This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Yohanes Wempi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yohanes Wempi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Februari 2013

Syekh Ungku Saliah Kiramat (Ulama Besar Minangkabau)












Oleh:Yohanes wempi  























Sejarah perjalanan sarak di minangkabau, semuanya berawal dari ranah piaman, yang dibawa oleh Syekh Burhanuddin dari Tanah Ulakan, Pesisir pantai, terus menyebar sampai kepedalaman daerah minangkabau dan kenegara tetanggak. Disamping Syekh Burhanuddin, dalam catatan sejarah rang piaman banyak ulama-lama besar berpengaruh yang lahir dan merasul (berdakwah) di piaman, seperti Tuangku Nan Basaruang di Ulakan, Syekh M. Hatta di Nagari Kapalo Koto, Syekh Mato Aie di Nagari Pakandangan, Syekh Tuangku Tampe Talang di Kuranji Hilir, Tuangku Badinah di Nagari Sungai Garinggiang, Tuangku Johor di Limu Purut, Tuangku Lubuak Ipuah di Nan Sabaris, Syekh Harun Bin Abdulla Gani di Toboh Pariaman, dan Syekh Tuangku Saliah Kiramat dan banyak lagi ulama besar piaman lainnya yang tidak bisa digambarkan dalam tulisan ini.
Setiap ulama yang ada di piaman memiliki kisah-kisah yang menarik untuk diceritakan, semua ulama besar tersebut telah memberikan kontribusi dan mendudukan pondasi kuat tegagnya ajaran sarak (agama islam) di ranah piaman dan minangkabau, salah satunya contoh adalah Syekh Mato Aie di Pakandangan, semasa hidup Syekh Mato aie memiliki murit dan pengikut dimana-mana, ini dapat kita lihat dari ramainya orang berziyarah pada saat bulan ramadhan mau masuk, dilihat makam Syekh Mato Aie yang berda dipakandangan sangat ramai di kunjungi oleh para peziyarah tersebut, baik yang berasal dari Piaman sendri, mapun dari luar piaman sperti dari Aceh, Damasraya dan Batusangkar.
Disamping Syekh Mato Aie yang memiliki pengaruh yang besar, ada juga ulama piaman yang sangat karismatik dan memiliki kiramat (kemuliyaan) yaitu Syekh Tuangku Saliah Kiramat atau orang Sungai Sariak mengatakan “Ungku Saliah”, Tuangku Saliah yang nama sebenarnya “dawaik”, beliau dilahirkan di PS. Panjang tahun 1890, dan meninggal pada tahun 1974, adalah ulama piaman yang memiliki banyak murit dan pengikut, semasa hidupnya Ungku Saliah memiliki Surau di Ujung Gunung Sungai Sariak dan beliau dimakamkan sekarang di Korong Lareh Nan Panjang, Nagari Sungai Sariak, kita bisa lihat goboanya disana.
Perjalan dakwah Ungku Saliah atau yang disebut oleh orang tua-tua kampuang juga merassul beliau dilakukan di beberapa tempat di daerah piaman dan minangkabau ini, Ungku Saliah menurut cerita urang tuo-tuo dulu mengatakan bahwa Ungku Saliah merupakan seorang umat manusia mengajarkan Islam kepada semua masyarakat piaman, yang memiliki kelebihaan, sehingga dengan kelebihaan itu dijelaskan Ungku Saliah memiliki kiramat dan keistimewaan sebagai ulama, seperti Pertama, Do,a Ungku Saliah yang banyak dikabulkan oleh Allah. SWT. Sehingga pada waktu beliau masih hidup banyak masyarakat atau muritnya yang minta didoakan oleh Tuangku Saliah untuk mendapatkan pertolongan dari Allah. SWT, Kedua Ungku Saliah memiliki indera yang lebih dari kabanyakan orang, sehingga Ungku Saliah pernah meramalkan dan mempredisi kejadian-kejadian yang akan terjadi dalam waktu dekat dan kejadian-kejadian yang akan terjadi kedepan,
Ketiga Ungku Saliah mampu memberikan obat dan penawar kepada orang sakit, sehingga dalam ceritanya orang sakit tersebut bisa sembuh dan sehat kembali, Keempat beliau juga termasuk yang menentang dan melawan penjajagan Belanda, dalam riwayatnya Ungku Saliah pernah dipenjaraa dengan muritnya oleh Belanda. Kelima disaat beliau mengisi ceramah atau mengisi pengajian, Ungku Salih bisa hadir diwaktu bersamaan dibeberapa surau, dan banyak lagi kiramat yang dimiliki oleh Tuangku Saliah tersebut.
Kehidupan Tuangku Saliah dalam cerita orang-orang tua dulu memiliki keistimewaan yang sangat menonjol, dalam sejarahnya tidak banyak penulis atau sasrawan yang mengkaji dan menuliskan kisah-kisah beliau, dari gambaran penulis banyak cerita-cerita yang dipercayai pernah terjadi pada masa hidup beliau yang tidak ditulisakan, hanya cerita-cerita yang banya berkembang ditengah masyarakat Piaman seperti Tuangku Saliah semasa hidup beliau sering ke Koto Mambang, setiap jumaatnya, setiap kedatangan beliau disambut oleh masyarakat dengan penuh penghargaan, semua orang dengan ikhlas memberikan apa saja yang diminta dan diinginkan oleh Tuangku Saliah, banyak orang bersedekah dan Ungku Saliah pun banyak memberikan kepada masyarakat, cerita M. Yadi khibo, (prantau piaman) mengatakan bahwa diwaktu kecil yadi, Ungku Saliah pernah memberikan 3 (tiga) benda, berupa ganto padati, tangkelek, dan sagenggam bareh (beras), semua benda itu disimpan oleh orang tuan yadi untuk dijadikan obat dan penawar sakit.
Disamping itu ada juga kisah, pada masa itu, ada salah seorang pengikutnya bernama sabar, yang ditegur oleh Ungku saliah yang belum membayar nazar, dan biasanya Tuangku Saliah selalu mengingatnya karna dia tahu selalu, kalau muritnya sabar itu kilaf belum membayarnya. Ada juga kisah yang digambarkan pada saat Belanda menyerang Lubuk Alung dengan membom bardir Pasar Lubuk Alung, sebelum terjadi penyerangan Belanda, Tuangku Saliah sudah memperingatkan warga Pasar Lubuak Aluang agar berhati. dengan mengataka bahwa sebetar lagi akan ada hujan lebat, maka padi yang terjemur agar segera di bangkit atau diteduhkan, sedangkan pada waktu itu hari sangat panas terik, alhasil ternya yang dimaksut dari Ungku Saliah itu adalah akan ada serangan bom dan mortir dari penjajah Belanda.
Syekh Tuangku Saliah Kiramat memiliki pengikut yang banyak, malah sampai sekarang masyarakat Piaman masih memiliki kerpercayaan yang diujutkan dengan dipajangnya foto Ungku Saliah di beberapa tempat, malah dikeramaian. Seandainya kita melakukan perjalanan kesetiap daerah dan kota di Indonesia, lalu singgah di warung nasi Padang, maka banyak kita temukan adanya foto-foto Ungku Saliah yang dipajang didinding rumah makan padang tersbut, bisa kita lihat dipajang didekat kasir, dipintu keluar dan lainya. Maka bisa dipastikan bahwa orang yang memasang foto Ungku Saliah tersbut merupakan pengikut.
Dalam sejarah Ungku Saliah, hanya dilukiskan oleh orang piaman dalam bentuk cerita dari mulut-kemulut, sampai hari ini belum ada penelitian yang ilmiah yang menggali dan melakukan penelitian akademis dari sosok sebenarnya Tuangku Saliah tersbut, dalam kesimpulan tulisan ini, begitu heroiknya kisah beliau maka patutlah kiranya masyarakat Piaman dan masyarakat minangkabau melakukan pengkajian dan meneliti jejak dan sejara Syekh Tuangku Saliah Kiramat untuk dibukukan dan dimunculkan dalam cacatan sejarah seorang ulama yang berpengaruh diminagkabau.

http://sejarah.kompasiana.com/2013/02/12/syekh-ungku-saliah-kiramat-ulama-besar-minangkabau-533575.html

Saatnya Minangkabau Punya Jalan Tol

Semenjak kepemimpinan Gubernur Sumatera Barat, Prof Dr Irwan Prayitno sudah banyak trobosan bermanfaat untuk masyarakat yang direalisasikan. Di awal kepemimpinanya, telah dapat menuntaskan penyelesaian bantuan gempa 2009. Mulai dari bantuan untuk pembangunan rumah masyarakat rusak akibat gempa 2009, maupun pembangunan rehabiliasi rekonstruksi (RR) gedung-gedung perkantoraan milik pemerintah. Awal Januari 2013 sudah diresmikan oleh Kepala BNPB penggunaanya.
Di samping itu Kader Partai Keadilan Sejahteran (PKS) ini juga merealisasikan program satu sapi satu petani yang cukup sukses. Sampai 2013 ini sudah masuk tahun ketiga pelaksanaan. Yang tidak kalah pentingnya untuk membangun masyarakat Sumatera Barat yang pintar, cerdas, berkarakter dengan akhlak mulia, sang gubernur sedang merealiasikan program pendidikan karakter (pendidikan beriligius di setiap sekolah) untuk tahun ini diterapkan setiap sekolah segala tingkatan. Pembangunan demi pembangunan untuk kepentingan masyarakat terus direaliasikan ke depannya.
Di saat kunjungan ke Nagari Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman, bertepatan dengan acara Kepala BNPB Syamsul Maarif, gubernur ikut basafa kaum Syatariah ke makam Syekh Burhanuddin. Saya, Bapak Drs H Ali Mukhni, Bupati Padang Pariaman berdiskusi dengan Bapak Irwan Prayitno tentang rencana pembangunan jalan tol di Sumatra Barat. Saya menyampaikan bahwa, elemen masyarakat Padang Pariaman sudah siap mensukseskan pembebasan lahan yang di lalui jalan tol nantinya di daerah Padang Pariaman.
Dengan situasi yang santai, gubernur menjawab saat itu, “Alhamdulillah, pembebasan tanah merupakan prioritas yang akan dilakukan. Insya Allah tahun 2013 jalan tol ini akan direalisaikan pembangunan tahap satunya”.
Nah, bila dilihat kebutuhkan jalan tol di Sumatera Barat penting diwujudkan. Hal ini bisa kita lihat dari kemacetan, kepadatan kendaraan dan efisiensi waktu berjalan dari Padang ke Kota Bukittingi, atau ke Riau. Apabila dilakukan berpergian dari Padang ke Bukittinggi tersebut sudah dipastikan akan menemui titik kemacetan yang membuat perjalanan tidak efektif. Seperti di Lubukalung, Sicincin, di Padangpanjang, Koto Baru, Agam, dll.
Jalur transportasi yang lancar antara Propinsi Riau ke daerah Minangkabau terealisasi maka akan diprediksi jumlah kunjungan parawisata akan meningkat, masyarakat Riau, Batam, Sumut akan lebih memilih berliburan keobjek wisata yang ada di Sumatera Barat. Sehingga iven-iven nasional dan internasional untuk mendatangkan kunjungan bisa digelar disini secara rutin.
Dengan adanya jalan tol sudah otomatis membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Sumatera Barat, lapangan pekerjaan itu tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan jalan tol, tapi juga akibat tingginya pertumbuhan ekonomi yang disebabkan oleh banyaknya aktifitas-aktifitas bisnis yang akan terjadi paska adanya jalan tol tersebut.
Disamping itu jalan tol di daerah perkotaan seperti Kota Padang, yang terbentang dari daerah Teluk Bayur sampai Palapa, Padang Pariaman, kalau di bangun jalur dengan posisi ketinggi bisa dimanfaatkan masyarakat sebagai shelter tempat evakuasi masyarakat ketika terjadi stunami.
Dengan gambaran diatas keuntungan lain jalan tol mengurangi tingkat kecelakaan yang akhir-akhir ini banyak terjadi. Apabila jalur tol berfungsi maka kendaraan angkutan barang, angkutan umum antar kota dan antar propinsi, serta mobil pribadi dengan tujuan jarak jauh bisa masuk jalur tol, sehingga jalur jalan yang ada sekarang bisa di nikmati oleh masyarakat setempat, yang penggunaan kendaraan dengan jarak-jarak pendek, maka kebisingan kendaraan dipemukiman akan berkurang.
Dilihat dari kebutuhan jalan tol, masyaraka Sumatera Barat sangat membutuhkannya, respon positif harapan terhadap keinginan mendapatkan jalan tol tersebut diungkapkan oleh masyarakat dengan memberikan tanah ulayatnya untuk digunakan sebagai jalan tol, masyarakat bersedia memberikan tanahnya. Ini merupakan ungkapan muliah dari kecintaan masyarakat Minangkabau terhadap pembangunan jalan tol.
Sesuai rencanan pembangunan jalan tol akan dilakukan  di Sumbar memakai sistem sharing anggaran. Dana Sharing itu, terutama untuk pembebasan lahan, yang diperkirakan mencapai Rp300 miliar. Oleh Gubernur angka itu masih di koreksi karena juga mesti dimasukkan pembebasan lahan untuk kawasan komersial jalan tol seperti rest area, SPBU dan sebagainya. Total jendereal, gubernur mengusulkan Rp800 miliar untuk keperluan pembebasan lahan. Jumlah pembebesan itu akan dicicil berdasarkan tahapan-tahapan pembangunan.
Pembangunan  dengan spesifikasi kecepatan kendaraan rata-rata 100 kilometer (KM) per jam. Jumlah lajur pada jalan tol tersebut dirancang  empat segmen. Segmen-I dengan spesifikasi full standard (2×3 lajur), segmen-II full standard (2×3 lajur), segmen-III full standard (2×3 lajur) dan segmen-IV high grade (2×2 lajur).
Segmen-I jalan tol tersebut dibangun dari Kota Padang (jalan Padang-By Pass) ke Palapa, Kabupaten Padang Pariaman. Segmen-II dibangun dari Palapa. Kabupaten Padang pariaman ke batas Kota Padang Panjang. Lalu, segmen III dibangun dari Kota Padang Panjang ke Kota Payakumbuh dan segmen IV dari Kota Payakumbuh ke batas Provinsi Riau (baca. Data PU Sumbar).
Dilihat dari rencana diatas, masyarakat sangat berbangga dengan adanya pembanguna jalan tol tersebut, kedepan sudah akan dipastikan betapa majunya jalur transportasi daerah minangkabau tercinta ini, masyarakat akan merasakan betapa indahnya berkendaran di Sumatera barat tanpa ada kemacetan, kesemerawutan dan banyak pilihan jalan yang akan dilalui.

http://edukasi.kompasiana.com/2013/02/08/saatnya-minangkabau-punya-jalan-tol-532383.html

Jokowi, Perlu Belajar Ilmu Kebencanaan

Banjir yang terjadi di Jakarta telah menelan korban 24 (dua puluh empat) orang meninggal dunia dan 50 (lima puluh) ribu lebih masyarakat harus mengungsi di waktu bencana banjir terjadi. Dari catatan yang ada bencana banjir tahun 2013 ini lebih besar dampak kemanusan dan ekonominya dari pada banjir tahun 2007.
Walaupun banjir sudah mulai surut, di beberapa titik masih terdapat banjir, dan di mana-mana terlihat kerusakan sarana persarana masyarakat yang perlu diperbaikan, serta perlu dilakukan pembenahan secara cepat oleh Pemerintah Propinsi DKI. Kalau kondisi tersebut dibiarkan maka akan terjadi bencana baru paska banjir bagi masyarakat yaitu perkembangan penyakit.
Pada saat bencana banjir terjadi, warga DKI mengeluh dengan kinerja dan penaggulangan bencana yang sangat lambat dilakukan oleh Pemerintah Propinsi DKI. Terkesan Pemerintah Propinsi DKI yang di pimpin oleh Jokowi tidak mengerti di mulai dari mana penangan bencana banjir ini dilakukan, sehingga terkesan ketika banjir terjadi Jokowi hanya melakukan blusukan saja kelokasi daerah banjir, sambil ngangkat-ngangkat barang yang pada dasarnya bisa dilaukan oleh satpol PP yang jumlahnya ribu di DKI. Walaupun dalam liputan media sang Gubernur sudah susah-susah bekerja menangulangi banjir.
Dilapangan pada saat banjir ditemukan tidak adanya kordinasi yang jelas antar instansi di lingkungan Pemprop DKI, sehingga terkesan semuanya jalan sendiri-sendiri, missal peran Dinas Kesehatan tidak jelas, sehingga banyak manula dan anak-anak yang lemah terkena banjir yang tidak terobati dan tidak tersedianya obat-obatan, Tim SAR DKI jalan sendiri juga tanpa adanya dukungan dari alat-alat penanggulangan yang harus disiapkan oleh Dinas PU (Pekerjaan Umum), begitu juga dengan satpol PP, tidak terlihat di beberapa lokasi banjir. Apa bila kita simpulkan situasi di atas Gubernur DKI, Jokowi di awal bencana banjir terjadi tidak melakukan rapat kordinasi antar instansi tersebut.
Bencana banjir sudah menyeluruh terjadi di daerah DKI, beberapa tanggul sudah jebol, di lihat dari kondisi lapangan Jokowi dengan aparatnya tidak sanggup lagi melakukan penanganan, dan ini sangat terlambat, baru Jokowi minta bantuan aparat TNI untuk membantu. Tindakan Jokowi ini sudah di dahului oleh kritikan Sutiyoso yang meminta Jokowi agar secepatnya meminta bantuan TNI.
Tidak itu saja, di lapangan pun ditemukan tidak adanya pelayanan maksimal terhadap warga pengunsian, seperti tidak tersedianya WC umum bagi pengunsi, distribusi makan dan dapur umum tidak merata, sehingga ada beberapa daerah yang tidak mendapatkan bantuan, tenda-tenda tidak mencukupi sehingga banyak dari pengunsi yang tidur di bawah jembatan layang tol, mengunsi ke jembatan penyeberangan dan numpang di halte busway, kondisi yang sangat menyedihkan.
Sedemikian buruknya penangan banjir di Jakarta ini menjadi sebuah pelajaran bagi pimpinan bangsa terutama pemimpin DKI saat ini, bencana banjir merupaka situasi yang sudah dipastikan akan terjadi di DKI, yang pada dasarnya birokrasi DKI sudah paham betul dengan situasi ini. Tapi yang menjadi pertanyaan, mengapa penangan banjir di Jakarat belum juga maksimal, terkesan makin buruk dengan pergantian gubernur DKI.
Perlu di sadari bahwa Jokowi itu bekas Walikota Solo dan Ahok merupaka mantan anggota DPR RI, pasangan ini merupakan pasangan ketika menjabat dulunya tidak terbiasa dengan bencana atau belum mendapatkan ilmu tentang kebencanaan. Apalagi pengalaman tentang bencana tentu tidak punya. Itu bisa kita lihat dari pengalaman perjalan mereka berdua ketika jadi pemimpin.
Kedepan agar kondisi ini jangan terulang lagi maka di minta kepada Jokowi dan Ahok menambah ilmu pengetahunan tentang kebencanaan, dan diperlukan juga belajar kepada aktivis relawan bencana atau pihak yang pernah sukses membantu dibidang kebencanaan, seperti pelu belajar kepada TNI yang berhasil membuat TIM dan membangun kekuatan membantu bencana di Nusantara ini. Atau belajar kepada Hidayat Nur Wahid yang pernah sukses mengorganisasi TIM relawan jutaan orang dan telah menyalurkan bantuan manteril dan non materil triliunan pada saat bencana alam di Aceh, Djogja dan di Sumatera Barat,dll yang waktu itu Hidayat Nur Wahid sebagai Presiden PKS.
Belajar dan menambah ilmu itu perlu bagi pemimpin!!!.

http://birokrasi.kompasiana.com/2013/01/21/jokowi-perlu-belajar-ilmu-kebencanaan-527516.html

PKS Bangun Posko Banjir di DKI

Banjir yang terjadi beberapa hari terakhir ini di Jakarta telah mengetuk hati semua orang, termasuk seluruh kader dan simpatisan PKS yang ada di Indonesia. Karna PKS sudah berpengalaman membantu bencana di beberapa daerah seperti gempa dan stunami NAD, Gempa Jogja, Gempa Sumatra Barat, dan Banjir di DKI tahun 2007, dll. Maka secara spontan PKS sudah mengerahkan kader membangun posko-posko membantu Masyarakat DKI.
Dari Laporan DPW PKS DKI yang dikutip melalui http://www.pkspiyungan.org, saat ini telah berdiri puluhan Posko PKS, dan telah melibatkan ribuan Relawan PKS dalam membatu korban banjir di DKI. Sampai saat ini Posko dan Relawan PKS telah bekerja dan membantu korban-korban sesuai dengan kebutuhan warga DKI, misal membuat dapur umum, membantu evakuasi korban dan memberikan pelayanan keehatan gratis, dll.
Pada tulisan ini kami berikan nomor telepon posko-posko PKS di setiap kecamatan yang siaga menerima laporan permintaan bantuan. Data dirilis oleh lama resmi twitter DPW PKS DKI Jakarta @PKSJakarta.

(1) Daftar kontak POSKO PKS untuk wilayah JAKARTA SELATAN
Kec. Kebyrn Baru;0816832421, 085289456265
Kec. Tebet:
•Manggarai;085697670398
•Bukit Duri;082111054796
•Kebon Baru;081317410077 & 085692119360
Kec. Mampang
•Tegal parang:RW06 sukroni, RW03 yogi, RW05 hanafi
•Mampang:RW01 nano, RW05 aris
•Bangka:RW03 narti, RW04 arifin
Kec. Keb lama
•Pd pinang ali faurrahman
•Keb lama ilham
Kec. Ps. Minggu:
•Sekret. DPC:085214142238,
•Pjtn Timur 087880066251,
•Pjtn barat 081388652573,
•Ragunan 085267392700,
•Jati Padang 02137637232,
•Cilandak Timur 087780586811)
Kec. Pancoran
•Rawajati 08816897515
•Pengadegan 081584117802
•Duren tiga 087886992756
•Kalibata Pulo 081281538003
Kec. Jagakarsa
•Tj Barat:Jl Muara
(2) Daftar kontak POSKO PKS untuk wilayah JAKARTA BARAT
Kec. Kb jeruk
- Kedoya utara: pj sofyan 087782601553
- Duri kepa : pj marsin 087788393970
Kec. Cengkareng
- Cengtim : pj dede 02196657218
- Cengbar & kapuk : pj misan 085880268658
- Kedaung : pj zulkarnain 02168678242
Kec. Kalideres
- Tgl alur : pj hidayat 083899011762
Kec. Palmerah
-jati pulo : pj joni s 08561855956
-Kota Bambu Utara : Pj Budi 021 99096709
Kec. Gropet
-wijaya kusuma : pj trisno 081381727745
-grogol : pj hasmudin 02156199101
-jlambar : pj syarifudin 081584461616
-jlambar baru : pj edi 081213444116
-tomang : pj parlin 081283071313
-Tj duren utr:pj indah 08151674173
Kec. Kembangan
-kemb selatan : pj rusli 085811380856
-meruya selatan: pj hanafi 083870371741
-kemb utara: pj roy 081318005758
(3) Daftar kontak POSKO PKS untuk wilayah JAKARTA PUSAT
Senen : Pj Fathur 085697150570.
Johar Baru: Pj Ridwan 081266214626,
Wawan 081374567456.
Tanah Abang : Pj Ardi 0811898944.
Menteng : Pj Syarif Hidayat 08158881951.
Kemayoran : Pj Wahyudi Rahmat 081311435521.
(4) Daftar kontak POSKO PKS untuk wilayah JAKARTA TIMUR
Update: Jum’at (18/1) pukul 13:20 wib
Berikut nomor telepon Posko PKSiagaBanjir di wilayah Jakarta Timur yang baru kami update.
Jatinegara:
DPC PKS Jatinegara : 087877725212
Bidara Cina : 081387674232, 081807129632, 081808412819
Kampung Melayu : 087882078152, 02141303530, 02180753941
Pasar Rebo:
Setu : 02187704109, 081298352412
Pekayon : 081213378482, 08179173556
Kramat Jati:
Cawang : 081319716722, 0816793973, 08811111710
Cililitan : 081383718455
Ciracas:
DPC PKS Ciracas : 085716543071.
Rambutan : 081586214241, 081318166640
(5) Daftar kontak POSKO PKS untuk wilayah JAKARTA UTARA
Kec. Tanjung Priok
•Warakas,samping aljihad
•Sunter agung:di Kantor RW8/9, RW02 Yusuf, RW05 Lasmi,
Kec. Penjaringan
•kamal muara, di pendopoRw01,SD 01&02, SMP120
•Kapuk di SD03
•Pejagalan di Darul bina
Semoga dengan ada Posko PKS ini bisa bermanfaat untuk kita semua.
13585051801599226698
siap siaga selalu membantu untuk rakyat

http://jakarta.kompasiana.com/layanan-publik/2013/01/18/pks-bangun-posko-banjir-di-dki-526691.html

Banjir Jakarta, Jangan di Maknai Secara logika

Belum terealisasi ide-ide Gubernur DKI, Jokowi mengatasi macet di Kota Jakarta pada awal tahun 2013 ini. Sekarang Jokowi di hadapkan dengan datangnya hujan terus-menerus dan diiringi dengan banjir akibat kirim air dari beberapa daerah tetangga. Dalam pantauan di media banjir sudah mencapai Istana Negara. dan telah merata di seluruh Kota Metropolitan, menurut data yang ada banjir sudah mencakup Jakarta Selatan, banjir menggenangi Kec Tebet (Kel Bukit Duri dan Kebon Baru), Kec Pancoran (Kel Rawajati), Kec Pasar Minggu (Kel Pejaten Timur dan Cilandak Timur), Kec Kebayoran Lama (Kel Pondok Pinang dan Kebayoran Lama Utara), Kec Pesanggrahan (Kel Petukangan Selatan, Bintaro, Ulujami dan Cipulir), Kec Cilandak (Kel Cilandak Barat dan Kelurahan Pondok Labu), Kec Kebayoran Baru (Kel Petogogan), Kec Jagakarsa (Kel Tanjung Barat). Dan Jakarta Pusat, banjir di 3 kelurahan yaitu Kel Galur, Kec Johar Baru, lalu di Kel Petamburan di Kec Tanah Abang, serta di Kel Cideng di Kec Gambir.
Selanjutnnya Jakarta Barat, banjir terjadi di Kec Kebon Jeruk (Kel Kedoya Utara, Duri Kepa dan Sukabumi Selatan), Kec Kembangan (Kel Kembangan Utara, Joglo dan Meruya), Kec Grogol Petamburan (Kel Grogol, Tomang, Tanjung Duren Selatan, Tanjung Duren Utara, Jelambar, Jelambar Baru, dan Wijaya Kusuma), Kec Cengkareng (Kel Kapuk, Cengkareng Timur, Duri Kosambi, Cengkareng Barat, Kedaung Kaliangke dan Rawa Buaya). Dan Jakarta Utara, banjir terjadi di Kec Kelapa Gading (Kel Kepala Gading Timur dan Pegangsaan Dua), Kec Tanjung Priok (Kel Tanjung Priok, Sunter Agung dan Kebon Bawang), Kec Pademangan (Kel Pademangan Barat), Kec Penjaringan (Kel Penjaringan, Pejagalan, Kamal Muara, Kapuk Muara dan Pluit).
Sebahagian orang mengatakan banjir tahun 2013 ini lebih besar dari pada banjir yang terjadi pada tahun 2007. Sehingga boleh di katakan banjir yang terjadi sudah bencana nasional dan musibah terbesar bagi warga DKI. Maka perlu kita pahami selaku warga Negara Indonesia yang beragama, yang percaya kepada tuhan, mari kita memahami banjir yang ada di Jakarta ini merupakan musibah dan bencana.
Apabila kita lihat kondisi bencana yang terjadi saat ini, pastilah semua bencana yang terjadi di tanah Fatahillah ini telah menyusahkan, merepotkan warga DKI, dan menjadi beban berat baik secara materil maupun secara non materil bagi warga. Maka bencana yang terjadi saat ini dan ke depan, pastilah tidak diinginkan lagi oleh warga DKI.
Selaku umat beragama (Islam), perlulah kita memaknai semua bencana yang terjadi dengan kayakinan dan ketaatan kepada sang pencipta. Apakah musibah yang terjadi merupakan ujian, sesuai dengan surat Al Ankabut Ayat 2 dan 3.Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan, kami telah beriman. Sedangkan mereka tidak diuji lagi, Sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang mendustakan.
Atau sebaliknya, apakah musibah yang terjadi di DKI ini merupakan sebuah laknat atau akibat dari ulah manusia itu sendiri, sesuai dengan Surat Asy-Syuura ayat 30. ;  “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu. Maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Tuhan memanfaatkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). Serta diperkuat oleh Surat An-Nissa Ayat 70. ;  “Dan apa saja bencana yang menimpa, maka dari dirimu. Semuanya tergantung dari kita memaknainya, yang pasti semua musibah saat ini dapat kita ambil sebagai pelajaran yang berharga seperti yang dijelaskan oleh Surat Ali Imran Ayat 13. : “Sesungguhnya pada yang demikian  itu-yakni bencana dan musibah-terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati.
Semua warga DKI harus memaknainya berdasakan gambaran di atas. Seperti apa kesimpulanya di pulangkan kepada kita semua selaku warga yang mendapat musibah. Selaku umat beragama kita perlu melihat dari semua sisi. Sebab dan akibat musibah yang ada di DKI maupun di Indonesia ini, maka mari kita kembali ke agama (Islam). Mari kita maknai semuanya dengan introspeksi diri dan kita ambil hikmah dari semua musibah tersebut, tanpa memandang ini ujian atau laknat akibat ulah manusia itu sendiri.
Warga DKI harus kembali menjalankan kehidupan agama dengan tiga prinsip. Pertama, dengan keimanan yaitu percaya kepada Allah SWT dan apa yang telah dia turunkan melalui rasul-Nya. Iman ini mencakup ilmu dan amal dari hati dan anggota tubuh. Kita meyakini, semuanya pasti kehendak Allah, baik keselamatan maupun bencana.
Kedua, dengan takwa, yaitu mengerjakan segala apa yang diperintahkan-Nya dengan ikhlas. Serta menjauhi segala apa yang dilarang oleh-Nya. Sehingga, semua musibah akan kita lalui dengan kedamaian dan ketenangan.
Ketiga, dengan sikap taubat yaitu meminta ampun atas segala dosa dan kesalahaan yang telah dilakukan oleh diri pribadi, keluarga, pemimpin dan masyarakat secara keseluruhaan. Sehingga, semua musibah tidak didasari oleh dosa dari keserakahan dan kesombongan  manusia di muka bumi ini.
Setiap bencana ada hikmah yang terkandung didalamnya, maka warga DKI harus secepatnya memaknai seluruhan bencana tersebut secara agama, jangan hanya mengkedepankan logika-logika yang pada dasarnya itu terbatas/semu. Permasalahan hujan merupakan permasalahaan fenomena alam yang semuanya telah diatur oleh Tuhan, sehingga semuanya perlu memulai antisipasi semuanya dengan keyakinan agama (Islam).
Semua orang mungkin berbangga dengan rencana apa yang akan dilakukan oleh Jokowi, Gubernur DKI untuk mengantisipasi banjir ini secara logika teknik dan hitungan statistik, mungkin ideal menurut tataran teori tapi dengan gambaran diatas perlu dipahami bahwa Jokowi diharapkan mulailah segala sesuatu itu dengan mengambil kebijakan dengan pemahaman agama, jangan hanya pakai logika yang mengesankan timbulnya kesombongan yang akan mengakibatkan hujan dan banjir makin menjadi [].

http://politik.kompasiana.com/2013/01/17/banjir-jakarta-jangan-di-maknai-secara-logika-526316.html

“Cinta Tapi Beda”, Mengapa harus Padang/Minang?

“Cinta Tapi Beda” Suatu film percintaan dengan alur cerita sebagai berikut ; Cahyo (Reza Nangin) adalah seorang koki asal Yogyakarta yang bekerja di salah satu restoran ternama di Jakarta. Setelah ditinggal selingkuh oleh kekasihnya, Cahyo pun mulai mencoba memperbaiki hatinya meskipun kejadian itu terasa sangat sakit baginya. Cahyo mendambakan hubungan yang serius dan bisa membuat hidupnya semakin harmonis.
Harapan Cahyo tersebut tidak lama kemudian datang melalui seorang gadis asal Padang/minangkabau bernama Diana (Agni Pratistha). Sebagai seorang penari, Diana ternyata berhasil memikat hati Cahyo yang kebetulan ibunya dahulu sempat menggeluti profesi serupa. Keduanya pun saling jatuh cinta dan sepakat untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius.
Permasalahan pun mulai melanda mereka mengenai perbedaan keyakinan. Cahyo yang lahir dari keluarga Muslim tidak mendapat restu dari ibunda Diana yang memeluk agama Katolik begitupun sebaliknya. Sejak itulah keduanya terus mencari cara untuk bisa bersatu di tengah perbedaan tersebut (http://sorsow.blogspot.com/2012/12/cinta-tapi-beda-mencoba-bersatu.html).
Dari alur cerita tersebut tergambarkan bahwa seorang gadis bernama Diana berasal dari Padang atau orang tuanya tinggal di Padang/minangkabau (dengan beda agama) mencintai pria Jogja yang beragama Islam, dari alur cerita ditampilkan dengan jelas bahwa ini film menceritakan kehidupan orang berasal dari Padang/minangkabau, dengan menampilkan gambar yang bertempat di Kota Bukittingi, yang merupakan daerah paling kuat adat minangkabaunya.
Masyarakat minangkabau sangat terkejut setelah mengetahui isi alur cerita dari film “Cinta Tapi Beda” tersebut seperti diatas. Orang minangkabau tidak menyangka sutradara Hanung Bramantyo menjadikan film “Cinta Tapi Beda” mengambil alur cerita dari sosok perempuan orang Padang/minangkabau. Ini menjadi suatu pertanyaan mengapa gadis dalam film merupakan sosok Diana tersebut berasal dari Padang/minangkabau, mangapa tidak di balik, megapa tidak laki-laki sosok Cahyo itu yang berasal dari Padang/minangkabau?. Jawabannya ada sama sutradara Hanung Bramantyo.
Selaku orang Minangkabau, Apa yang ditampilkan dari cerita “Cinta Tapi Beda” tersebut sangat merugikan daerah miangkabau, baik kerugian secara materil maupun non materil. Sudah dipastikan cerita film tersebut berpengaruh terhadap pola pikir dan presepsi dari para penonton, bisa-bisa penonton berasumsi bahwa orang Padang/minangkabau seperti dalam alur cerita film tersebut. Berapa ruginya orang minangkabau sekarang dianggap beragama seperti sosok Diana.
Sutradara Hanung Bramantyo sangat gegabah atau keterlaluan telah membuat film seperti yang di ceritakan dalam alur film tersebut, selaku orang minangkabau yang berbudaya Kita perlu memaafkan apa yang telah dilakukan oleh sutradara Hanung Bramantyo (walaupun sampai hari ini belum ada ungkapan permohonan maaf dari Hanung) itu ungkapan yang perlu disampaikan.
Selaku orang minangkabau yang taat terhadap hukum Indonesia, maka Kita sangat mendukung Ikatan Pemuda-pemudi Minang Indonesia (IPPMI), dan Badan Koordinasi Kebudayaan dan Kemasyarakatan ala Minangkabau se-Jakarta dan sekitarnya memalului kuasa hukumnya saudara Zulhendri Hasan melaporkan Hanung Bramantyo ke SPK Polda Metro Jaya. Agar bisa dihukum karna telah merugikan masyarakat minangkabau
Ini pelajaran bagi sutradara Hanung Bramantyo, agar membuat film sesuai dengan kaedah-kaedah atau norma-norma yang sesuai dengan adat istiadat daerah setempat. Dan Kita tunggu rasa kadilan berpihak bagi masyarakat minangkabau, Kita meminta polisi memeriksa sutradara Hanung Bramantyo secepatnya agar masalah ini tidak meluas[].

http://hiburan.kompasiana.com/film/2013/01/10/cinta-tapi-beda-mengapa-harus-padangminang-524190.html

Tahap Awal Pemilu 2014, KPU Hebat

Proses tahapan pemilu tahun 2014 sudah berjalan, sebagai langkah awal Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menunjukan kinerja sesuai dengan UU No. 8 Tahun 2012 tentang pemilu. Hal ini dapat di lihat dari keberhasilan KPU menetapkan hasil verifikasi faktual partai politik (parpol) peserta pemilu tahun 2014 dengan menyelenggarakan rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil verifikasi faktual parpol, yang merupakan kesimpulan telah selesainya tahap penyeleksian parpol sebagai peserta pemilu tahun 2014.
Dari hasil rapat pleno terbuka yang di adakan pada selasa (8/1/2013) tersebut telah di tetapkan 10 partai politik yang memenuhi syarat sebagai peserta pemilu tahun 2014, diataranya adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrat (PD), Partai Golkar, PDI-Perjuangan (PDIP), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Gerindra, Partai Nasdem, dan Partai Hanura. Sedangkan ada sebanyak 24 partai yang tidak memenuhi syarat, sehingga tidak lolos verifikasi faktual sebagai peserta pemilu 2014.
Apabila di simak perjalanan rapat pleno terbuka tersebut telah terjadi keributan dan penolakan. Ada dari beberapa pengurus partai politik yang tidak lolos verifikasi faktual melakukan penyampain nota keberatan dan gugatan secara emosional ke KPU seperti penyampaian nota keberatan dari Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra melayangkan protes kepada KPU dan Ada pula Wakil Sekretaris Jenderal Partai Damai Sejahtera (PDS) Ben Victor Barita Sitompul yang menuding verifikasi parpol oleh KPU daerah dilakukan di ruang karaoke (baca, Kompas.com).
Sehinga dari perjalanan rapat pleno terbuka tersebut nampak kekecewaan dan ketidak senangan dari para pengurus partai politik yang tidak memenuhi syarat sebagai peserta pemilu 2014, yang menyebabkan parpol mereka tidak bisa ikut pemilu tahun 2014. Dalam perjalanan demokrasi dimana pun negaranya, sudah di pastikan terjadi kasus seperti apa yang dilakukan oleh Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Damai Sejahtera (PDS) tersebut, semuanya wajar.
Namun di kesempatan ini kita perlu memberikan apresiasi positif kepada para anggota KPU pusat sampai ke daerah yang telah bekerja keras, yang telah menyelesaikan tahapan verifikasi faktual partai politik sebagai peserta pemilu 2014 dengan baik dan diyakini menghasilkan partai politik peserta pemilu yang berkualitas.
Sehingga saat ini KPU telah meloloskan partai politik yang memiliki kepengurusan yang lengap dari pusat, sampai ke daerah, misal seratus persen kepengurusan di tingkat propinsi, dan partai politik yang memiliki keterwakilan tiga puluh persen kepengurusannya perempuan di setiap tingkatan, dan partai politik yang memiliki infrasturktur yang sesuai dengan UU No.8 Tahun 2012 tentang pemilu.
Dengan ditetapkannya partai politik peserta pemilu tahun 2014 dalam rapat pleno terbuka KPU kemarin sangat diyakini hasil pemilu tahun 2014 akan lebih baik, akan mampu melahirakan pemimpin-pemimpin bangsa berkualitas. Kita selaku rakyat sangat mendukung apa-apa yang telah dan akan di lakukan oleh KPU dalam penyelenggaraan pemilu tahun 2014 ini. Kedepan kita berharap KPU tetap komitmen dengan proses tahapan pemilu yang lebih baik dan berkulitas sesuai dengan undang-undang [].

http://politik.kompasiana.com/2013/01/09/tahap-awal-pemilu-2014-kpu-hebat-523924.html

Akhir Tahun yang Merusak Jakarta

Cura hujan diakhir tahun yang cukup tinggi menyebabkan terjadi banjir di beberapa titik di Ibu Kota Jakarta, termasuk daerah terelit, pusat bisnis terkemuka dan perkantoran mewah di Jakarta yaitu jalan Sudriman-Thamrin, sehingga pada waktu itu setiap orang yang lewat di jalan ini akan terjebak macet berjam-jam.
Sudah puluhan tahun tidak terjadi banjir di ruas jalan Sudirman-Thamrin ini, di hari sabtu, tanggal 22 Desember 2012, kondisi yang mengkagetkan orang Jakarta dan Indonesia termasuk Gubernur, Jokowi dengan kejadian banjir di Jantung Ibu Kota tersebut. Sehingga ada teman yang nyeleneh melalui BBM, mangatakan bahwa aikon Jokowi adalah JB (Jakarta Baru) 2012, akibat banjir di jalan Sudirman-Thamrin tersebut menjadi JB (Jakarta Banjir) 2012.
Apabila di baca sejarah keberadaan jalan Sudirman-Thamrin, merupakan sebagai pusat Ibu Kota Negara, sejak 1950-an perkembangan Jakarta di canangkan menjadi bagian dari politik mercu suar Soekarno. Hal ini untuk menunjukkan kepada dunia luar adanya kekuatan-kekuatan baru yang sedang tumbuh. Selain pembangunan jalan raya, ketika itu dibangun hotel mewah, toko serba ada, kompleks olahraga, dan jalan melingkar.
Hotel mewah yang pertama kali dibangun adalah Hotel Indonesia (HI). Hotel ini didirikan untuk menyambut kontingen olahraga berskala internasional karena pada 1962 Indonesia terpilih menjadi tuan rumah Asian Games IV. Setahun kemudian ketika Indonesia menyelenggarakan Ganefo (Games of The New Emerging Forces), yakni pesta olahraga negara-negara Asia Afrika yang baru merdeka, HI pun menjadi tempat menginap para atlet dan official mancanegara.
Pada tahun-tahun itu kawasan Sudirman-Thamrin merupakan pintu gerbang ibu kota dan menjadi daerah kembanggaan Indonesia, maka pada zaman Soekarno daerah ini menjadi salah satu masko, tentu saja adalah jalan melingkar yang disebut Jembatan Semanggi. Jembatan yang dirancang oleh Ir. Sutami ini sampai sekarang masih tetap menjadi poros yang menghubungkan berbagai wilayah di dalam kota.
Belum tuntas penyelesaian banjir di jalan Sudirman-Thamrin, dengan ide Jokowi di tengah jalan sambil blusukan (apakah dipikirkan atau sekedar lintasan pikiran), merancang kegiatan tahun baru yang akhirnya merusak keindahan dari Jalan Sudirman-Thamrin tersebut dengan mengadaan kegiatan Car Free Night.
Sehingga dengan adanya acara Car Free Night tersebut menimbulkan kerusakan parah di kawasan jalan Sudirman-Thamrin, seperti sampah berserakan, taman-taman yang indah, tertata rapi membuat setiap pejalan kaki dan bermotor bisa mendapatkan kenyamanan, sekarang kondisi taman itu rusak, pagar-pagar yang melarang pejalan kaki melintas di taman itu putus, seperti binatang ternak merebahkan pagar tanaman petani.
Akhir tahun yang membuat Ibu Kota Jakarta semakin rusak, yaitu banjir, macet, acara pencitraan Jokowi yg tidak dipikirkan. penulis tidak melarang di adakan acara Festifal di daerah Jakarta, karna memang acara hiburan merupakan kebutuhan bersama rakyat, tapi tolong di pikirkan bahwa jalan Sudirman-Thamrin itu memiliki sejarah panjang negara ini dan tidak milik Jakarta saja, tapi sudah miliknya Indonesia. Kepada Bung Jokowi kalau mau mengadakan hiburan rakyat silahkan adakan di lapangan yang tersebar di seluruh DKI (Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dll). Jangan di korbankan Jalan Sudirman-Thamrin, Kami banga Jalan Sudirman-Thamrin itu tetap menjadi Aikon Dunia, Seperti yang dicita-citakan Soekarno.[]

http://politik.kompasiana.com/2013/01/01/akhir-tahun-yang-merusak-jakarta-521424.html

Peringatan Tahun Baru Merusak Sendi Minangkabau

Menjelang tahun baru masehi 2013, seperti kejadian tahun-tahun baru masehi sebelumnya banyak masyarakat, terutama anak muda-mudi melakuakan acara penyambutan tahun baru masehi dengan hura-hura dan berpesta pora secara berlebihan. Apa bila dilihat acara tahun baru masehi ini sangat meriah.
Pada malam tahun baru masehi tersebut akan disaksikan anak muda-mudi berkumpul-kumpul, becampur baur antara laki dengan perempuan tanpa ada batas yang memisahkan. Mereka melakukan apa saja yang pada dasarnya sudah melanggar norma-norma adat dan agama di minangkabau.
Banyak saja yang mereka lakukan, seperti minum-minuman beralkohol sampai mabuk, atau menghisap ganja, sabu-sabu dan lain-lainya, semua itu nantinya bisa ditemukan di tempat wisata, seperti ditepi danau, ditepi laut, ditepi sungai dan ditempat rekreasi lainya.
Kehidupan di tahun baru Masehi tersebut biasanya juga dilengkapi dengan kelompok masyarakat mengadakan acara hiburan semalam suntuk (orgen tunggal, basaluang dangdut, dll) dengan mendatangkan biduan atau artis lokal dan nasional yang pakainya membuat kita langsung istighfar. maaf, setengah telanjang. Acara hiburan (orgen tunggal, basaluang dangdut, dll) ini bisa tersebar di seluruh nagari wilayah minangkabau.
Itulah sekelumit fenomena yang terjadi ketika tahun baru masehi masuk, sehingga selaku masyarkat Minangkabau yang beradab, di saat masuknya tahun baru Masehi ini sangatlah mengkawatir. Apa yang terjadi saat itu sudah tidak lagi mencerminkan masyakat yang berbudaya dan beragama, atau tidak lagi menjunjung nilai-nilai “adat basandi syarak-syarak basandi kita bulah”.
Selaku masyarakat Minangkabau, melalui gambaran di atas sudah diketahui situasi di tahun baru Masehi tersebur, maka ke depan apabila situasi tersebut dibiarkan akan bisa meruntuhkah sendi-sendi budaya Minangkabau. Sehingga, ke depan seluruh pemuka masyarakat haru menjadikan fenomena tersebut sebagai persoalan yang perlu dicarikan solusinya.
Selama ini ada kesan pemuka masyarakat membiarkan kejadia-kejadian merusak moral tersebut berulang-ulang terjadi di setiap tahun baru Masehi. Kasus yang dianggap fatal ada juga di antara pemuka masyarakat yang ikut-ikutan memperingati, dan memasilitasi terselenggaranya acara di tahun baru masehi tersebut. Misal, tokoh panutan, ninik mamak, wali korong dan kapalo mudo ikut membuat acara hiburan.
Tidak menghitungan hari lagi momen tahun baru itu akan datang, dari gambaran diatas sudah dijelaskan fenomena penyakit masyarakat yang akan terjadi. Saya selaku penulis mencoba untuk mengingatkan, “gamang kajatuah, cameh kaanyui”, kepada pembaca, terutama kepada pihak-pihak yang diberikan amanah oleh masyarakat dan umat untuk mencarikan solusi yang paling tepat untuk mengantisipasi fenomena di atas.
Semua pihak harus memegang peranan, pemerintah selaku penegak hukum positif seperti Sapol PP, Polisi dan TNI melakukan sosialisasi, melaksanakan penertiban dan menegakan aturan secara tegas, misal melakukan razia di tempat-tempat yang berpeluang terjadi penyalah gunaan narkoba, men-swiping hotel-hotel agar tidak terjadi perzinaan, dan menertibkan acara-acara hiburan masyarakat.
Jangan sampai ada acara hiburan masyarakat itu melanggar Undang-Undang, Peraturan Pemerintah dan Peraturan Daerah, maka hiburan harus ada surat izin keramaian, tidak boleh terjadi tauran, acara keramaian tidak boleh lewat dari jam 24.00, tidak ada penampilan artis-artis yang melanggar Undang-undang pornografi dan pornoaksi. Apabila ada yang melanggar aturan tersebut maka penegak hukum wajib bertindak.
Ketegasan dari penegakan hukum positif sangat diperlukan, jangan ada keraguan untuk menegakan Undang-Undang, Peraturan Pemerintah atau Peraturan Daerah kepada masyarakat yang melanggar, “jan tibo di mato dipicangkan, tibo diparui dikampihan, tibo didado dibusuangkan”. Artinya siapa pun yang melanggar aturan dan hukum pada malam tahun baru masehi tersebut ditindak tegas termasuk oknum-oknum penegak hukum itu sendiri yang melakukannya.
Di Awal-awal sebelum semuanya terjadi orang tua dan mamak mengumpulkan sanak kemenakan memberikan pituah dan nasehat agar jangan ikut-ikutan merayakan tahun baru masehi tersebut, serta mereka jangan sampai melakukan kegiatan hura-hura dan pesat yang tidak bermanfaat. Sehingga, dari awal anak kemenakan sudah mendapat peringatkan, apabila dilanggar maka mamak bisa memberikan hukum adat kepada mereka.
Semua elemen masyarakat harus terlibat, alim ulama selaku “suluah bendang dalam nagari” artinya pemberi ceramah dan pengajian kepada ummat, hal tersebut bisa melalui MUI, melalui tuangku dan ulama jamaah memberikan ilmu agama Islam kepada masyarakat, menyampaikan bahwa secara budaya Minangkabau dan agama Islam tahun baru Masehi itu merupakan tahun baru yang tidak perlu diperingati atau dimeriahkan.
Yang paling penting sekali adalah kepala daerah serta para pejabat seperti gubernur, bupati, wali kota dan pimpinan dan anggota DPRD, camat, wali nagari jangan sampai memasilitasi diadakannya malam penyambut tahun baru Masehi tersebut, seperti yang dulu-dulunya pernah diadakan acara menyambut tahun baru Masehi dengan kembang api dan mengadakan hiburan dengan mendatangkan artis dari ibu kota oleh salah satu kepala daerah di Minangkabau, artinya “tungkek jan mambo rabah”.
Kita perlu memberikan apresiasi kepada Wali Kota Bukittinggi Djufri yang dahulu pernah menutup dan membalut menara jam gadang dengan kain putih di saat tahun baru Masehi masuk, serta melarang mayarakat umum untuk bermalam di sekeliling menara Jam Gadang. Ini mungkin contoh yang sangat baik untuk diteladani.
Besar harapan seluruh elemen masyarakat seperti ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, tokoh-tokoh masyarakat dan pemerintah daerah duduk bersama menyatukan visi mencoba menerapkan budaya Minangkabau secara total. Sehingga, bisa mengantisipasi fenomena seperti yang dijelaskan di atas. Maka sangatlah tepat dilakukan dengan adanya penertiban pada tahun baru Masehi tersebut. Secara nilai budaya Minangkabau tidak ada untungnya dan manfaat bagi masyarakat Minangkabau acara di tahun baru Masehi tersebut.
Jika dibiarkan seperti yang sudah-sudah, tidak menghitung masa, nilai-nilai luhur Minagkabau akan luntur, tidak terbayangkan Minangkabau yang elok dahulunya, ke depan akan menjadi daerah maskiat, daerah tenpat pelacuran, daerah yang anak sekolah hamil di luar nikah, pemuda meninggal karena pesta minuman keras (alkohol), ada warga yang ditangkap karna mengkosumsi narkoba, terjadi tauran antar kampung.
Apabila dibiarkan, suatu saat nanti kita akan menemukan tidak ada lagi nilai-nilai budaya ditengah masyarakat Minangkabau, kecek urang tuo “alah samo gadang se kito, atau sawah indak bapambantang lai” artinya tidak ada lagi tatanan budaya atau agama islam di tengah masyarakat. Kalau kondisi ini terjadi betapa sedih dan prihatinya kita dengan Minangkabau ini.
Mengakhiri tulisan ini diingatkan bawa tahun baru Masehi secara budaya bukan tahun yang perlu diperingati oleh orang minangkabau. Selaku orang minang jangan lah kita ikut-ikutan dengan budaya orang lain, mari ditegakan budaya minangkabau yang sudah tahan uji, budaya minangkabau “yang tidak lakang dek paneh dan tidak lapuak dek hujan”.[]

http://sosbud.kompasiana.com/2013/01/01/peringatan-tahun-baru-merusak-sendi-minangkabau-521286.html

Minggu, 27 Januari 2013

Rang Mudo Minangkabau Bebas Korupsi

 Sunday, 02 December 2012
Oleh:Yohanes wempi
Kasus korupsi di Indonesia sepertinya sudah berada pada kondisi kronis dan kritis. Korupsi tidak hanya terjadi di kalangan orang-orang yang sudah lama memegang kekuasaan saja. Bahkan, sampai kepada orang yang baru atau orang muda yang memegang kekuasaan.
Dua contoh khasus korupsi terpopuler akhir-akhir ini di kalangan anak muda adalah, kasus korupsi yang dilakukan oleh pegawai Ditjen Pajak, Kementrian Keuangan, Gayus Halomoan Tambunan. Jebolan STAN ini menggerogoti uang rakyat mencapai Rp1,7 triliun.
Selanjutnya, kasus korupsi yang sangat fantastis oleh M Nazaruddin, mantan bendahara umum partai berkuasa. Politisi senayan itu telah divonis bersalah, terlibat dalam sejumlah proyek APBN dengan dana mencapai Rp6,05 triliun. Bahkan, istri Nazar, Neneng yang juga masih muda diduga ikut terlibat kasus korupsi suaminya yang saat ini dalam proses persidangan.
Yang terbaru kasus Wa Ode Nurhayati dinyatakan terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana korupsi menerima suap Rp6,25 miliar, dan telah diputuskan pidana enam tahun penjara, serta denda Rp500 juta dan subsidair enam bulan kurungan. Begitu juga dengan rekan sejawatnya di DPR RI, Angelina Sondakh dalam kasus yang di dakwakan menerima pemberian atau janji berupa uang yang nilai seluruhnya Rp12,5 miliar dan USD 2,3 juta (Rp 21 miliar dengan kurs dollar Rp9.000), Uang tersebut diberikan Grup Permai.
Memang, jika dilihat dari segi umur atau usia pelaku korupsi di kalangan muda, persentasenya masih dianggap relatif kecil yang terungkap oleh penegak hukum. Itu bila dibandingan dengan kasus korupsi yang dilakukan oleh kalangan usia tua-tua. Meski kecil, tapi gejala korupsi ini sangat mengkhawatirkan dan bisa berdampak kepada pemuda secara umum nantinya. Bisa menumbuhkan generasi-genarasi korupsi baru yang ada di Indonesia.          
Sebagai generasi muda, penulis sangat khawatir dengan gejala atau dampak merebaknya korupsi kalangan muda atau pemuda tersebut. Apabila kita lihat dari kasus korupsi di Minangkabau, kita pemuda masih mengacungkan jempol untuk situasi itu. Setiap kasus korupsi yang hari ini terungkap di Sumatara Barat sangat minim korupsi yang dilakukan oleh kalangan muda atau pemuda itu sendiri.
Kita melihat, kondisi ini sangat baik dan sangat membanggakan. Bisa disimpulkan, bahwa fenomena nasional pemuda yang terkena virus korupsi, belum begitu menular di kalangan muda Minangkabau. Kita patut bangga, tapi secara tanggung jawab moral agar fenomena itu tidak menular ke ranah bundo, maka kalangan muda saatnya rang mudo Minangkabau melakukan pencegahan-pencegahaan dan membentuk gerakan moral agar kasus virus korupsi kalangan muda itu tidak menular.          
demo— Akhir-akhir ini, pemuda secara nasional cenderung masuk dalam lingkraran setan korupsi. Namun, di Sumbar, gejala itu belum terlihat, dan dapat dinyatakan aman. Kegiatan sosial seperti aksi Save Palsetine ini, menjadi salah satu cara, untuk menyalurkan energi positif pemuda.Untuk memperkokoh agar virus korupsi  tidak menular di kalangan muda atau pemuda Minangkabau, maka perlu dilakukan suatu gerakan yang stimultan. Diataranya sebagai berikut. Pertama, mendukung dan kembali menggalakkan gerakan Kantin Kejujuran yang telah diprogramkan oleh Kejaksaan. Program yang ditujukan untuk anak-anak sekolah, atau bisa ditingkatkan sampai perguruan tinggi, walaupun ngaumnya sudah mulau memudar.
Kedua, mendorong gerakan kerja sama antar lembaga penegak hukum dengan pemuda atau lembaga pemuda Sumatra Barat dengan membentuk sebuah lembaga khusus pengentasan korupsi rang mudo. Seperti yang pernah direaliasikan oleh Ketua KNPI Sumatra Barat, Bung Adib Alfikri. SE. MM, pada awal tahun 2012 dengan Bagindo Fachmi (mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar).
Dua lembaga ini telah menekan nota kesepahaman (MoU) pembentukan lembaga Satuan Tugas Bersama Anti Korupsi Sumatra Barat, antar KNPI Sumatra Barat dengan Kajaksaan, Polisi dan disaksikan oleh gubernur. Ketiga, gerakan membentuk parit paga pemberatasan korupsi di setiap nagari. Dengan menghimpun pemuda-pemuda atau anak mudo nagari dalam pengatasan korupsi di tingkat nagari dan  ranah minangkabau secara kseluruhan. Hal ini dinilai efektif, karena langsung bersentuhan dengan masyarakat banyak.
Keempat, Pemerintah Sumatera Barat membuat kurikulum khusus tentang anti korupsi untuk pelajar, dimulai dari tingkat TK, SD, SLTP, dan SLTA. Kurikulum ini diwajibkan untuk diluluskan oleh anak didik tersebut, dan kelulusan dibuktikan dengan seritfikasi khusus. Dari empat gerakan di atas, ada optimisme dari penulis untuk membebaskan korupsi di kalangan anak muda Minangkabau dapat terjadi.
Banyak program atau kegiatan yang bisa dilakukan untuk itu sebenarnya. Sehingga, kita bisa melakukan pencegahan korupsi tersebut secara sistematis. Misalnya, bisa juga melakukan gerakan anti korupsi di instasi internal kemudaan atau organisasi kepemuda. Membuat program penyuluhanan dan pelatihaan kepada pemuda atau organisasi pemuda Sumatra Barat. Selanjutnya memberikan penghargaan kepada pemuda atau lembaga pemuda yang mampu melaporkan kasus korupsi yang ada di Minangkabau.
Gerakan pemberantasan korupsi perlu kita tanamkan sejak dini kepada kalangan anak muda Minangkabau atau organisasi pemuda di Ranah Minang. Sehingga, kaderisasi korupsi bisa dicegah di ranah dan filosofi “Adat Basadi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” bisa terwujud dengan sempurna. Kasus korupsi bisa dikurangi dengan secepatnya melakukan pencegahaan di kalang muda.
Untuk gerakan anti korupsi ini, tidak bosan-bosanya kita gaungkan di Sumatra Barat. Apabila membaca sejarah secara nasional, gerakan anti korupsi secara masif berawal dan dimulai dari Sumatra Barat.  Di mana dalam skala nasional orang mengenal ada korupsi berjamaah yang pada waktu itu digulirkan pemberantasanya oleh tokoh-tokoh muda dan mahasiswa Sumbar. Sehingga, ke depan pemuda selaku aset bangsa tetap merealiasikan gerakan anti korupsi tersebut dengan baik. Maka harapan Minangkabau bebas korupsi bisa direalisasikan. (*)
Budayawan Muda Minangkabau

Sabtu, 29 Desember 2012

Perjuangkan Daerah Istimewa Minangkabau

By: Yohanes Wempi

Kutipan beritan nasional beberapa bulan yang lalu ; “Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Desa yang diajukan oleh pemerintah ke DPR RI ditolak oleh Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat. Penolakan itu terungkap saat Rapat Dengar Pendapat LKAAM dengan Panitia Khusus (Pansus) RUU tentang Desa yang berlangsung di gedung DPR, Senayan Jakarta, Rabu (4/7/2012), yang dipimpin Ahmad Muqowam dan dihadiri juga Oleh Hermanto anggota DPR RI asal Sumbar.
“LKAAM Sumatera Barat menolak RUU tentang Desa karena sejumlah substansi dalam RUU itu berpotensi melemahkan eksistensi Nagari di Sumbar sebagai satu-kesatuan adat, budaya dan sosial, ekonomi, dll” kata Ketua LKAAM, M Sayuti Dt Rajo Panghulu.
Sebelum RUU ini dibawa ke DPR RI, menurut M Sayuti Dt Rajo Panghulu, LKAAM Sumbar juga sudah mengajukan permohonan kepada pemerintah pusat melalui kementrian dalam negri untuk mencabut Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa.
Lebih lanjut,  pemangku adat di Minangkabau ini menjelaskan bahwa ada beberapa poin dalam RUU Desa yang musti dibenahi dan diganti untuk menjaga kebhinekaan dan kepancasilaan bangsa dan negara ini. Kalau RUU itu disahkan DPR RI tanpa memberikan tempat khusus bagi Nagari di Sumbar, LKAAM berpandangan DPR tidak lagi menjaga eksistensi kebhinekaan dan kepancasilaan.
“Kami meminta Nagari di Minangkabau diberikan keistimewaan. Minimal diberikan pengakuan keistimewaan, dan tidak diutak-atik atau dipaksa-paksa untuk menjalankan Nagari tapi dengan roh non-Minangkabau,” tegas M Sayuti Dt Rajo Panghulu.
Tulisan berita diatas diambil dari media online JPPN.com. Penulis selaku masyarakat minangkabau, sangat mendukung adanya perjuangan  keistimewaan nagari yang dilakukan oleh LKAAM Sumatra Barat, terutama berkaitan dengan poin-poin isu pembahasan Undang-undang tentang Desa tersebut, selaku masyarakat minangkabau, suatu keharusan kita melakukan perjuangan untuk menuntut adanya keistimewaan di ranah minang ini. Bahkan lebih dari itu, secara idealis penulis mengusulkan adanya perjuangan keistimewaan minangkabau tesebut secara totalitas, maksud dengan skala yang lebih besar yaitu, menjadikan Propinsi Sumatra Barat daerah istimewa Minangkabau (Propinsi Istimewa Minangkabau).
Tuntuan Propinsi Sumatara Barat menjadi daerah istimewa bukan tanpa alasan, atau hanya sekedar sarana diskusi dan wacana pemikiran belaka, Tapi menuntut keistimewaan minangkabau ini dengan dua alasan yang mendasar, yang menyebabkan perjungan itu muncul.
Yaitu,  pertama minangkabau merupakan daerah yang sudah memiliki tatatan/sistem kehidupan sosial saling sinergis antar elemen didalamnya, baik budaya, sosial masyarakat, ekonomi, banagari/pemerintahan, seni budaya, hukum adat yang beralaku, pendidikan,dll sejak dulunya (sebelum NKRI ada). Kesemuanya itu dibingkai dan dipayungi oleh nilai-nilai filosofi “adat basandi syarak, sayarak basandi kitabullah”, secara utuh.
Kedua, minangkabau dalam perjalanan sejarah berbangsa dan benegara memiliki peran sangat penting dalam mendirikan Republik Indonesia ini, banyak tokoh-tokoh minangkabau yang telah berinvestasi memperjuangan republik ini dengan harta dan nyawa, itu bisa kita temukan dalam catatan sejarah dengan pernah berdirinya pusat pemerintahaan di Bukittingi, yang dikenal dengan PDRI.
Apabila disimpulkan, minangkabau lebih hebat dari daerah-daerah lain yang sekarang ini mendapat status daerah istimewa di nagara ini seperti, NAD, Yogyakarta, Papua. Maka dengan dua alasan mendasar diatas sangatlah wajar minangkabau diperjuangkan menjadi daerah istimewa.
Di samping itu, masyarakat minangkabau perlu termotivasi dari hasil keputusan MK tentang keistimewaan Papua, ini bisa dibandingkan dengan alasan MK tersebut memutuskan suatu daerah menjadi  daerah istimewa, dapat dilihat dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tesebut dalam perkara uji materi Undang-Undang Otonomi Khusus Papua. Kesimpulan ini terlihat di dalam pertimbangan hukum MK halaman 38 putusan bernomor 81/PUU-VIII/2010.
Dalam putusan MK tersebut menjelaskan, sangatlah bisa suatu daerah menjadikan  daerah yang menginginkan daerahnya istimewa, seperti dalam pasal 18 B Ayat (1) UUD 1945 menyatakan, ”Negara mengakui dan menghormati satuan-satuan pemerintahan daerah yang bersifat Khusus atau bersifat Istimewa yang diatur dengan Undang-Undang”. Dalam pasal tersebut menurut Mahkamah Konstitusi (MK), pengakuan adanya keragaman itu mencakup sistem pemerintahan serta hak dan kewenangan yang melekat di dalamnya, adat istiadat, serta budaya daerah yang dijamin dan dihormati melalui penetapan UU.
Menurut MK tersebut, pengakuan itu termasuk pengakuan atas hak asal usul yang melekat pada daerah yang bersangkutan berdasarkan kenyataan sejarah dan latar belakang daerah tersebut. ”Artinya, menurut Mahkamah,Konstitusi jika dapat dibuktikan dari asal usul dan kenyataan sejarah, daerah tersebut memiliki sistem pemerintahan sendiri yang tetap hidup dan ajek, tetap diakui dan dihormati yang dikukuhkan dan ditetapkan dengan undang-undang (UU),” demikian terungkap dalam putusan MK tersebut.
Melihat dari penjelasan diatas  Sumatera Barat, sangatlah pantas dan bisa diperjuangkan menjadi daerah istimewa. Sekarang tinggal bagai mana masyarakat minangkabau memulai perjuangan tersebut, kita sangat mendukung perjuangan yang telah dilakukan oleh pengurus LKAAM Sumatra Barat untuk menuntut pengakuan keistimewaan  nagari, tapi sebagai sumbangan pemikiran seperti diuraikan diatas kepada pembaca, penulis sangat mendorong agar perjuangan itu diperbesar menjadi perjuangan meminta keistimewaan khusus untuk minangkabau/Sumatra Barat. dalam filosofi Minangkabau, “kito bakesui dilapiak nan salai” artinya yang awal LKAAM memperjuangkan keistimewaan nagari, sekarang dan kedepan memperjuangan keistimewaan Propinsi Sumatra Barat menjadi Daerah Istimewa Minangkabau.
Perjuangan menjadikan minangkabau sebagai daerah istimewa bukanlah hal yang muda, tapi butuh perjuangan yang berat, serta butuh dukungan dari seluruh elemen masyarakat Sumbar, baik dikampung (ninik mamak, ali ulama, cadiak pandai, bundo kanduang), maupun diratau, semuanya harus “saayun, salangkah”, sesuai filosofi minangkabau juo, “kito harus sacio bak ayam, sadanciang babasi, kalurah samo manurun, kabuki samo mandaki”, untuk mendukung keistimewan minangkabau, Apabila keistimewan itu dapat kita raih maka diyakini akan tegaklah “adat basandi syarak, sayarak basandi kita bullah diminang, seperti NAD yang sudah merealisasikan dan menikmati situai teresbut (*).