*http://news.detik.com/read/2013/03/18/124707/2196693/10/anis-matta-mulai-muncul-sebagai-kandidat-capres-ini-kata-pks
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Selasa, 19 Maret 2013
Ketika Detikcom Menyebut Anis Matta 'Soekarno muda'
*http://news.detik.com/read/2013/03/18/124707/2196693/10/anis-matta-mulai-muncul-sebagai-kandidat-capres-ini-kata-pks
Jumat, 08 Maret 2013
PKS : Pemberantasan Narkoba Harus Jadi Gerakan Nasional
"Saya punya harapan besar dengan BNN. Jika kita bandingkan kejahatan terorisme, korupsi dan narkoba. Menurut saya paling bahaya adalah narkoba, karena narkoba menyerang nyawa, fisik, mental, dan akal para pecandunya serta merupakan kejahatan mafia internasional." ujar politisi PKS ini saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama BNN di Komplek Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/3/2013).
Muzzammil menjelaskan Korban narkoba saat ini sudah mencapai 4,5juta orang, mayoritas anak-anak dan remaja. Jumlah kerugian secara materil mencapai 48 Triliun per tahun. Untuk itu, politisi PKS asal Lampung ini meminta BNN lebih serius dan menjadikan pemberantasan narkoba sebagai gerakan nasional.
”Kami menantang BNN agar bekerja lebih keras untuk menjadikan pemberantasan narkoba menjadi gerakan nasional yang massif dengan melibatkan pejabat negara, parpol, LSM, akademisi, mahasiswa, ulama, dan tokoh masyarakat.” tegasnya.
Untuk itu Muzzammil mempertanyakan dukungan anggaran dan legislasi yang dibutuhkan untuk mendukung gerakan tersebut. "Berapa anggaran yang dibutuhkan BNN? Yang harusnya lebih besar dari KPK dan Densus. Dengan visi ASEAN 2015 bebas narkoba, dukungan anggaran dan legislasi seperti apa yang bisa DPR berikan untuk mendukung gerakan pemberantasan narkoba yang dipimpin oleh BNN?," tanyanya.
Muzzamil pun kemudian membandingkan kinerja BNN dengan kinerja badan intelejen negara lainnya, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang berhasil menangkap koruptor dengan strategi penyadapannya, dan juga Detasemen Khusus (Densus) 88, yang berhasil melumpuhkan teroris dengan serangannya di tempat yang berbeda-beda di wilayah Indonesia..
"Kinerja KPK dengan penyadapan sudah terpublish luar biasa di media dengan menangkap para koruptor di kalangan pejabat negara. Densus 88 dengan penyadapan juga sangat luar biasa berantas teroris dengan cara menangkap orang-orang di tempat yang tersebar. Kenapa BNN terlihat lebih senyap?" ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.
Menurut Muzzammil, seharusnya semua bandar narkoba di lembaga pemasyarakatan bisa segera dibongkar dengan cepat melalui penyadapan yang dilakukan oleh tim intelijen BNN terhadap mereka. “Tapi kenapa BNN terlihat sulit melacak pengedar narkoba di lembaga pemasyarakatan?” tanyanya.
Sebenarnaya Muzzammil berharap dengan penyadapan yang telah dilakukan oleh BNN selama 3 bulan terhadap Raffi Ahmad dapat memberikan kejutan kepada publik dengan membongkar mafia besar pemasok barkoba di kalangan artis dan anak muda.
“Saya berharap dengan terungkapnya kasus narkoba yang melibatkan Raffi ini, BNN dapat mengetahui sumber utama atau gembong narkoba yang selama ini memasok kepada para artis dan anak-anak muda. Tapi ternyata yang diungkap hanya para pemakai saja. Dari sudut ini kerja penyadapan BNN kurang sukses karena belum sampai menyadap bandarnya. ”tegasnya.
Kamis, 07 Maret 2013
Hasil Quick Count Sementara Pilgub Sumut 2013
Kamis, 28 Februari 2013
Smart Evening with Rosi "Bincang Khusus bersama Aher-Deddy Mizwar"
Kamis, 28 Februari 2013
- Smart Evening with Rosi Malam ini 19:30 WIB bertajuk "Belajar dari Pilkada Jabar untuk 2014" bersama Aher-Deddy Mizwar (DM).
- Kejutan! Aher hadir sudah di SEwR! Dedy Mizwar masih di jalan! Komarudin Hidayat, Alvin Lie, Dodi Ambardi pun hadir!
- Deddy Mizwar baru datang pakai jaket kulit cokelat.
- DM: waktu quick count sy tertidur di mobil sdg menuju Bandung. Tiba2 sdh menang. (pasti dg gaya Naba Bonar :D -ed)
- Aher tdk kaget dg hasil quick count, krn sejak 2 bulan sudah terpantau hasilnya. Popularitas mmg menanjak perlahan.
- Aher: kami menang krn daya tariknya adlh apa yg telah kami lakukan pd periode lalu serta jaringan partai yang kuat.
- Menurut Dodi Ambardi dari LSI, kang Aher lebih efisien. Antara yg kenal dan yg memilih tdk beda jauh.
- Komaruddin Hidayat: dr sisi Aher terpilih lg, dia dinilai berhasil oleh masyarakat.
- Menurut KomarudinHidayat, pilgub yg damai di Jabar yg kompleks adl catatan tersendiri.
- Komarudin Hidayat : pilkada Jabar yg damai & tenang merupakan prestasi.
- Bagi Alvin Lie, PAN di grass root banyak anggap Dede Yusuf malin kundang, dan di Demokrat Dede dianggap anak baru.
- KM ( audience): semakin byk artis yg baik mjd birokrat, itu bs mendongkrak calon2 independen yg baik pula.
- DM: sampai hari sy tetap independen
- DM: Sy pun tak membayar kawans sy dr kalangan artis. Mereka ikhlas bantu sy.
- DM: kami bersosialisasi ke masyarakat dgn enjoy & tanpa stress. Terpilih atau tdk ini adalah ibadah.
- DM: yg penting jgn sampai memecah tali silaturahim di Jabar.
- (jwb penelpon) Aher: selama ini sy diragukan byk org: partisan, intoleran. sy sdh membuktikan itu tdk benar.
- Aher: tdk ada perjanjian apa2 antara sy dgn FPI. itu pertemuan biasa seperti sy bertemu dgn kelompok masyrkt lain.
- Aher: soal GKI Yasmin: kisruh soal rmh ibadah tmsk GKI Yasmin sy blm menjabat. untuk solusi sy masukkan dlm program.
- Aher: sbg negarawan sy akn berbuat yg terbaik. masjid, geraja akan sy bantu biar publik yg menilai.
- Aher: soal BJB: tdk ada kerugian serupiahpun di BJB. koperasi yg dianggap bermasalah itu mendpt kredit dr 5 bank.
- Aher: silakan KPK memeriksa. KPK bukan org bodoh, kalau kasus tidak layak tdk mungkin ditindaklanjut. sy tdk ada kekuatiran.
- Aher: soal tersangka kasus korupsi: itu andai2 yg tdk akan terjadi. sy bersedia mundur jk terjd.
- Aher: BJB punya mekanisme penyaluran kredit dan kasus ini urusannya perlu dipersoalkan motif media angkatnya!
- Aher: sy menolak wwcr khusus wkt itu (TEMPO? -ed) krn sy ingin diwwcr semua media.
- Aher: jgn sebuah jurnalistik yg agung dan suci dikotori oleh motif menjatuhkan sesorg di pilkada.
- DM: Jabar itu gudangnya seniman. sy bermimpi ingin membangun pusat seni budaya nusantara di Jabar.
- Pada @eae18 Deddy Mizwar bicara:" ed, gue mau bikin Jabar sbg pusat kebudayaan. Potensi budaya di Jabar hrs diberdayakan agar dunia tahu."
- DM: jabatan itu bukan tujuan. Kekuasaan itu harus dijadikan sarana untuk ibdadah.
- DM: ini baru permulaan. Ini baru halaman pertama. Halaman berikutnya akan kami catat dengan tinta emas. Mari kita bangun bersama.
Minggu, 24 Februari 2013
Tifatul : Bisnis Tower Tidak Boleh Dimasuki Modal Asing
Sabtu, 23 Februari 2013
8 Prajurit TNI Tewas di Papua, PKS Minta TNI Tidak Terpancing Represif
Jumat, 22 Februari 2013
Tas Ransel Aleg PKS Digeledah Satpam Senayan
Jumat, 22 Februari 2013
*http://www.tribunnews.com/2013/02/22/tas-ransel-soeman-digeledah-satpam-senayan
Jumat, 22 Februari 2013
HNW: Densus Harus Rehabilitasi Kerugian Korban Penanganan Kasus Terorisme
Jum'at, 22 Februari 2013
Hidayatullah.com— Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dr. Hidayat Nur Wahid menilai Detasemen Khusus Antiteror (Densus) 88 harus melakukan rehabilitasi terhadap kerugian korban penanganan kasus terorisme. Selain itu, ia juga mengharapkan penanganan kasus terorisme di Indonesia tidak harus dilakukan dengan cara-cara yang sama, yakni dengan meneror.
"Ini tugas penting Komnas HAM untuk berperan serius menegakkan Hak Asasi Manusia," jelasnya kepada hidayatullah.com usai silahturahim dengan Ormas-ormas Islam dengan Fraksi PKS di Gedung Nusantara I DPR RI, Kamis (20/02/2013).
Mantan Ketua MPRI RI ini mengkhawatirkan jika sikap ‘teror’ juga dilakukan Densus dikhawairkan melahirkan trauma di masyarakat. Sebab Akhirnya, sikap terorisme di masyarakat itu bisa jadi lahir karena reaksi atas arogansi Densus 88 itu sendiri.
Terkait UU Pendanaan Terorisme, Hidayat menjelaskan umat Islam tidak perlu khawatir.
Menurutnya, UU tersebut memfasilitasi pengontrolan serius agar Densus 88 tidak sembarangan menuduh seseorang menyumbangkan dana teror.
Sementara itu, Hidayat juga menghimbau agar umas Islam yang ingin menggalang dana untuk membantu keluarga korban penembakan Densus 88 tidak perlu khawatir. Menurutnya semua itu adalah hak asasi manusia dan tanggung jawab ikatan iman sesama Muslim.
"Yang ditindak itu ketika menggalang dana untuk beli senjata, sebagai contoh. Dan itupun tetap perlu dibuktikan tuduhannya. Jadi tidak bisa asal tangkap saja," jelasnya lagi.
Terakhir, ia menekankan agar proses rehabilitasi bagi pihak-pihak yang menjadi korban salah tangkap serius dilakukan. Tidaklah adil ketika tidak terbukti dan namanya tidak rehabilitasi. Sebab ia pada pihak yang dirugikan.
"Peran kepolisian sangat penting di sini. Polisi harus mengayomi masyarakat bukan justru ikut menyebarkan teror di masyarakat," jelasnya.*
Rep: Thufail al Ghifari
Jalan Kaki ke Senayan, Ketua FPKS Ikut Digeladah Pamdal
Ia sempat digeledah oleh Pamdal saat masuk ke Gedung DPR melalui pintu depan. Saat itu, Pamdal langsung menggeledah tas ransel yang dibawanya. Padahal, ia telah menyerahkan kartu identitas anggota DPR. "Saat Pamdal membaca bahwa saya anggota DPR, ia langsung memberi hormat," tuturnya.
Saat ia akan keluar dari Gedung DPR melalui pintu belakang, ia dikejar Pamdal karena curiga. Saat ia memberikan kartu identitas, Pamdal tidak percaya. Bahkan, Suman dibawa ke kantor Pamdal. "Saya langsung bilang siapa komandan kamu, baca dulu kartu identitas saya, akhirnya mereka minta maaf," tuturnya.
Di lain waktu ia juga ditanya Pamdal ingin bertemua siapa. Ketika mengetahui, Soeman Anggota DPR, Pamdal tersebut malah bertanya mengapa ia memilih jalan kaki ke DPR. "Saya bilang itu pilihah," katanya.
Mengenai gaya hidup glamour politisi Senayan, ia tidak berpikiran negatif. Soeman mengatakan banyak anggota DPR yang berpenghasilan diatas rata-rata sebelum terpilih. Sehingga untuk menaiki angkutan umum itu hanya pilihan. "Rumah saya juga tidak pakai AC dan anak-anak saya pakai angkutan umum kalau ke sekolah," tuturnya.
Ia menyarankan kepada pemerintah mengenai kereta api agar sepadan rel kereta api terbebas dari tempat tinggal dan tempat bisnis. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir kecelakaan. Sementara untuk moda transportasi umum perlu dilakukan pengendalian jumlah kendaraan. Lalu transportasi umum yang nyaman serta bersinergi antar jenis angkutan massal. "Ketepatan waktu angkutan umum yang harus diperhatikan," katanya.
Senin, 18 Februari 2013
Usai Kasus Luthfi Meledak, PKS Mengaku Malah Mendapat Banyak Kader
"Tidak ada satu pun pengurus yang mundur, malah banyak yang simpati pada kami. Banyak yang gabung justru," jelas Ketua DPP PKS Yudi Widiana dalam keterangannya, Senin (18/2/2013).
Yudi pun menjelaskan bahwa ada hikmah dari kasus hukum itu. Presiden PKS yang baru Anis Matta terus mengunjungi daerah-daerah melakukan konsolidasi.
"Kami keliling terus," tambahnya.
Menurut dia juga, sebagai bukti dalam Pilgub Jabar, banyak warga yang ingin menjadi saksi untuk pasangan yang diusung PKS yakni Ahmad Heryawan dan Dedy Mizwar.
"Mencari saksi untuk Pilgub Jabar saat ini menjadi lebih mudah," tegasnya.
Minggu, 17 Februari 2013
Gara-gara "Konspirasi", PKS Gresik Panen Ranting Baru
Berbagai kejanggalan dalam pemberitaan tentang Partai Keadilan Sejahtera
(PKS) mendorong puluhan warga Gresik bergabung dengan partai nomor urut
3 itu. Bukan sekedar menjadi anggota, mereka juga bersedia menjadi
pengurus Ranting di desa masing-masing. Alhasil, 36 DPRa baru pun
dilantik, Ahad (17/2) pagi. Diantaranya DPRa desa Randuagung, Indro dan
Karangkiring kecamatan Kebomas. Sedangkan dari kecamatan Gresik antara
lain DPRa Pulo Pancian, Trate, dan Lumpur.Dalam pelantikan DPRa baru di Gedung Dekopinda Jl Dr Wahidin itu terungkap, banyak warga di Kabupaten Gresik, khususnya kecamatan Gresik dan Kebomas, yang berpikir adanya konspirasi untuk menjatuhkan nama PKS. Pasalnya, terdapat berbagai keanehan dalam isu suap impor sapi yang mencatut nama LHI. Misalnya istilah operasi tangkap tangan (OTT) yang terkesan direkayasa, "garang"nya KPK yang dengan cepat menahan LHI sementara tokoh lain tidak diperlakukan demikian, Ketua KPK Abraham Samad yang meralat pernyatannya sendiri bahwa ada rekaman pembicaraan antara LHI dengan Mentan, dan seterusnya.
"PKS Islami kayak gini kok dibilang korupsi. Ini pasti ada yang nggak senang," kata Ridho, salah seorang anggota baru yang menghadiri pelantikan.
Selain seremonial pelantikan DPRa baru, acara yang digelar hingga menjelang Dzuhur itu juga diisi pemutaran video pidato-pidato Presiden PKS Bung Anis Matta dan penyerahan beasiswa secara simbolis oleh Ketua DPD PKS Kabupaten Gresik Adi Wisnugraha.
Adi berharap, 36 DPRa baru yang dilantik pada hari ini membuat PKS Gresik semakin siap memenangkan pemilu 2014.
"Inilah saatnya kita naik. Di Gresik PKS masih jadi partai kecil, tapi dengan bergabungnya DPRa baru, optimis kita akan naik kelas. Dari segi modal kita memang tak sebanding dengan partai-partai besar, tapi laiknya mission iimposible force, dengan tim yang solid, maka peluang sekecil apapun akan kita optimalkan," kata Adi dalam sambutannya.
Kabupaten Gresik adalah salah satu diantara tiga kabupaten di Jawa Timur yang PKS belum memiliki kursi DPRD. Salah satu faktor mengapa PKS Gresik tidak mendapatkan kursi pada pemilu 2009 adalah minimnya DPRa
Rabu, 13 Februari 2013
Sebelum Ditangkap, Luthfi dan Mentan Bahas Daging Oplosan
"Iya, (pertemuan) itu di Medan. Pada tanggal 10 sampai 11 Januari 2013. Baru kemarin sebelum ditangkap itu," ujar salah satu pengacara Luthfi, M Assegaf, di KPK, Selasa (12/2).
Assegaf mengatakan Luthfi membicarakan daging oplosan yang beredar kepada Mentan Suswono dan juga kepada mantan ketua asosiasi perdagingan, Elizabeth. Pembicaraan itu dilakukan lantaran terdapatnya laporan dari asosiasi importir dari Elizabeth terkait hal tersebut.
"Pak ustadz (LHI) mendapatkan laporan dari asosiasi importir itu Ibu Elizabeth tentang posisi daging. Kenapa ustadz begitu concern karena beliau itu partai islam, tapi di masyarakat beredar daging babi, daging apa maka harga mahal. jadi terjadilah diskusi dengan uji publik semacam seminar," jelas Assegaf.
Dalam pertemuan itu, Elda Devianne Adiningrat, salah seorang pengusaha juga turut hadir. Namun, Zainuddin mengatakan, meski Elda turut serta, dia tidak berperan apa-apa dalam pertemuan tersebut.
"Dia tidak ada peran apa-apa disitu. Hanya mendengarkan saja," ujar Zainuddin Paru.
Elda sendiri telah dicegah bepergian ke luar negeri oleh KPK selama 6 bulan ke depan.
Diduga penyidik KPK telah mengintai pertemuan ini sebelum adanya tangkap tangan yang terjadi pada Selasa (28/2). Namun, saat itu, tidak terjadi 'transaksi', sehingga penyidik tidak menangkap tangan di Medan hari itu. (kpk manusia setengah dewa) hahahahah
[ian]
Jumat, 08 Februari 2013
Obrolan Hangat Cak Nun dengan Anis Matta | Roadshow ke Jogja tadi malam
JOGJA - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang baru terpilih Anis Matta melakukan roadshow ke Yogyakarta, Kamis-Jumat (7-8 Februari 2013).
"Kata konspirasi itu harus dijaga. Bangsa Indonesia harus mengenal kata ini." (Cak Nun)
*Catatan: sepanjang obrolan kurang lebih satu setengah jam (23.30-01.00) tak ada yang tak ketawa dengan guyonan khas Cak Nun. Dari awal sampai akhir ger geran terus. bicara kalau dengan nuansa budaya memang cita rasanya berbeda, apalgi dengan budayawan sekaliber Emha Ainun Nadjib.
Selasa, 05 Februari 2013
Terjadi Tren Positif PKS di Social Media Pasca Kasus LHI | Riset Win and Wise Communication
![]() |
| share of netizen adalah banyaknya warga yang mempercakapkan |
![]() |
| Ket : Sentimen index adalah kecendrungan Brand Positif atau Negatif |
Disebut Eks Terpidana, Misbakhun Adukan Tempo ke Dewan Pers
Agenda kunjungan Misbakhun diberitakan Tempo (4/2). Dalam laporannya, Tempo menulis Misbakhun sebagai Eks terpidana pemalsuan letter of credit PT Selalang Prima International. Mengetahui ada yang tidak benar dalam redaksional pemberitaan itu, Misbakhun berkicau di Twitter melalui akun @misbakhun.
Misbakhun juga menyebut redaktur hukum Tempo tidak tahu berita dan memalukan.
“Redaktur Hukum TEMPO gak baca berita ya???? Bikin berita yang benar ya. Jangan asal2an. Malu. Nanti dibawa ke dewan pers marah2. Nulis seenaknya.” kicaunya.
Merasa tidak ditanggapi, Misbakhun melakukan mention langsung ke Wakil Direktur Majalah Tempo, Tariq Hadad.
“Mas @thhadad dlm berita ini saya ditulis eks narapidana. Itu salah. Apakah @tempodotco & Mas @thhadad tahu kalau saya BEBAS MURNI. Tidak ada istilah eks narapidana krn direhabilitasi.” imbuhnya.
Tak kunjung mendapat respon dari pihak Tempo, Misbakhun melaporkan perkara ini ke Dewan Pers melalui akun Twitter official @dewanpers dan meminta Dewan Pers untuk memberikan fasilitas ruang diskusi antar dirinya dengan Tempo.
“Kepada @dewanpers saya merasa diberitakan tdk benar berita ini. Saya disebutkan sbg Eks Narapidana. Saat ini posisi BEBAS MURNI dan direhabilitasi oleh PK MA.” lapornya.
“Mohon @dewanpers bisa memfasilitasi supaya @tempodotco ditegur karena berita ini. Isi soal saya adalah TIDAK BENAR.”
Laporan pengaduan Misbakhun diterima dan akan diteruskan ke Komisi Pengaduan.
Salah seorang pengguna Twitter bernama Tantri DS ikut menanggapi kicauan tersebut dengan mengatakan, “Tempo sudah jd alat pembunuhan karakter”.
Senin, 04 Februari 2013
Alumni Gontor Tuntut Tifatul Minta Maaf
Kuntum yang juga Ketua Umum Garda Muda Nasional, mengimbau Tifatul agar tidak mengait-ngaitkan para pelaku kasus di PKS dengan institusi Pesantren Gontor.
Sebab, ini sangat bias. Bahkan jika mau fair, yang menangkap LHI sebenarnya juga sesama alumni Gontor.
"Dua ketua KPK saat ini, Adnan Pandu Praja dan Busyro Muqoddas adalah alumni Gontor. Itu artinya produk keluaran Gontor tidak pernah main-main. Siapapun yang salah dan melanggar aturan, tak peduli sesama alumni, pasti juga akan kena akibatnya," jelas Kuntum.
Pernyataan Kuntum ini juga diperkuat Hidayat Nur Wahid, mantan Presiden PKS yang juga alumni Pesantren Gontor.
"Ahmad Fathonah itu bukan alumni Gontor. Bukan kader PKS, bukan anggota PKS, bukan staf khusus Pak Lutfhi. Kalau ada kedekatan, mungkin pernah belajar di satu tempat yang sama, tapi kalau Gontor, tidak. Atau mungkin pernah sebagai perkawanan," beber Hidayat Nur Wahid, Jumat (1/2/2013).
Berdasarkan keterangan salah dan asal bunyi yang dilontarkan Tifatul, Kuntum meminta Tifatul meminta maaf secara resmi kepada pihak Gontor, dan mengklarifikasi pernyataannya.
"Pernyataan ini merugikan Gontor, Tifatul harus meminta maaf," tegas Kuntum. (*) pks pariaman selatan
Minggu, 03 Februari 2013
Ketika Kepentingan Mereka Terusik
1. Saat PKS gencar mengkampanyekan bahwa Israel-Amerika adalah teroris dunia, tiba2 yayasann al-haramain yg dipimpin Hidayat Nur Wahid (HNW) dituduh sbg jaringan al-qaida. Yang pada akhirnya, Kedubes AS di Indonesia mengakui kesalahannya!
2. Saat PKS melalui menterinya (Nur Mahmudi Ismail/menteri kehutanan) gencar melawan pembalakan liar, tiba2 Suripto (sekjen Menhut) yg juga anggota dewan pakar PKS dituduh melakukan mark-up pembelian helikopter. Yang akhirnya tidak terbukti!
3. Saat PKS melalui kader2nya di DPR vokal terhadap kasus bank Century, tiba2 Misbakhun (anggota DPR/FPKS) dijadikan tersangka dan sempat merasakan penjara dgn tuduhan LC fiktif di Bank Century. Yang pada akhirnya Misbakhun dinyatakan TIDAK BERSALAH oleh Mahkamah Agung!
Sedang Dizhalimi, Warga Justru Berbondong-Bondong Masuk PKS
Masyarakat dibuat bingung dengannya. Karena banyak yang menaruh harapan kepada PKS sebagai “benteng terakhir” pemberantasan korupsi di Indonesia, khususnya pada perpolitikan Indonesia. Ditambah lagi beberapa pengamat mengatakan di berbagai media bahwa kejadian ini akan berdampak kepada turunnya suara PKS menjelang pemilu 2014.
Namun pada kenyataannya justru terbalik. Sebelum ini telah diberitakan bahwa ada seorang ibu di Bandung langsung menelepon DPW PKS Jabar untuk mendaftar menjadi anggota PKS. Dia mengatakan bahwa dia tahu PKS walau sedang ada gonjang ganjing ini. Seorang mahasiswi di UNPAD menyatakan ingin bergabung dengan PKS melalui twitter dengan memention anak seorang kader PKS.
Lalu di NTT beberapa tokoh mengucapkan simpati dan kagum kepada kader-kader PKS dan Presiden PKS yang baru. Sedangkan di Maluku, tepatnya di daerah Kab MTB dan MBD yang berbatasan dengan Timor, ada lima tokoh masyarakat setempat yang masing-masing ada yang beragama Katolik dan ada yang Protestan minta untuk bergabung dan menjadi pengurus PKS di sana.
Lain lagi dengan di Ujung Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur. Di sana ada 3 orang, 2 Protestan dan 1 Katolik, minta diangkat jadi Pengurus PKS di Balikpapan. Wartawan Senior Tribun tertegun dan menangis menyaksikan Pidato Presiden PKS. Dan ibu-ibu rumah tangga datang ke rumah menangis karena merasa PKS dizhalimi…
Sedangkan di Yogyakarta, seorang Ustadz besar setempat mengirimkan sms ke pengurus PKS sebagai berikut:
“Assalamu ‘alaikum. Bismillahirrohmanirrohiem. Dengan ini, saya, ustad [nama dirahasiakan], menyatakan diri bergabung ke Partai Keadilan Sejahtera. Wassalamu’alaikum.”Di DPC Sukun Malang, ada seorang ayah yang fanatik dengan PDIP, sehingga membatasi anaknya untuk tidak ikut acara-acara PKS, tapi setelah si ayah melihat orasi Presiden PKS baru Anis Matta di TV, ada yang beda dia rasakan, dia pun menyetujui anaknya bergabung dengan PKS.
Sedangkan di Garut, beberapa orang yang terdiri dari Hanura, PAN, PBB dan mantan caleg PKNU semua SMS dan menyatakan siap dukung PKS di 2013-2014.
Berita terbaru yang didapatkan redaksi dakwatuna.com, seluruh remaja masjid dan pemuda Muhammadiyah Terara meminta kartu anggota PKS untuk dijadikan anggota PKS. Hal ini terjadi setelah DPC Terara Lotim NTB, nonton bareng pidato politik Anis Mata di youtube.
Sedangkan seorang tokoh masyarakat Majene yang merupakan PNS, dosen UNM, dan Pengusaha setempat, ikut menonton pidato politik Presiden PKS Anis Matta bersama istrinya di televisi. Tiba-tiba sang istri berkata: “Bagaimana kalo ayah masuk PKS saja dan tinggalkan PNS”. Dan hari ini tokoh tersebut sudah menemui pengurus DPD, menyatakan siap masuk PKS dan siap memberikan 8 unit motor, 1 mobil untuk DPD Majene, serta rumah beliau di Majene yang besar dipinjamkan untuk kantor DPD Majene. (ist)
Pengamat Politik Pertanyakan Aksi KPK
"Tak ada angin tak ada hujan kok tiba-tiba petinggi PKS ditetapkan sebagai tersangka, hanya karena pengakuan sepihak yang tertangkap tangan," katanya.
Ia juga mempertanyakan apakah KPK tidak perlu konfirmasi atau konfrontasi untuk membuktikan kesaksian valid atau palsu.
"Apakah LHI sudah dipantau sejak lama, mungkin disadap komunikasinya dan diselidiki gerak-geriknya selama ini terkait kasus impor daging?," kata dosen FIB UI itu.
Yon Mahmudi yang pernah menulis disertasi tentang PKS di Australian National University (ANU) sehingga setahu dia selama ini justru PKS mendukung gerakan antikorupsi.
"Tapi, sekarang justru sebagian pendukung KPK akan mencurigai sikap lembaga penegak hukum itu. Bahkan, masyarakat luas akan mendesak KPK untuk bertindak imparsial, agar semua tersangka dan calon tersangka diperlakukan sama," katanya.
Misalnya, kata dia, dalam persidangan kasus Hambalang disebut dalam persidangan ada Ketua Umum partai berkuasa yang terlibat, mengapa hal itu tidak segera diusut.
Untuk itu, kata dia, bukan kebetulan, koran The Jakarta Post hari Rabu (30/1) memuat laporan utama tentang penyimpangan pajak keluarga istana.
"Apa buat KPK itu bukan kasus penting, sementara tugas KPK harus menguji laporan kekayaan pejabat negara?," katanya.
Baik Sapto dan Yon melihat KPK tanpa sadar terseret arus politik yang kuat, karena saat ini memang diketahui sebagai tahun politik.
Aneh, Orang-orang Ini Daftar PKS Setelah Tahu LHI Tersangka
Aneh, Orang-orang Ini Daftar PKS Setelah Tahu LHI Tersangka
Seorang ibu menelepon staf Bidang Humas DPW Jawa Barat. Ia menyatakan keinginannya untuk menjadi anggota PKS. Ketika ditanya, "Kok...dalam gonjang-ganjing begini?" Dia menjawab, "Saya tidak terpengaruh. Saya tahu PKS!".
Di Yogyakarta, seorang ulama yang namanya belum boleh disebarkan, menyatakan diri bergabung dengan PKS. Meskipun selama ini ia dikenal cenderung negatif menyikapi PKS, tetapi ia tidak rela partai Islam difitnah.
Di Jawa Timur, seorang ustadz pengelola lembaga pendidikan Islam termasuk ma'had, dalam forum pengajiannya bersama ustadz-ustadz di lembaga tersebut, Sabtu (2/2), memaparkan pembelaannya kepada PKS. Ia menjelaskan bahwa di tengah penurunan kepercayaan terhadap partai-partai sekuler saat ini, PKS memiliki kans besar untuk memenangkan pemilu 2014. Kemenangan tersebut tidak akan disukai oleh pihak-pihak yang menentang Islam. Karenanya, dibuatlah skenario untuk menjatuhkan PKS. Keanehan demi keanehan dalam penangkapan LHI, menurutnya adalah indikasi mencurigakan dari skenario tersebut.
Seorang kader PKS yang ikut hadir dalam ceramah ustadz berinisial MS itu merasa heran. Sebab, selama ini ustadz MS dikenal berseberangan dengan PKS. [JJ/Hdn/lgs]























