This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 01 Januari 2013

"2013, Palestina Merdeka"

Aulia Akbar
Selasa, 01 Januari 2013 13:08 wib
Foto : Abbas nyalakan obor pada HUT Fatah (The News)
Foto : Abbas nyalakan obor pada HUT Fatah (The News)
RAMALLAH - Presiden Palestina Mahmoud Abbas berjanji, pada 2013 ini, Palestina akan segera menjadi negara yang merdeka. Abbas pun menyalakan obor untuk memperingati Peringatan 48 Tahun Fatah.

"Kami sudah punya akte kelahiran dan kami akan menyempurnakannya menjadi negara merdeka. Tahun 2013, akan menjadi tahun kemerdekaan," ujar Abbas, seperti dikutip The Nation, Selasa (1/1/2013).

Meski status Palestina sudah diperbaharui menjadi negara peninjau non-anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Palestina masih berada di bawah pendudukan Israel. Negeri Yahudi itu menguasai Tepi Barat dan memberlakukan aturan ketat terhadap gerak-gerik warga Palestina.

Blokade Gaza juga terbukti menyulitkan perekonomian Palestina dan pendapatan pajak Palestina turut dikendalikan Israel. Dialog damai antara Palestina dan Israel berlangsung pada September 2010 namun dialog itu sama sekali tidak membuahkan hasil.

Israel tetap membangun pemukiman-pemukiman di wilayah yang nantinya akan menjadi wilayah Palestina. Tindakan Palestina di PBB turut mendapat kecaman dari Israel dan juga Amerika Serikat (AS).

Tepat pada hari ini, Fatah juga menggelar peringatan HUT di Jalur Gaza yang dikuasai oleh Hamas. Peringatan HUT Fatah juga dilaksanakan sekaligus dengan peringatan operasi perlawanan terhadap Israel (pks pariaman selatan) yang terjadi pada 1 Januari 1965 silam.(AUL)

ANEH YA??

ANEH YA??

Aneh ya,
Kalau ada lelaki nggak pacaran dibilang homo
Kalau ada wanita nggak pacaran dibilang lesbi
Sholat tepat waktu dibilang sok alim
Minta do'a ibu dibilang anak mami

Gonta-ganti pasangan udah biasa
cerai menjadi tradisi
Yang berzina ngakunya khilaf
Yang pake narkoba ngakunya stres
Solusi HIV pake kondom
Nikah dini dibilang kampungan

Berbuat baik terang2an disalahin, sok pamer katanya
berbuat baik sembunyi2 ditanyain, mana nih? kok gada aksinya??
yang ga berbuat apa-apa gak dipersoalin..

Nggak punya BB dibilang ga gaul
Dengernya murottal quran dibilang ga asyik
Ikut pengajian dibilang udah tua
Masuk rohis disebut teroris

Majlis ilmu sepi pengunjung
Konser musik berbau maksiat pada gandrung
Infak 1000 berat, beli tiket konser 500rb berdesakan

Itulah potret negeri ini.
Semoga kita menjadi orang yang tetap istiqomah dalam kebenaran!

Lebih aneh lagi...
Orang berduyun-duyun mengejar titel
Padahal miskin ilmu dan kebijaksanaan
Orang berstrategi untuk menipu
yang ditipu ga kalah banyaknya

Hebatnya..
Halal haram tak dihiraukan
Syubhat diembat
Wajib jarang dilakukan
Sunah ditinggalkan

Nggak korupsi dibilang sok suci
Nggak nyogok dibilang ga nyeni
Jabatan jadi kesempatan

Kekuasaan untuk melanggengkan
Kekayaan untuk pamer dan pemuas keserakahan
rasa malu telah hilang, rasa berdosa mulai sirna

Benarlah Rasulullah mengisyaratkan,
Islam itu datang dalam keadaan terasing, dan kembali dalam keadaan asing.
Beruntunglah, engkau saudara-saudariku yang terasing dalam kebenaran.
Tetaplah di jalan perjuangan ini, walau seperti memegang bara api. Kebenaran pasti akan dimenangkan_Nya.

Semoga Bermanfaat
Salam Santun Ukhuwah Karena_NYA


Aneh ya,
Kalau ada lelaki nggak pacaran dibilang homo
Kalau ada wanita nggak pacaran dibilang lesbi
... Sholat tepat waktu dibilang sok alim
Minta do'a ibu dibilang anak mami

Gonta-ganti pasangan udah biasa
cerai menjadi tradisi
Yang berzina ngakunya khilaf
Yang pake narkoba ngakunya stres
Solusi HIV pake kondom
Nikah dini dibilang kampungan

Berbuat baik terang2an disalahin, sok pamer katanya
berbuat baik sembunyi2 ditanyain, mana nih? kok gada aksinya??
yang ga berbuat apa-apa gak dipersoalin..

Nggak punya BB dibilang ga gaul
Dengernya murottal quran dibilang ga asyik
Ikut pengajian dibilang udah tua
Masuk rohis disebut teroris

Majlis ilmu sepi pengunjung
Konser musik berbau maksiat pada gandrung
Infak 1000 berat, beli tiket konser 500rb berdesakan

Itulah potret negeri ini.
Semoga kita menjadi orang yang tetap istiqomah dalam kebenaran!

Lebih aneh lagi...
Orang berduyun-duyun mengejar titel
Padahal miskin ilmu dan kebijaksanaan
Orang berstrategi untuk menipu
yang ditipu ga kalah banyaknya

Hebatnya..
Halal haram tak dihiraukan
Syubhat diembat
Wajib jarang dilakukan
Sunah ditinggalkan

Nggak korupsi dibilang sok suci
Nggak nyogok dibilang ga nyeni
Jabatan jadi kesempatan

Kekuasaan untuk melanggengkan
Kekayaan untuk pamer dan pemuas keserakahan
rasa malu telah hilang, rasa berdosa mulai sirna

Benarlah Rasulullah mengisyaratkan,
Islam itu datang dalam keadaan terasing, dan kembali dalam keadaan asing.
Beruntunglah, engkau saudara-saudariku yang terasing dalam kebenaran.
Tetaplah di jalan perjuangan ini, walau seperti memegang bara api. Kebenaran pasti akan dimenangkan_Nya.

Semoga Bermanfaat
Salam Santun Ukhuwah Karena_NYA  (pks pariaman selatan)

Mesir Tahan Perwira Militer Israel di Sinai


Selasa, 1 Januari 2013 | 09:14 WIB
Dibaca: 3470
Dibaca: 3397
|
Share:
Mesir Tahan Perwira Militer Israel di Sinai Shutterstock Pemandangan di Semenanjung Sinai dari wilayah yang dikuasai Israel melalui perbatasan

TERKAIT:

KAIRO, KOMPAS.com - Pemerintah Mesir mengatakan telah menahan seorang pria yang diduga adalah seorang perwira militer Israel di wilayah Taba, Semenanjung Sinai karena menerobos masuk perbatasan kedua negara, Senin (31/12/2012) malam.

Kantor berita Mesir MENA melaporkan pria itu adalah warga Tel Aviv keturunan Rusia yang saat ditahan tidak bisa menunjukkan paspornya. Selain tak membawa paspor, nama pria itu tidak muncul di dalam daftar wisatawan yang berkunjung ke Mesir.

Seorang petinggi badan intelijen Mesir mengatakan pria bernama Andrei Pshenichnikov itu adalah seorang perwira angkatan darat Israel. Kini, pria itu masih ditahan dan masih menjalani pemeriksaan.

Sumber di aparat keamanan Mesir mengatakan Pshenichnikov ditahan karena tengah mengumpulkan informasi soal Sinai dari para pengendara mobil di Taba yang terletak dekat perbatasan Mesir-Israel.

Namun, media massa Israel melaporkan Pshenichnikov adalah seorang aktivis pro-palestina. Pria ini, lanjut media Israel, melintasi perbatasan Mesir karena ingin memasuki Jalur Gaza. Warga Mesir memang dilarang memasuki Jalur Gaza dengan alasan keamanan.

Sementara itu, ibu Pshenichnikov, Svetlana kepada Radio Israel membenarkan putranya kini ditahan di Mesir. Putranya, lanjut Svetlana, berniat pergi ke Kairo lewat Sinai untuk bertemu dengan temannya dari Perancis.

"Dia sudah mendapatkan visa (untuk mengunjungi Mesir) dan pergi ke Eilat, untuk menuju ke Kairo," papar Svetlana.

"Namun di perbatasan polisi Israel menghentikan dia dan menuduh dia akan melintasi perbatasan secara ilegal. Polisi kemudian menahannya selama beberapa hari. Polisi memaksanya menandatangani pernyataan tidak akan pergi ke Mesir, namun dia menolak," kata Svetlana.

Perempuan itu mengatakan putranya sudah dibebaskan polisi Israel setelah paspor Rusia dan Israel miliknya sudah diperiksa keabsahannya. Namun, di hari yang sama dia menelepon dari Taba dan mengatakan dia ditahan polisi Mesir.

"Setelah dia menyelesaikan wajib militernya, dia mendukung Palestina. Dia menyewa apartemen di kamp pengungsi di Betlehem untuk membuktikan kepada warga setempat bahwa ada orang Israel yang menginginkan perdamaian," tambah Svetlana.
 
Sumber :
Editor :
Ervan Hardoko (pks pariaman selatan)

Hina Syaikh Al Qaradhawi, Majalah Al Ahram Mesir Disomasi Ikatan Ulama Dunia

 Kesatuan Ulama’ Islam Sedunia mendesak Pemimpin Redaksi Majalah “Al-Ahram”, sebuah Majalah utama Mesir untuk meminta maaf kepada ulama’ terkenal, Syaikh Dr.Yusuf Al Qaradhawi. Demikian dilaporkan Abdul Malik, mahasiswa pasca sarjana Al Azhar, 31/12/2012
Pemimpin Redaksi Majalah tersebut, Abdul Nashr Salamah pada edisi Sabtu, 29 Desember lalu menulis artikel bertajuk “Sekarang El Baradai dan Al Qaradhawi Membisu” telah menyamakan ‘perjuangan’ pemimpin Barisan Penyelamat Mesir, Dr.Muhammad El-Baradai menggulingkan Mursi dan konstitusi adalah sama dengan perjuangan Syaikh Al Qaradhawi menggulingkan rejim Mubarak.
Penulis juga mengecam aksi mendukung perjuangan rakyat Suriah yang diadakan selepas shalat Jum’at di Masjid Al-Azhar sebagai pendukung perjuangan ‘mazhab’ yang merujuk revolusi di Suriah didukung penganut Islam Sunni saja, bukan kebangkitan rakyat. Penulis turut menyifatkan tindakan Syaikh Al Qaradhawi sebagai ‘mencampuri urusan negara orang lain’.
Hari Senin ini, Kesatuan Ulama’ Islam Seduia mengeluarkan pernyataan mengutuk artikel tersebut, yang ditulis oleh Pemimpin Redaksi majalah resmi negara sebagai ‘adab buruk kepada seorang ulama’ yang banyak berjasa untuk ummah dan diakui oleh masyarakat internasional atas keberanian dan keilmuannya’.
Pernyataan bersama tersebut turut ditandatangani oleh Ulama’ Al-Azhar, Kementerian Wakaf Mesir, Kesatuan Pendakwah Mesir, Jam’iyyah Syar’iyyah, Lembaga Syariah bagi Hak dan Reformasi, serta Organisasi Islam Wanita dan Anak-anak Sedunia.

PKS Optimistis Peroleh 15 Persen Pada pemilu 2014

 Partai Keadilan Sejahtera (PKS)  optimistis memperoleh suara signifikant pada pemilu 2014. Dengan nada optimis PKS yakin bisa mencapai 15 persen pada kursi pemilihan legislatif 2014. 

Hal ini diungkapkan, Tifatul Sembiring, Menteri Komunikasi dan Informatika yang juga mantan presiden PKS, di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta (29/12/2012) mengatakan keyakinannya terhadap prospek PKS dimasa mendatang. Keyakinan ini menurutnya karena minimnya skandal yang menimpa PKS. "Hanya beberapa saja kasus, tidak seperti kasus yang menimpa partai yang lain," katanya. 

Ia juga akan menggunakan organisasi sayap partai di beberapa daerah untuk mendukung hal ini. Selain itu proses verifikasi calon legislatif juga sudah mulai dilakukan dengan selektif dan hati-hati.
Ia juga yakin dominasi Partai Demokrat, partai besutan SBY, tidak akan mengalami kekuatan seperti pada tahun sebelumnya. Menurutnya, koalisi yang sudah rapuh tidak akan memunculkan kekuatan yang dominan lagi. 

"Tidak ada lagi kekuatan yang dominan, saya bisa pastikan kalau pemilu tahun depan akan berjalan seimbang," ujarnya.
Ketika ditanya apakah PKS akan menggantikan kekuatan Partai Demokrat, Tifatul Hanya mengelak jika hal itu dihubungkan dengan kebangkitan PKS."Tidak bisa disimpulkan seperti itu," katanya. 

Dengan target ini Partai Keadilan Sejahtera melampaui perolehan  57 kursi (10 persen) di DPR hasil Pemilihan Umum Anggota DPR 2009, setelah mendapat sebanyak 8.206.955 suara (7,9 persen). 
http://www.tribunnews.com/2012/12/29/pks-optimistis-peroleh-15-persen-pada-pemilu-2014

Murabbi Bukan Biro Jodoh!!

“Akhwat fillah rahimakumullah, kita harus pahami bersama bahwa murabbi bukan biro jodoh”, tutur lembut murabbi dengan sedikit penekanan di akhir kalimat.
Saya mencoba menelisik sebab kalimat ini muncul. Bahkan hampir beberapa pertemuan halaqah bahasannya masih membahas yang begini-beginian.

Entah, hal ini menjamur sejak masa mana? Kader-kader di kampus seperti berlomba-lomba mencapai pelaminan. Yang pasti bagi yang memang sudah terlaksana sebuah jalan yang syar’i dan telah berlalu ijab qabul, “maka itu yang disebut dengan takdir”, ujar murabbiku lagi.
Nah tapi, fenomena yang kemudian muncul dewasa ini adalah banyak kader-kader “muda” yang justru terperdaya dengan “nasib” saudaranya.

Dirinya seperti tak rela jika ada saudara atau saudarinya yang melangsungkan pernikahan. Dia berpikir, “padahal umur si fulan dan fulanah notabene jauh di bawah dirinya”. Sehingga, muncul sosok-sosok kader “keder”. Sehingga, tidak sedikit muncul golongan kader galau karena “cinta”. Dulu lebih populer dengan istilah Virus Merah Jambu (VMJ). Di mana mulai dari warna rambut, warna hati, warna langit, warna mushaf, warna buku dalam pandangan kader semua berubah jadi pink. Melankolis. Itu ilusi. Itu khayal. Itu maya. Itu tipuan. Itu bisikan syaitan.
Sehingga, banyak bermunculan kader muntaber (mundur tanpa berita) karena proposal yang diajukan ke murabbi tak dapat di ACC. Sehingga, banyak kader keblinger dengan diam-diam menjalin hubungan tanpa status (HTS). Sehingga, lingkaran-lingkaran halaqah bolong-bolong karena kader akhwat berkelana mencari pangeran berkuda putih. Karena, banyak kader ikhwan yang “izin” dengan alasan berjuang mencarikan belahan sepatu kaca milik Cinderella.
Haaah, apa kata dunia? Hmmm, apa kata syaitan yang bergembira ria menyaksikan kebodohan umat manusia yang “sok, pahlawan” menerima penawaran dari Allah sebagai khalifah di muka bumi. Lalu, bagaimana dengan sorak sorai kaum Yahudi laknatullah yang takut dengan amalan yaumi kita. Tapi sekarang mereka menyadari bahwa umat Islam sudah kalah! Umat Islam perlahan tapi pasti mulai tergerus dengan pengaruh media yang menggejala.

Karena, sadarkah kita? Istilah galau! Ada sejak dulu, kosa kata itu bertapa di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sejak lama. Tapi kemudian ketika ia dikenalkan kepada khalayak oleh media. Maka, kata “galau” menjadi naik daun. Menjadi konsumsi harian setiap insan. Mereka kenyang dengan mengagung-agungkan kata “galau” tanpa tahu persis makna kata itu sendiri. Apa manfaat dari memaknai setiap sedikit saja keresahan yang muncul dalam diri dengan kata “galau”? Biar gaya? Biar kelihatan gaul? Biar tak tampak sebagai mahasiswa yang cupu, culun lagi kuper?

Dalam ilmu komunikasi, proses yang demikian disebut dengan teori kultivasi. Di mana media berusaha “mencekoki” khalayak secara terus menerus hingga tanpa sadar ia menerima sesuatu yang sesungguhnya bertentangan dengan dirinya.

Jika bisa dianalogikan seperti sebuah kutipan dalam film Sang Murabbi. Syaikhut Tarbiyah Rahmat Abdullah pernah mengungkapkan kurang lebih seperti ini redaksi katanya “Umat ini layaknya monyet yang berada pada sebuah pohon. Ketika berusaha menaiki pohon ia begitu bersemangat untuk mencapai puncak dengan terpaan angin yang besar sekalipun. Namun ketika mencapai puncak, terpaan angin mulai pelan dan pelan. Monyet pun mulai merasa nyaman dan terlena dengan angin pelan tersebut. Sampai akhirnya ia terjatuh dan menyia-nyiakan usahanya yang begitu besar tadi”.

Begitulah, karakteristik umat ini. Kita seringkali terlena dengan kemudahan. Kita kerap kali terhipnotis dengan kenyamanan. Kita bahkan lupa bahwa itu merupakan upaya menghancurkan kekokohan benteng kita.

Masya Allah, kita tengah masuk terlampau jauh dalam perangkap Yahudi. Media yang mereka buat “istimewa” untuk kita. Media yang dirancang menjadi “perangkap” yang mampu meredupkan cahaya iman kita. Media yang di satu sisi mampu juga membangkitkan gerakan kita. Tapi kita belum mau mengambil kesempatan itu. Kita masih saja nyaman dengan menjadi “juragan” yang bisanya cuma make. Padahal jika kita runut, umat kita memiliki potensi yang luar biasa!

Maka, terpaan badai ujian dan problematika umat tidak saja berasal dari eksternal saja. Tapi kemudian yang paling dikhawatirkan adalah guncangan kerusakan dari dalam, dari internal. Seperti yang pernah Rasulullah saw alami saat perang khandaq.
Maaf jadi membahas terkait media. Karena menurut saya, hal ini kemudian menjadi salah satu faktor yang menyebarkan virus terganas kepada umat. Walaupun bisa menjadi sebaliknya, ketika kita tahu ilmu dan cara efektif menggunakannya. Kita kembali ke…

***
“Anti lagi proses ya ukh”, canda salah seorang akhwat kepada sahabatnya. Ini murni bercanda.
Berawal dari candaan pendek tersebut seringkali obrolan dua atau beberapa akhwat maupun ikhwan menjadi melebar ngalor-ngidul. Nggak jelas juntrungannya.

Menurut salah seorang akhwat, aku bisa dibilang akhwat yang “aneh”. Karena jarang terlibat pembicaraan seperti gambaran di atas. Saat ada yang menggodaiku dengan celotehan “ukh, anti lagi proses ya”. Saya jawab dengan candaan, “iya, proses pertumbuhan”.

Bagi saya pribadi, tidak ada salahnya membahas masalah tersebut. Hanya saja ketika semakin lama bahasannya semakin ngaco bahkan melalaikan maka lebih baik ditinggalkan. Selain itu, saya merupakan orang yang orientatif target, orientatif prestatif. Banyak hal-hal yang saya alami dan dapatkan karena sinergitas antara target pribadi dengan keputusan Allah.
Maka yang saya pahami dari hal tersebut di atas juga berbicara masalah target. Bahwa “rizki, usia dan jodoh merupakan sesuatu yang misteri”, begitu ungkap murabbi.
Beliau juga memaparkan bahwa tidak sedikit kader yang “autis”. Mengikuti tarbiyah dengan tujuan mendapatkan yang tarbiyah lagi. Bahkan suatu kali ada yang terang-terangan keluar dari tarbiyah hanya gara-gara masalah ini. Pragmatis!

Saya memilih untuk slow motion but sure karena sesuatu akan datang indah pada waktunya. Saya juga sangat suka dengan ungkapan “bahwa Allah tidak akan pernah mempercepat atau memperlambat suatu keputusan. Semua telah diatur dengan sebaik-baiknya. Tinggal bagaimana kita melakukan yang terbaik untuk mendapatkan yang sebaik-baik yang telah Allah siapkan”.

Sayang, kalau masa produktif kita terperkosa oleh rasa “galau”. Lebar, kalau masa-masa prestatif kita dihantui dan dibayang-bayangi “galau” yang menyeramkan. Karena pada dasarnya hidup adalah pilihan. Pilihan-pilihan yang kemudian berada dihadapkan kepada kita adalah pilihan yang menggiurkan. Tapi jangan salah, bisa jadi Anda mendapatkan zong! Bila tidak cermat dalam memilih. Memilih membutuhkan pertimbangan agar hasil maksimal, tapi jangan karena waktu pertimbangan yang tidak efektif hingga kita sadar waktu memilih telah habis!
***
Daripada “galau” lebih baik kita bahas terkait hal-hal yang mampu menjadi solusi permasalahan ini (mengingatkan diri sendiri). Pertama, mari yakini bersama bahwa Allah akan membalas setiap perbuatan sesuai dengan yang dilakukan hambaNya. Yuk, kita perbaiki diri untuk mendapat balasan yang terbaik pula dari-Nya.

“Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji. Dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji. Sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik pula. Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia dari (surga)”. (An-Nur: 26)
Apa yang kita lakukan saat ini merupakan upaya mendapatkan tujuan kita.
Kedua, jika “galau” melanda maka, beristighfar dan coba berjalan lalu berlari sekencang-kencangnya menghampiri Sang Penyembuh “galau”.

“(Yaitu) orang-orang yang beriman hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Ar-Rad: 28)
Mencoba beradu padanya. Tak perlu kita pedulikan apa yang ada di luar diri kita. Karena pada dasarnya kita memiliki potensi untuk bertahan dan “membantah”. Kuncinya, mau!
Ketiga, selalu terngiang materi pada Stadium General Musyawarah Daerah (Musda FSLDK Bandung Raya). Pemateri said: “ada tiga hal yang mampu membangkitkan peradaban Islam secara keilmuan”. Membaca, menulis dan berkarya (beramal). Baca merupakan kunci utama kebangkitan umat.

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha mulia. Yang Mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya”. (Al-‘Alaq: 1-5)

Sungguh dahsyat efek membaca! Bahkan itu anjuran Allah dari wahyu pertama yang diturunkan. Dengan membaca mampu membuka cakrawala dunia. Dengan membaca menyibak rahasia-rahasia yang tak terungkap. Dengan membaca kita tahu apa itu “galau”, apa gunanya dan cara mengatasinya?

Menulis, terinspirasi perkataan Ali Bin Abi Thalib “Ikatlah ilmu dengan menulis”. Menulis dan berkarya sungguh menjadi solusi mengisi waktu-waktu kita yang seringkali lengang. Dengan menulis kita mampu menambah khazanah pengetahuan untuk peradaban. Namun yang harus dipahami bersama bahwa membaca dan menulis ibarat keping mata uang yang tak terpisahkan. Antara satu sisi dengan sisi yang lain tak dapat berjalan sendiri. Ia adalah satu kesatuan.

Menulis tanpa membaca sama dengan buta.
Membaca tanpa menulis sama dengan pincang.
Maka keduanya harus bersinergi agar mendapatkan karya yang maksimal.
Jadi membahas panjang lebar. Yang pasti saling mengingatkan dan semangat berkarya! Untuk peradaban dengan menolak virus “galau” dan ingat, murabbi bukan biro jodoh!

Wallahua’alam bish shawab.


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/12/26045/murabbi-bukan-biro-jodoh/#ixzz2GcXq85vc

MULIAKAN ORANG TUA MU

 Oleh: Ina Salma Febriani
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia,” (Qs Al-Isra: 23).

Surah Al-Isra mengisyaratkan keharmonisan dua hubungan yakni hubungan baik dengan Allah, juga dengan manusia yang dalam hal ini ialah sosok yang semestinya kita muliakan, orang tua.

Para mufassir sepakat bahwa perkataan yang mulia menurut firman Allah di atas ialah mengucapkan kata “ah” kepada orang tua tidak dibolehkan oleh agama apalagi mengucapkan kata-kata atau memperlakukan mereka dengan lebih kasar daripada itu.

Penghormatan terhadap orang tua sangat diatur oleh Islam agar terciptanya hubungan baik antara orang tua dan anak. Lebih spesifik lagi, penghormatan kepada salah satunya sungguh telah Rasulullah yang menyatakan seorang laki-laki datang menghampiri Rasulullah dan bertanya siapakah yang layak untuk dipatuhi? Rasul pun menjawab, “Ibumu,” hingga tiga kali berturut-turut, kemudian, “ayahmu”. (HR Bukhari-Muslim).

Penyebutan lebih dari satu kali dalam hadis Rasul bukan tanpa makna. Pemaknaan yang luas terhadap apa yang pernah beliau sampaikan lebih khusus kepada urusan kepatuhan anak kepada ibu, menjadi kewajiban tersendiri mengingat ibu adalah sosok yang sangat berperan dalam kehidupan si anak dari masa kehamilan, kanak-kanak, hingga dewasa.

Adalah Umar bin Khattab seorang anak yang sangat hormat kepada ibunya, sampai dalam masalah yang sekecil-kecilnya. Dalam hal makan, misalnya, ia tidak pernah makan mendahului ibunya.

Ia bahkan tak berani makan bersama-sama dengan ibunya, sebab ia khawatir akan mengambil dan memakan hidangan yang tersedia di meja, sementara ibunya menginginkan makanan tersebut. Baginya, seorang ibu telah mendahulukan anaknya selama bertahun-tahun ketika sang anak masih kecil dan lemah.

Kasih ibu tak pernah terbalas oleh apa pun juga. Yang bisa dilakukan anak hanyalah memberi penghormatan dan pelayanan, terutama ketika mereka sudah tua dan dalam keadaan lemah. Dalam hal ini Rasulullah mengingatkan kaum Muslimin, "Hidungnya harus direndahkan ke tanah, hidungnya harus direndahkan ke tanah, hidungnya harus direndahkan ke tanah."

Beliau ditanya, "Ya Rasulullah, siapa?" Jawabnya, "Orang yang mendapatkan kesempatan baik untuk membantu kedua orang tuanya di masa tuanya, baik salah satunya maupun kedua-duanya, tetapi ia gagal mendapatkan dirinya masuk surga."

Gagalnya seseorang untuk masuk surga lantaran pengabaian terhadap hak-hak orang tua, dapat kita simak dalam kisah Juraij. Juraij adalah remaja yang taat beribadah. Saat ia ingin melakukan shalat sunah, ibunya memanggilnya.

Kala itu, Juraij bimbang—dahulukan shalat, atau memenuhi panggilan ibunya? Maka, Juraij pun memilih shalat dan mengabaikan panggilan Ibunya yang sudah berkali-kali menggema di telinganya.

Sang ibu pun kecewa, dalam hati, ia berdoa, “Ya Allah, janganlah Engkau mematikan anakku sebelum ia mendapat fitnah dari wanita pelacur.” Singkat cerita, Juraij mendapatkan fitnah dari seorang pelacur karena ia mengabaikan seruan ibunya.

Menghormati dan memuliakan orang tua bukan saja saat mereka masih hidup. Ketika beliau wafat, maka sebagai seorang anak, kita berkewajiban untuk melaksanakan lima hal, seperti hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, kewajiban itu di antaranya ialah menyalatkan keduanya, membacakan istighfar, melaksanakan wasiatnya, bersilaturahim kepada kerabatnya, juga menghormati sahabat-sahabatnya.

Minang Disusupi Budaya Antah Barantah

 Oleh : M Sayuti ( Ketua JPRMI Kab. Padang Pariamaan Priode 2011 - 2014 )

Sangat miris kita melihat kondisi masyarakat minang saat ini , dimana nilai - nilai kebudayaan yang selama ini dipertahankan ternyata mulai memudar pada generasi muda saat ini.
Generasi Minang sudah tidak banyak lagi tahu dengan adat istiadat " ndak ba adat " dimana kita lihat gaya , tutur bahasa ,cara kehidupan, dan kebiasaa tidaklah lagi sama dengan dengan filosofi minang " adat basandi syara' , syara' basandi kitabullah " atau memang mungkin sudah berganti dengan filosofi  " adat basandi antah, antah basandi barantah " akhirnya terjadi budaya antah barantah,
Pada pergantian tahun baru masehi ini kita lihat mereka menghamburkan uang untuk menyabutnya, dengan bergadang minum alkohol, orgen tunggal, lepas petasan , tiup terompet, yang semuanya itu bermacam budaya
1. bergadang minum alkohol adalah budaya ala Barat, 
2. lepas petasan budaya Majusi ( dalam rangka menyembah dewa matahari )
3. tiup terompet budaya Yahudi dalam menyambut tahun baru
Mungkin hanya lonceng yang jarang dipakai didaerah kita , belum lagi kita lihat para ninik mamak, orang tua , mereka semua seperti anggap biasa kebudayaan seperti ini, adat hanya tinggal cerita, dan  yang dipertahankan adalah yang menguntungkan bagi pemegang tampuk adat istiadat.
 Kita berajak pada contoh yang lain dimana pada pesta pernikahan sangat aneh bagi masyarakat kita kalau tidak ada orgen tunggal dengan artis seksi nya yang juga sanak kemenakan kita , " orang awak juo " menari erotis dipangung disaksikan oleh seluruh mamak, orang tua , pemuda sampai anak baun kencur ikut menyaksikan, luar biasa kebiasaan nya, didalam berlansung akad pernikahan yang merupakan sunah Rasul, tapi dimeriahkan dengan kemaksiatan. akhirnya lahirlah generasi - generasi ini,, ada yang datuk , anaknya menjadi anak Funk, ada seorang Buya anaknya jadi bandar judi , dll. Sangat sulit rasanya mengembalikan generasi keadat minang, tetapi kita bisa merubah masyarakat kita menjadi masyarakat madani dengan Tarbiyah, mengenalkan mereka pada agama dengan benar dengan pendekatan emosional dan bijaksana,, dengan sendirinya nilai adat yang sebenarnya akan tumbuh dalam diri mereka,

Do'a Awal Tahun

Senandung Do`a nan syahdu (Alm. Ust. Rahmat Abdullah)





Senandung Do`a nan syahdu (Alm. Ust. Rahmat Abdullah) 

Dilantunkan oleh (Alm.) K.H. Rahmat Abdullah pada Deklarasi Partai Keadilan di Lapangan Masjid Agung Al-Azhar Jakarta, 09 Agustus 1998, yang diiringi oleh tetesan air mata hadirin.


Ya ALLAH, berikan taqwa kepada jiwa-jiwa kami dan sucikan dia.
Engkaulah sebaik-baik yang, mensucikannya.
Engkau pencipta dan pelindungnya


Ya ALLAH, perbaiki hubungan antar kami
Rukunkan antar hati kami
Tunjuki kami jalan keselamatan
Selamatkan kami dari kegelapan kepada terang
Jadikan kumpulan kami jama’ah orang muda yang menghormati orang tua
Dan jama’ah orang tua yang menyayangi orang muda
Jangan Engkau tanamkan di hati kami kesombongan dan kekasaran terhadap sesama hamba beriman
Bersihkan hati kami dari benih-benih perpecahan, pengkhianatan dan kedengkian


Ya ALLAH, wahai yang memudahkan segala yang sukar
Wahai yang menyambung segala yang patah
Wahai yang menemani semua yang tersendiri
Wahai pengaman segala yang takut
Wahai penguat segala yang lemah
 

Mudah bagimu memudahkan segala yang susah
Wahai yang tiada memerlukan penjelasan dan penafsiran
Hajat kami kepada-Mu amatlah banyak
Engkau Maha Tahu dan melihatnya


Ya ALLAH, kami takut kepada-Mu
Selamatkan kami dari semua yang tak takut kepada-Mu
Jaga kami dengan Mata-Mu yang tiada tidur
Lindungi kami dengan perlindungan-Mu yang tak tertembus
Kasihi kami dengan kudrat kuasa-Mu atas kami
Jangan binasakan kami, karena Engkaulah harapan kami
Musuh-musuh kami dan semua yang ingin mencelakai kami
Tak akan sampai kepada kami, langsung atau dengan perantara
Tiada kemampuan pada mereka untuk menyampaikan bencana kepada kami


“ALLAH sebaik baik pemelihara dan Ia paling kasih dari segala kasih”

Ya ALLAH, kami hamba-hamba-Mu, anak-anak hamba-Mu
Ubun-ubun kami dalam genggaman Tangan-Mu
Berlaku pasti atas kami hukum-Mu
Adil pasti atas kami keputusan-Mu

Ya ALLAH, kami memohon kepada-Mu
Dengan semua nama yang jadi milik-Mu
Yang dengan nama itu Engkau namai diri-Mu
Atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu
Atau Engkau ajarkan kepada seorang hamba-Mu
Atau Engkau simpan dalam rahasia Maha Tahu-Mu akan segala ghaib
 

Kami memohon-Mu agar Engkau menjadikan Al Qur’an yang agung
Sebagai musim bunga hati kami
Cahaya hati kami
Pelipur sedih dan duka kami
Pencerah mata kami


Ya ALLAH, yang menyelamatkan Nuh dari taufan yang menenggelamkan dunia
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Ibrahim dari api kobaran yang marak menyala
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Musa dari kejahatan Fir’aun dan laut yang mengancam nyawa
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Isa dari Salib dan pembunuhan oleh kafir durjana
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Muhammad alaihimusshalatu wassalam dari kafir Quraisy durjana, Yahudi pendusta, munafik khianat, pasukan sekutu Ahzab angkara murka
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Yunus dari gelap lautan, malam, dan perut ikan
Ya ALLAH, yang mendengar rintihan hamba lemah teraniaya
Yang menyambut si pendosa apabila kembali dengan taubatnya
Yang mengijabah hamba dalam bahaya dan melenyapkan prahara

Ya ALLAH, begitu pekat gelap keangkuhan, kerakusan dan dosa
Begitu dahsyat badai kedzaliman dan kebencian menenggelamkan dunia
Pengap kehidupan ini oleh kesombongan si durhaka yang membuat-Mu murka
Sementara kami lemah dan hina, berdosa dan tak berdaya


Ya ALLAH, jangan kiranya Engkau cegahkan kami dari kebaikan yang ada pada-Mu karena kejahatan pada diri kami
Ya ALLAH, ampunan-Mu lebih luas dari dosa-dosa kami
Dan rahmah kasih sayang-Mu lebih kami harapkan daripada amal usaha kami sendiri

Ya ALLAH, jadikan kami kebanggaan hamba dan nabi-Mu Muhammad SAW di padang mahsyar nanti
Saat para rakyat kecewa dengan para pemimpin penipu yang memimpin dengan kejahilan dan hawa nafsu
Saat para pemimpin cuci tangan dan berlari dari tanggung jawab
Berikan kami pemimpin berhati lembut bagai Nabi yang menangis dalam sujud malamnya tak henti menyebut kami, ummati ummati, ummatku ummatku
Pemimpin bagai para khalifah yang rela mengorbankan semua kekayaan demi perjuangan
Yang rela berlapar-lapar agar rakyatnya sejahtera
Yang lebih takut bahaya maksiat daripada lenyapnya pangkat dan kekayaan


Ya ALLAH, dengan kasih sayang-Mu Engkau kirimkan kepada kami da’i penyeru iman
Kepada nenek moyang kami penyembah berhala
Dari jauh mereka datang karena cinta mereka kepada da’wah
Berikan kami kesempatan dan kekuatan, keikhlasan dan kesabaran
Untuk menyambung risalah suci dan mulia ini
Kepada generasi berikut kami
 

Jangan jadikan kami pengkhianat yang memutuskan mata rantai kesinambungan ini
Dengan sikap malas dan enggan berda’wah
Karena takut rugi dunia dan dibenci bangsa



Karena Kita CINTA..!!!






Memang Seperti Itulah Dakwah. 
Dakwah adalah Cinta. 
Dan Cinta meminta semuanya dari dirimu. 
Sampai pikiranmu. Sampai Perhatianmu. 
berjalan, duduk, dan tidurmu. 
Bahkan ditengah lelapmu, 
isi mimpimu pun tentang dakwah. 
Tentang Ummat yang kau Cintai...

(Ust. Rahmat Abdullah)