bikin berita yang benar ya. Jangan asal2an. Malu. Nanti dibawa ke dewan pers marah2. Nulis seenaknya.” kicaunya.
Merasa tidak ditanggapi, Misbakhun melakukan mention langsung ke Wakil Direktur Majalah Tempo, Tariq Hadad.
“Mas @thhadad dlm berita ini saya ditulis eks narapidana. Itu salah. Apakah @tempodotco & Mas @thhadad tahu kalau saya BEBAS MURNI. Tidak ada istilah eks narapidana krn direhabilitasi.” imbuhnya.
Tak kunjung mendapat respon dari pihak Tempo, Misbakhun melaporkan perkara ini ke Dewan Pers melalui akun Twitter official @dewanpers dan meminta Dewan Pers untuk memberikan fasilitas ruang diskusi antar dirinya dengan Tempo.
“Kepada @dewanpers saya merasa diberitakan tdk benar berita ini. Saya disebutkan sbg Eks Narapidana. Saat ini posisi BEBAS MURNI dan direhabilitasi oleh PK MA.” lapornya.
“Mohon @dewanpers bisa memfasilitasi supaya @tempodotco ditegur karena berita ini. Isi soal saya adalah TIDAK BENAR.”
Laporan pengaduan Misbakhun diterima dan akan diteruskan ke Komisi Pengaduan.
Salah seorang pengguna Twitter bernama Tantri DS ikut menanggapi kicauan tersebut dengan mengatakan, “Tempo sudah jd alat pembunuhan karakter”.

Senin, 04 Februari 2013

Alumni Gontor Tuntut Tifatul Minta Maaf


Tribunnews.com - Senin, 4 Februari 2013 02:53 WIB

Alumni Gontor Tuntut Tifatul Minta Maaf
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Tifatul Sembiring 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ikatan Alumni Pondok Modern Gontor angkatan 2000 (Laviola 2000) menyesalkan pernyataan mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring di beberapa media, yang menyebut perantara suap kasus impor sapi Ahmad Fathonah adalah alumni Gontor.  "Tifatul jangan asal sebut Fathonah alumni Gontor. Tidak sepantasnya seorang Menkominfo mengeluarkan pernyataan yang asal bunyi. Apalagi, ini terkait dengan lembaga pendidikan pesantren moderen Gontor," kata Majelis Pertimbangan Laviola 2000 Kuntum Khairu Basya kepada Tribunnews.com, Senin (4/2/2013).  Menurut Kuntum, Fathonah dipastikan bukan alumni pesantren yang terletak di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Yang bersangkutan adalah alumni IMMIM, salah satu pesantren di Makassar.  "Saya sudah melakukan kroscek ke Gontor, dan nama Fathonah tak pernah ada dalam nomor stanbuk siswa Gontor," tuturnya.  Sebelumnya, Tifatul menyatakan bahwa Fathonah memiliki kedekatan dengan tersangka mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (LHI), karena keduanya pernah mengenyam pendidikan di Gontor.   "Kalo LHI memang pernah di Gontor, tapi dia tidak sampai tamat, hanya dua tahun. Sementara, Fathonah tidak sama sekali," papar Kuntum.   Ahmad Fathonah adalah pria yang tertangkap tangan bersama mahasiswi bernama Maharani, di sebuah kamar Hotel Le Meredien, Selasa (29/1/2013) malam.Ahmad Fathonah disebut-sebut sebagai kurir Luthfi Hasan Ishaaq. Uang yang diamankan dari tangan Ahmad Fathonah, dituding ditujukan kepada Luthfi Hasan Ishaaq.

Kuntum yang juga Ketua Umum Garda Muda Nasional, mengimbau Tifatul agar tidak mengait-ngaitkan para pelaku kasus di PKS dengan institusi Pesantren Gontor.
Sebab, ini sangat bias. Bahkan jika mau fair, yang menangkap LHI sebenarnya juga sesama alumni Gontor.
"Dua ketua KPK saat ini, Adnan Pandu Praja dan Busyro Muqoddas adalah alumni Gontor. Itu artinya produk keluaran Gontor tidak pernah main-main. Siapapun yang salah dan melanggar aturan, tak peduli sesama alumni, pasti juga akan kena akibatnya," jelas Kuntum.
Pernyataan Kuntum ini juga diperkuat Hidayat Nur Wahid, mantan Presiden PKS yang juga alumni Pesantren Gontor.
"Ahmad Fathonah itu bukan alumni Gontor. Bukan kader PKS, bukan anggota PKS, bukan staf khusus Pak Lutfhi. Kalau ada kedekatan, mungkin pernah belajar di satu tempat yang sama, tapi kalau Gontor, tidak. Atau mungkin pernah sebagai perkawanan," beber Hidayat Nur Wahid, Jumat (1/2/2013).
Berdasarkan keterangan salah dan asal bunyi yang dilontarkan Tifatul, Kuntum meminta Tifatul meminta maaf secara resmi kepada pihak Gontor, dan mengklarifikasi pernyataannya.
"Pernyataan ini merugikan Gontor, Tifatul harus meminta maaf," tegas Kuntum. (*)   pks pariaman selatan

Minggu, 03 Februari 2013

Ketika Kepentingan Mereka Terusik


Ingatkah Kita.......????

1. Saat PKS gencar mengkampanyekan bahwa Israel-Amerika adalah teroris dunia, tiba2 yayasann al-haramain yg dipimpin Hidayat Nur Wahid (HNW) dituduh sbg jaringan al-qaida. Yang pada akhirnya, Kedubes AS di Indonesia mengakui kesalahannya!

2. Saat PKS melalui menterinya (Nur Mahmudi Ismail/menteri kehutanan) gencar melawan pembalakan liar, tiba2 Suripto (sekjen Menhut) yg juga anggota dewan pakar PKS dituduh melakukan mark-up pembelian helikopter. Yang akhirnya tidak terbukti!

3. Saat PKS melalui kader2nya di DPR vokal terhadap kasus bank Century, tiba2 Misbakhun (anggota DPR/FPKS) dijadikan tersangka dan sempat merasakan penjara dgn tuduhan LC fiktif di Bank Century. Yang pada akhirnya Misbakhun dinyatakan TIDAK BERSALAH oleh Mahkamah Agung!

Kini.... Saat PKS melalui menterinya (Suswono/Menteri Pertanian) gigih menolak import daging asal amerika, sehingga membuat amerika melaporkan Indonesia ke WTO, tiba-tiba Luthfi Hasan Ishaaq (Presiden PKS) dituduh AKAN menerima suap soal daging sapi impor.
Dari rentetan peristiwa tersebut terlihat begitu jelas bahwa fitnah terhadap PKS akan dibuat sesuai dengan apa yang sedang diperjuangkan PKS untuk kepentingan rakyat dan bangsa.

Sedang Dizhalimi, Warga Justru Berbondong-Bondong Masuk PKS

Cuplikan video pidato politik perdana Presiden PKS Muhammad Anis Matta di kantor DPP PKS, 1 Februari 2013. (Video Courtessy: tvonenews.tv)
Cuplikan video pidato politik perdana Presiden PKS Muhammad Anis Matta di kantor DPP PKS, 1 Februari 2013. (Video Courtessy: tvonenews.tv)
dakwatuna.com - Luthfi Hasan Ishaaq yang pada waktu itu merupakan Presiden PKS ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK karena dituduh terlibat dalam suap impor daging sapi. Dan tidak kurang dari 12 jam, Luthfi digelandang ke KPK. Hal ini tentu saja merupakan hantaman tersendiri kepada tubuh PKS.
Masyarakat dibuat bingung dengannya. Karena banyak yang menaruh harapan kepada PKS sebagai “benteng terakhir” pemberantasan korupsi di Indonesia, khususnya pada perpolitikan Indonesia. Ditambah lagi beberapa pengamat  mengatakan di berbagai media bahwa kejadian ini akan berdampak kepada turunnya suara PKS menjelang pemilu 2014.
Namun pada kenyataannya justru terbalik. Sebelum ini telah diberitakan bahwa ada seorang ibu di Bandung langsung menelepon DPW PKS Jabar untuk mendaftar menjadi anggota PKS. Dia mengatakan bahwa dia tahu PKS walau sedang ada gonjang ganjing ini. Seorang mahasiswi di UNPAD menyatakan ingin bergabung dengan PKS melalui twitter dengan memention anak seorang kader PKS.
Lalu di NTT beberapa tokoh mengucapkan simpati dan kagum kepada kader-kader PKS dan Presiden PKS yang baru. Sedangkan di Maluku, tepatnya di daerah Kab MTB dan MBD yang berbatasan dengan Timor, ada lima tokoh masyarakat setempat yang masing-masing ada yang beragama Katolik dan ada yang Protestan minta untuk bergabung dan menjadi pengurus PKS di sana.
Lain lagi dengan di Ujung Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur. Di sana ada 3 orang, 2 Protestan dan 1 Katolik, minta diangkat jadi Pengurus PKS di Balikpapan. Wartawan Senior Tribun tertegun dan menangis menyaksikan Pidato Presiden PKS. Dan ibu-ibu rumah tangga datang ke rumah menangis karena merasa PKS dizhalimi…
Sedangkan di Yogyakarta, seorang Ustadz besar setempat mengirimkan sms ke pengurus PKS sebagai berikut:
“Assalamu ‘alaikum. Bismillahirrohmanirrohiem. Dengan ini, saya, ustad [nama dirahasiakan], menyatakan diri bergabung ke Partai Keadilan Sejahtera. Wassalamu’alaikum.”
Di DPC Sukun Malang, ada seorang ayah yang fanatik dengan PDIP, sehingga membatasi anaknya untuk tidak ikut acara-acara PKS, tapi setelah si ayah melihat orasi Presiden PKS baru Anis Matta di TV, ada yang beda dia rasakan, dia pun menyetujui anaknya bergabung dengan PKS.
Sedangkan di Garut, beberapa orang yang terdiri dari Hanura, PAN, PBB dan mantan caleg PKNU semua SMS dan menyatakan siap dukung PKS di 2013-2014.
Berita terbaru yang didapatkan redaksi dakwatuna.com, seluruh remaja masjid dan pemuda Muhammadiyah Terara meminta kartu anggota PKS untuk dijadikan anggota PKS. Hal ini terjadi setelah DPC Terara Lotim NTB, nonton bareng pidato politik Anis Mata di youtube.
Sedangkan seorang tokoh masyarakat Majene yang merupakan PNS, dosen UNM, dan Pengusaha setempat, ikut menonton pidato politik  Presiden PKS Anis Matta bersama istrinya di televisi. Tiba-tiba sang istri berkata: “Bagaimana kalo ayah masuk PKS saja dan tinggalkan PNS”. Dan hari ini tokoh tersebut sudah menemui pengurus DPD, menyatakan siap masuk PKS dan siap memberikan 8 unit motor, 1 mobil untuk DPD Majene, serta rumah beliau di Majene yang besar dipinjamkan untuk kantor DPD Majene. (ist)

Pengamat Politik Pertanyakan Aksi KPK



Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq.
REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Pengamat politik Yon Mahmudi mengaku heran dengan aksi KPK kali ini.
"Tak ada angin tak ada hujan kok tiba-tiba petinggi PKS ditetapkan sebagai tersangka, hanya karena pengakuan sepihak yang tertangkap tangan," katanya.

Ia juga mempertanyakan apakah KPK tidak perlu konfirmasi atau konfrontasi untuk membuktikan kesaksian valid atau palsu.

"Apakah LHI sudah dipantau sejak lama, mungkin disadap komunikasinya dan diselidiki gerak-geriknya selama ini terkait kasus impor daging?," kata dosen FIB UI itu.

Yon Mahmudi yang pernah menulis disertasi tentang PKS di Australian National University (ANU) sehingga setahu dia selama ini justru PKS mendukung gerakan antikorupsi.

"Tapi, sekarang justru sebagian pendukung KPK akan mencurigai sikap lembaga penegak hukum itu. Bahkan, masyarakat luas akan mendesak KPK untuk bertindak imparsial, agar semua tersangka dan calon tersangka diperlakukan sama," katanya.

Misalnya, kata dia, dalam persidangan kasus Hambalang disebut dalam persidangan ada Ketua Umum partai berkuasa yang terlibat, mengapa hal itu tidak segera diusut.

Untuk itu, kata dia, bukan kebetulan, koran The Jakarta Post hari Rabu (30/1) memuat laporan utama tentang penyimpangan pajak keluarga istana.

"Apa buat KPK itu bukan kasus penting, sementara tugas KPK harus menguji laporan kekayaan pejabat negara?," katanya.

Baik Sapto dan Yon melihat KPK tanpa sadar terseret arus politik yang kuat, karena saat ini memang diketahui sebagai tahun politik.

Aneh, Orang-orang Ini Daftar PKS Setelah Tahu LHI Tersangka

Aneh, Orang-orang Ini Daftar PKS Setelah Tahu LHI Tersangka

Ditetapkannya Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) sebagai tersangka oleh KPK, membuat PKS dibully habis-habisan di sejumlah media. Anehnya, tidak sedikit orang yang justru mendaftar sebagai anggota PKS setelah mengetahui LHI ditangkap secara tiba-tiba.

Seorang ibu menelepon staf Bidang Humas DPW Jawa Barat. Ia menyatakan keinginannya untuk menjadi anggota PKS. Ketika ditanya, "Kok...dalam gonjang-ganjing begini?" Dia menjawab, "Saya tidak terpengaruh. Saya tahu PKS!".

Di Yogyakarta, seorang ulama yang namanya belum boleh disebarkan, menyatakan diri bergabung dengan PKS. Meskipun selama ini ia dikenal cenderung negatif menyikapi PKS, tetapi ia tidak rela partai Islam difitnah.

Di Jawa Timur, seorang ustadz pengelola lembaga pendidikan Islam termasuk ma'had, dalam forum pengajiannya bersama ustadz-ustadz di lembaga tersebut, Sabtu (2/2), memaparkan pembelaannya kepada PKS. Ia menjelaskan bahwa di tengah penurunan kepercayaan terhadap partai-partai sekuler saat ini, PKS memiliki kans besar untuk memenangkan pemilu 2014. Kemenangan tersebut tidak akan disukai oleh pihak-pihak yang menentang Islam. Karenanya, dibuatlah skenario untuk menjatuhkan PKS. Keanehan demi keanehan dalam penangkapan LHI, menurutnya adalah indikasi mencurigakan dari skenario tersebut.

Seorang kader PKS yang ikut hadir dalam ceramah ustadz berinisial MS itu merasa heran. Sebab, selama ini ustadz MS dikenal berseberangan dengan PKS. [JJ/Hdn/lgs]