This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Rabu, 27 Februari 2013
Syekh Ungku Saliah Kiramat (Ulama Besar Minangkabau)
Saatnya Minangkabau Punya Jalan Tol
Jokowi, Perlu Belajar Ilmu Kebencanaan
Walaupun banjir sudah mulai surut, di beberapa titik masih terdapat banjir, dan di mana-mana terlihat kerusakan sarana persarana masyarakat yang perlu diperbaikan, serta perlu dilakukan pembenahan secara cepat oleh Pemerintah Propinsi DKI. Kalau kondisi tersebut dibiarkan maka akan terjadi bencana baru paska banjir bagi masyarakat yaitu perkembangan penyakit.
Pada saat bencana banjir terjadi, warga DKI mengeluh dengan kinerja dan penaggulangan bencana yang sangat lambat dilakukan oleh Pemerintah Propinsi DKI. Terkesan Pemerintah Propinsi DKI yang di pimpin oleh Jokowi tidak mengerti di mulai dari mana penangan bencana banjir ini dilakukan, sehingga terkesan ketika banjir terjadi Jokowi hanya melakukan blusukan saja kelokasi daerah banjir, sambil ngangkat-ngangkat barang yang pada dasarnya bisa dilaukan oleh satpol PP yang jumlahnya ribu di DKI. Walaupun dalam liputan media sang Gubernur sudah susah-susah bekerja menangulangi banjir.
Dilapangan pada saat banjir ditemukan tidak adanya kordinasi yang jelas antar instansi di lingkungan Pemprop DKI, sehingga terkesan semuanya jalan sendiri-sendiri, missal peran Dinas Kesehatan tidak jelas, sehingga banyak manula dan anak-anak yang lemah terkena banjir yang tidak terobati dan tidak tersedianya obat-obatan, Tim SAR DKI jalan sendiri juga tanpa adanya dukungan dari alat-alat penanggulangan yang harus disiapkan oleh Dinas PU (Pekerjaan Umum), begitu juga dengan satpol PP, tidak terlihat di beberapa lokasi banjir. Apa bila kita simpulkan situasi di atas Gubernur DKI, Jokowi di awal bencana banjir terjadi tidak melakukan rapat kordinasi antar instansi tersebut.
Bencana banjir sudah menyeluruh terjadi di daerah DKI, beberapa tanggul sudah jebol, di lihat dari kondisi lapangan Jokowi dengan aparatnya tidak sanggup lagi melakukan penanganan, dan ini sangat terlambat, baru Jokowi minta bantuan aparat TNI untuk membantu. Tindakan Jokowi ini sudah di dahului oleh kritikan Sutiyoso yang meminta Jokowi agar secepatnya meminta bantuan TNI.
Tidak itu saja, di lapangan pun ditemukan tidak adanya pelayanan maksimal terhadap warga pengunsian, seperti tidak tersedianya WC umum bagi pengunsi, distribusi makan dan dapur umum tidak merata, sehingga ada beberapa daerah yang tidak mendapatkan bantuan, tenda-tenda tidak mencukupi sehingga banyak dari pengunsi yang tidur di bawah jembatan layang tol, mengunsi ke jembatan penyeberangan dan numpang di halte busway, kondisi yang sangat menyedihkan.
Sedemikian buruknya penangan banjir di Jakarta ini menjadi sebuah pelajaran bagi pimpinan bangsa terutama pemimpin DKI saat ini, bencana banjir merupaka situasi yang sudah dipastikan akan terjadi di DKI, yang pada dasarnya birokrasi DKI sudah paham betul dengan situasi ini. Tapi yang menjadi pertanyaan, mengapa penangan banjir di Jakarat belum juga maksimal, terkesan makin buruk dengan pergantian gubernur DKI.
Perlu di sadari bahwa Jokowi itu bekas Walikota Solo dan Ahok merupaka mantan anggota DPR RI, pasangan ini merupakan pasangan ketika menjabat dulunya tidak terbiasa dengan bencana atau belum mendapatkan ilmu tentang kebencanaan. Apalagi pengalaman tentang bencana tentu tidak punya. Itu bisa kita lihat dari pengalaman perjalan mereka berdua ketika jadi pemimpin.
Kedepan agar kondisi ini jangan terulang lagi maka di minta kepada Jokowi dan Ahok menambah ilmu pengetahunan tentang kebencanaan, dan diperlukan juga belajar kepada aktivis relawan bencana atau pihak yang pernah sukses membantu dibidang kebencanaan, seperti pelu belajar kepada TNI yang berhasil membuat TIM dan membangun kekuatan membantu bencana di Nusantara ini. Atau belajar kepada Hidayat Nur Wahid yang pernah sukses mengorganisasi TIM relawan jutaan orang dan telah menyalurkan bantuan manteril dan non materil triliunan pada saat bencana alam di Aceh, Djogja dan di Sumatera Barat,dll yang waktu itu Hidayat Nur Wahid sebagai Presiden PKS.
Belajar dan menambah ilmu itu perlu bagi pemimpin!!!.
http://birokrasi.kompasiana.com/2013/01/21/jokowi-perlu-belajar-ilmu-kebencanaan-527516.html
PKS Bangun Posko Banjir di DKI
(1) Daftar kontak POSKO PKS untuk wilayah JAKARTA SELATAN
Kec. Tebet:
•Manggarai;085697670398
•Bukit Duri;082111054796
•Kebon Baru;081317410077 & 085692119360
Kec. Mampang
•Tegal parang:RW06 sukroni, RW03 yogi, RW05 hanafi
•Mampang:RW01 nano, RW05 aris
•Bangka:RW03 narti, RW04 arifin
Kec. Keb lama
•Pd pinang ali faurrahman
•Keb lama ilham
Kec. Ps. Minggu:
•Sekret. DPC:085214142238,
•Pjtn Timur 087880066251,
•Pjtn barat 081388652573,
•Ragunan 085267392700,
•Jati Padang 02137637232,
•Cilandak Timur 087780586811)
Kec. Pancoran
•Rawajati 08816897515
•Pengadegan 081584117802
•Duren tiga 087886992756
•Kalibata Pulo 081281538003
Kec. Jagakarsa
•Tj Barat:Jl Muara
(2) Daftar kontak POSKO PKS untuk wilayah JAKARTA BARAT
Kec. Kb jeruk
- Kedoya utara: pj sofyan 087782601553
- Duri kepa : pj marsin 087788393970
Kec. Cengkareng
- Cengtim : pj dede 02196657218
- Cengbar & kapuk : pj misan 085880268658
- Kedaung : pj zulkarnain 02168678242
Kec. Kalideres
- Tgl alur : pj hidayat 083899011762
Kec. Palmerah
-jati pulo : pj joni s 08561855956
-Kota Bambu Utara : Pj Budi 021 99096709
Kec. Gropet
-wijaya kusuma : pj trisno 081381727745
-grogol : pj hasmudin 02156199101
-jlambar : pj syarifudin 081584461616
-jlambar baru : pj edi 081213444116
-tomang : pj parlin 081283071313
-Tj duren utr:pj indah 08151674173
Kec. Kembangan
-kemb selatan : pj rusli 085811380856
-meruya selatan: pj hanafi 083870371741
-kemb utara: pj roy 081318005758
(3) Daftar kontak POSKO PKS untuk wilayah JAKARTA PUSAT
Senen : Pj Fathur 085697150570.
Johar Baru: Pj Ridwan 081266214626,
Wawan 081374567456.
Tanah Abang : Pj Ardi 0811898944.
Menteng : Pj Syarif Hidayat 08158881951.
Kemayoran : Pj Wahyudi Rahmat 081311435521.
(4) Daftar kontak POSKO PKS untuk wilayah JAKARTA TIMUR
Update: Jum’at (18/1) pukul 13:20 wib
Berikut nomor telepon Posko PKSiagaBanjir di wilayah Jakarta Timur yang baru kami update.
Jatinegara:
DPC PKS Jatinegara : 087877725212
Bidara Cina : 081387674232, 081807129632, 081808412819
Kampung Melayu : 087882078152, 02141303530, 02180753941
Pasar Rebo:
Setu : 02187704109, 081298352412
Pekayon : 081213378482, 08179173556
Kramat Jati:
Cawang : 081319716722, 0816793973, 08811111710
Cililitan : 081383718455
Ciracas:
DPC PKS Ciracas : 085716543071.
Rambutan : 081586214241, 081318166640
Kec. Tanjung Priok
•Warakas,samping aljihad
•Sunter agung:di Kantor RW8/9, RW02 Yusuf, RW05 Lasmi,
Kec. Penjaringan
•kamal muara, di pendopoRw01,SD 01&02, SMP120
•Kapuk di SD03
•Pejagalan di Darul bina
Banjir Jakarta, Jangan di Maknai Secara logika
“Cinta Tapi Beda”, Mengapa harus Padang/Minang?
Tahap Awal Pemilu 2014, KPU Hebat
http://politik.kompasiana.com/2013/01/09/tahap-awal-pemilu-2014-kpu-hebat-523924.html
Akhir Tahun yang Merusak Jakarta
http://politik.kompasiana.com/2013/01/01/akhir-tahun-yang-merusak-jakarta-521424.html
Peringatan Tahun Baru Merusak Sendi Minangkabau
Pada malam tahun baru masehi tersebut akan disaksikan anak muda-mudi berkumpul-kumpul, becampur baur antara laki dengan perempuan tanpa ada batas yang memisahkan. Mereka melakukan apa saja yang pada dasarnya sudah melanggar norma-norma adat dan agama di minangkabau.
Banyak saja yang mereka lakukan, seperti minum-minuman beralkohol sampai mabuk, atau menghisap ganja, sabu-sabu dan lain-lainya, semua itu nantinya bisa ditemukan di tempat wisata, seperti ditepi danau, ditepi laut, ditepi sungai dan ditempat rekreasi lainya.
Kehidupan di tahun baru Masehi tersebut biasanya juga dilengkapi dengan kelompok masyarakat mengadakan acara hiburan semalam suntuk (orgen tunggal, basaluang dangdut, dll) dengan mendatangkan biduan atau artis lokal dan nasional yang pakainya membuat kita langsung istighfar. maaf, setengah telanjang. Acara hiburan (orgen tunggal, basaluang dangdut, dll) ini bisa tersebar di seluruh nagari wilayah minangkabau.
Itulah sekelumit fenomena yang terjadi ketika tahun baru masehi masuk, sehingga selaku masyarkat Minangkabau yang beradab, di saat masuknya tahun baru Masehi ini sangatlah mengkawatir. Apa yang terjadi saat itu sudah tidak lagi mencerminkan masyakat yang berbudaya dan beragama, atau tidak lagi menjunjung nilai-nilai “adat basandi syarak-syarak basandi kita bulah”.
Selaku masyarakat Minangkabau, melalui gambaran di atas sudah diketahui situasi di tahun baru Masehi tersebur, maka ke depan apabila situasi tersebut dibiarkan akan bisa meruntuhkah sendi-sendi budaya Minangkabau. Sehingga, ke depan seluruh pemuka masyarakat haru menjadikan fenomena tersebut sebagai persoalan yang perlu dicarikan solusinya.
Selama ini ada kesan pemuka masyarakat membiarkan kejadia-kejadian merusak moral tersebut berulang-ulang terjadi di setiap tahun baru Masehi. Kasus yang dianggap fatal ada juga di antara pemuka masyarakat yang ikut-ikutan memperingati, dan memasilitasi terselenggaranya acara di tahun baru masehi tersebut. Misal, tokoh panutan, ninik mamak, wali korong dan kapalo mudo ikut membuat acara hiburan.
Tidak menghitungan hari lagi momen tahun baru itu akan datang, dari gambaran diatas sudah dijelaskan fenomena penyakit masyarakat yang akan terjadi. Saya selaku penulis mencoba untuk mengingatkan, “gamang kajatuah, cameh kaanyui”, kepada pembaca, terutama kepada pihak-pihak yang diberikan amanah oleh masyarakat dan umat untuk mencarikan solusi yang paling tepat untuk mengantisipasi fenomena di atas.
Semua pihak harus memegang peranan, pemerintah selaku penegak hukum positif seperti Sapol PP, Polisi dan TNI melakukan sosialisasi, melaksanakan penertiban dan menegakan aturan secara tegas, misal melakukan razia di tempat-tempat yang berpeluang terjadi penyalah gunaan narkoba, men-swiping hotel-hotel agar tidak terjadi perzinaan, dan menertibkan acara-acara hiburan masyarakat.
Jangan sampai ada acara hiburan masyarakat itu melanggar Undang-Undang, Peraturan Pemerintah dan Peraturan Daerah, maka hiburan harus ada surat izin keramaian, tidak boleh terjadi tauran, acara keramaian tidak boleh lewat dari jam 24.00, tidak ada penampilan artis-artis yang melanggar Undang-undang pornografi dan pornoaksi. Apabila ada yang melanggar aturan tersebut maka penegak hukum wajib bertindak.
Ketegasan dari penegakan hukum positif sangat diperlukan, jangan ada keraguan untuk menegakan Undang-Undang, Peraturan Pemerintah atau Peraturan Daerah kepada masyarakat yang melanggar, “jan tibo di mato dipicangkan, tibo diparui dikampihan, tibo didado dibusuangkan”. Artinya siapa pun yang melanggar aturan dan hukum pada malam tahun baru masehi tersebut ditindak tegas termasuk oknum-oknum penegak hukum itu sendiri yang melakukannya.
Di Awal-awal sebelum semuanya terjadi orang tua dan mamak mengumpulkan sanak kemenakan memberikan pituah dan nasehat agar jangan ikut-ikutan merayakan tahun baru masehi tersebut, serta mereka jangan sampai melakukan kegiatan hura-hura dan pesat yang tidak bermanfaat. Sehingga, dari awal anak kemenakan sudah mendapat peringatkan, apabila dilanggar maka mamak bisa memberikan hukum adat kepada mereka.
Semua elemen masyarakat harus terlibat, alim ulama selaku “suluah bendang dalam nagari” artinya pemberi ceramah dan pengajian kepada ummat, hal tersebut bisa melalui MUI, melalui tuangku dan ulama jamaah memberikan ilmu agama Islam kepada masyarakat, menyampaikan bahwa secara budaya Minangkabau dan agama Islam tahun baru Masehi itu merupakan tahun baru yang tidak perlu diperingati atau dimeriahkan.
Yang paling penting sekali adalah kepala daerah serta para pejabat seperti gubernur, bupati, wali kota dan pimpinan dan anggota DPRD, camat, wali nagari jangan sampai memasilitasi diadakannya malam penyambut tahun baru Masehi tersebut, seperti yang dulu-dulunya pernah diadakan acara menyambut tahun baru Masehi dengan kembang api dan mengadakan hiburan dengan mendatangkan artis dari ibu kota oleh salah satu kepala daerah di Minangkabau, artinya “tungkek jan mambo rabah”.
Kita perlu memberikan apresiasi kepada Wali Kota Bukittinggi Djufri yang dahulu pernah menutup dan membalut menara jam gadang dengan kain putih di saat tahun baru Masehi masuk, serta melarang mayarakat umum untuk bermalam di sekeliling menara Jam Gadang. Ini mungkin contoh yang sangat baik untuk diteladani.
Besar harapan seluruh elemen masyarakat seperti ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, tokoh-tokoh masyarakat dan pemerintah daerah duduk bersama menyatukan visi mencoba menerapkan budaya Minangkabau secara total. Sehingga, bisa mengantisipasi fenomena seperti yang dijelaskan di atas. Maka sangatlah tepat dilakukan dengan adanya penertiban pada tahun baru Masehi tersebut. Secara nilai budaya Minangkabau tidak ada untungnya dan manfaat bagi masyarakat Minangkabau acara di tahun baru Masehi tersebut.
Jika dibiarkan seperti yang sudah-sudah, tidak menghitung masa, nilai-nilai luhur Minagkabau akan luntur, tidak terbayangkan Minangkabau yang elok dahulunya, ke depan akan menjadi daerah maskiat, daerah tenpat pelacuran, daerah yang anak sekolah hamil di luar nikah, pemuda meninggal karena pesta minuman keras (alkohol), ada warga yang ditangkap karna mengkosumsi narkoba, terjadi tauran antar kampung.
Apabila dibiarkan, suatu saat nanti kita akan menemukan tidak ada lagi nilai-nilai budaya ditengah masyarakat Minangkabau, kecek urang tuo “alah samo gadang se kito, atau sawah indak bapambantang lai” artinya tidak ada lagi tatanan budaya atau agama islam di tengah masyarakat. Kalau kondisi ini terjadi betapa sedih dan prihatinya kita dengan Minangkabau ini.
Mengakhiri tulisan ini diingatkan bawa tahun baru Masehi secara budaya bukan tahun yang perlu diperingati oleh orang minangkabau. Selaku orang minang jangan lah kita ikut-ikutan dengan budaya orang lain, mari ditegakan budaya minangkabau yang sudah tahan uji, budaya minangkabau “yang tidak lakang dek paneh dan tidak lapuak dek hujan”.[]
http://sosbud.kompasiana.com/2013/01/01/peringatan-tahun-baru-merusak-sendi-minangkabau-521286.html
Minggu, 27 Januari 2013
Rang Mudo Minangkabau Bebas Korupsi
Oleh:Yohanes wempi
Kasus korupsi di Indonesia sepertinya sudah berada pada kondisi kronis dan kritis. Korupsi tidak hanya terjadi di kalangan orang-orang yang sudah lama memegang kekuasaan saja. Bahkan, sampai kepada orang yang baru atau orang muda yang memegang kekuasaan.
Sabtu, 29 Desember 2012
Perjuangkan Daerah Istimewa Minangkabau
Kutipan beritan nasional beberapa bulan yang lalu ; “Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Desa yang diajukan oleh pemerintah ke DPR RI ditolak oleh Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat. Penolakan itu terungkap saat Rapat Dengar Pendapat LKAAM dengan Panitia Khusus (Pansus) RUU tentang Desa yang berlangsung di gedung DPR, Senayan Jakarta, Rabu (4/7/2012), yang dipimpin Ahmad Muqowam dan dihadiri juga Oleh Hermanto anggota DPR RI asal Sumbar.











